
Jaecoo Indonesia mengambil langkah strategis menghadapi rencana pemerintah untuk menghentikan insentif kendaraan listrik (EV). Perusahaan ini meluncurkan program “Price Lock Insurance” yang memberikan perlindungan harga kepada konsumen agar tidak terdampak kenaikan biaya pembelian mobil listrik Jaecoo J5 EV.
Program ini menawarkan jaminan harga tetap Rp 299,9 juta meskipun potensi pemberian insentif dihentikan dan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10 persen dikenakan pada kendaraan listrik tersebut. Konsumen yang membayar tanda jadi hingga akhir Desember 2025 dapat memilih mengikuti program Price Lock Insurance dengan biaya tambahan Rp 8 juta untuk mengunci harga tersebut.
Mekanisme Price Lock Insurance
Price Lock Insurance dirancang supaya konsumen mendapat kepastian harga walau subsidi pemerintah untuk kendaraan listrik tidak dilanjutkan. Business Unit Director Jaecoo Indonesia, Jim Ma, menjelaskan bahwa program ini bertujuan memberikan rasa aman kepada pelanggan dalam situasi ketidakpastian kebijakan harga. “Melalui Price Lock Insurance, kami ingin memastikan harga kendaraan tetap stabil meskipun ada kenaikan harga,” ujarnya.
Bagi mereka yang telah membayar tanda jadi sekaligus pelunasan harga kendaraan, harga J5 EV tidak mengalami perubahan dan tetap Rp 299,9 juta tanpa perlu mengikuti program asuransi harga. Hal ini menjadi daya tarik tambahan bagi calon pembeli untuk segera menyelesaikan proses pembelian.
Respons Pasar dan Permasalahan Produksi
Sejak diluncurkan, Jaecoo J5 EV mencatat respon positif di pasar otomotif Indonesia. Sejumlah 12.000 unit mobil listrik ini berhasil dipesan hingga Desember 2025. Namun, kapasitas produksi belum mampu memenuhi jumlah pesanan yang tinggi tersebut. Sampai saat ini, hanya 3.000 unit yang sudah direalisasikan dan diserahkan ke konsumen, cukup untuk memenuhi permintaan hingga November 2025.
Keterbatasan produksi ini menyebabkan antrean pengiriman dan menimbulkan keterlambatan dalam pemenuhan pesanan. Jim Ma menyatakan bahwa pihak perusahaan sedang mengupayakan peningkatan kapasitas serta perbaikan rantai pasok agar jumlah kendaraan yang diproduksi bisa memenuhi permintaan konsumen yang terus meningkat.
Langkah Pengembangan dan Optimalisasi Produksi
Jaecoo berencana mempercepat proses produksi untuk memastikan pelanggan yang telah memesan pada 2025 dapat menerima unit sebelum momen Lebaran 2026. “Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan waktu tunggu pengiriman. Saat ini kami sedang melakukan optimalisasi supply chain dan peningkatan kapasitas produksi secara intensif,” tambah Jim Ma.
Melalui upaya ini, Jaecoo berharap menjaga kepercayaan konsumen dan tetap bersaing dalam pasar EV yang berkembang dinamis di Indonesia. Dengan program Price Lock Insurance dan perbaikan produksi, perusahaan berkomitmen memberikan nilai tambah sekaligus menjawab tantangan penghapusan subsidi pemerintah.
Potensi Dampak Penghapusan Insentif EV
Kebijakan penghapusan insentif kendaraan listrik berpotensi meningkatkan harga jual mobil listrik secara signifikan. Hal ini terkait dengan pengenaan pajak dan hilangnya subsidi yang selama ini membantu menekan harga. Produsen otomotif seperti Jaecoo menanggapinya dengan berbagai strategi agar harga tetap kompetitif tanpa mengorbankan kualitas produk dan layanan.
Strategi yang dilakukan Jaecoo mencontohkan adaptasi industri otomotif terhadap perubahan regulasi yang bersifat disruptif. Dengan harga tetap dan perlindungan harga bagi pelanggan, konsumen mendapat kepastian yang lebih saat berinvestasi di mobil listrik.
Ringkasan Program Price Lock Insurance Jaecoo:
- Konsumen membayar tanda jadi hingga 31 Desember 2025.
- Biaya tambahan Rp 8 juta untuk ikut program Price Lock Insurance.
- Harga J5 EV dijamin tetap Rp 299,9 juta walau insentif berhenti.
- Konsumen yang sudah lunas tidak wajib ikut program.
- Program memberikan keamanan harga agar tidak terdampak kenaikan PPN.
Dengan inovasi ini, Jaecoo mempersiapkan diri menghadapi tantangan pasar kendaraan listrik tanpa insentif pemerintah. Program Price Lock Insurance sekaligus mendorong permintaan tetap stabil meskipun kondisi regulasi berubah. Pengembangan kapasitas produksi juga menjadi kunci agar ukuran pasar kendaraan listrik dapat dipenuhi secara efektif dan efisien.





