CATL Mulai Produksi Massal Baterai Natrium Tianxing II, Solusi Tahan Dingin untuk EV Niaga

Author: Qoo Media

Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL) resmi memulai produksi massal baterai ion natrium untuk kendaraan listrik komersial ringan. Peluncuran dilakukan pada 22 Januari dengan menghadirkan empat varian baterai baru yang menyasar berbagai kebutuhan segmen kendaraan niaga ringan, seperti van kecil hingga truk.

Baterai natrium yang dinamai Tianxing II ini merupakan terobosan penting karena menggunakan material ion natrium yang lebih melimpah dan murah dibanding litium. Kapasitas yang ditawarkan mencapai 45 kWh dengan kepadatan energi 175 Wh/kg. Baterai ini mampu bertahan hingga lebih dari 10 ribu siklus pengisian, sehingga memberikan keunggulan durabilitas.

Kinerja Baterai Natrium di Suhu Ekstrem

Salah satu keunggulan baterai Tianxing II varian Low Temperature adalah kemampuannya dalam menghadapi suhu ekstrem. Baterai ini mampu menjaga kapasitasnya tetap stabil hingga 90 persen di suhu rendah -40 °C. Bahkan pengisian daya masih dapat dilakukan dalam kondisi membeku pada suhu -30 °C. Fitur ini sangat penting untuk kendaraan listrik yang beroperasi di wilayah bersalju dan beriklim dingin.

Baterai tersebut juga telah mendapatkan sertifikasi standar nasional China terbaru, GB 38031-2025, sebagai bukti kematangan teknologi dan kualitas produk. CATL merancang unit ini khusus untuk memenuhi kebutuhan kendaraan komersial ringan dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan dan kondisi operasional.

Biaya Produksi dan Ketersediaan Bahan Baku

Dari sisi biaya, baterai ion natrium menawarkan potensi penghematan signifikan. Natrium lebih dari seribu kali lebih melimpah di bumi dibandingkan litium, sehingga harga ekstraksi bahan baku natrium hanya sekitar 1/20 dari litium. Kondisi ini membuka peluang penurunan biaya produksi baterai secara drastis.

Dengan harga baterai yang lebih kompetitif, kendaraan listrik komersial ringan dapat menjadi lebih terjangkau dan praktis untuk diadopsi secara luas dalam berbagai sektor logistik dan distribusi. Hal ini didukung oleh pasar yang terus berkembang dan meningkatnya permintaan kendaraan listrik ramah lingkungan.

Varian Tianxing II Berbasis Ion Litium

Selain baterai natrium, CATL juga menghadirkan tiga varian baterai berbasis ion litium dalam seri Tianxing II, yaitu Fast Charging, Long Range, dan Fast Charging High Temperature. Varian Fast Charging memungkinkan pengisian daya dari 20% ke 80% hanya dalam 18 menit. Kapasitas baterai standar pada varian ini adalah 100 kWh dengan tambahan jarak tempuh 150 km.

Varian Long Range menyuguhkan kapasitas paket tunggal terbesar di seri ini, hingga 253 kWh. Hal ini memungkinkan jangkauan perjalanan mencapai 800 km dalam sekali pengisian. Baterai ini cocok untuk kendaraan angkutan logistik antar kota. Bobot kendaraan pun berkurang sekitar 260 kg berkat teknologi paket arsitektur Taishan CATL.

Sementara itu, varian Fast Charging High Temperature dirancang untuk wilayah beriklim panas. Sistem manajemen termal dengan pendingin cair menjaga performa pengisian cepat dan stabilitas baterai di kondisi suhu tinggi. Varian ini sangat cocok untuk kendaraan listrik komersial yang digunakan dalam operasi jarak pendek dengan mobilitas tinggi, seperti distribusi barang supermarket atau logistik dengan frekuensi penggunaan intens.

Strategi dan Masa Depan CATL

Seri Tianxing pertama kali diperkenalkan oleh CATL pada pertengahan tahun lalu dan langsung mendapat perhatian luas dalam industri. Kehadiran Tianxing II memperkuat posisi CATL sebagai pemimpin inovasi di pasar baterai kendaraan listrik komersial.

CATL fokus memperluas adopsi kendaraan listrik melalui pengembangan teknologi baterai yang efisien, biaya produksi rendah, serta kemampuan adaptasi pada berbagai kondisi iklim dan operasional global. Langkah ini sejalan dengan tren global dalam rangka transisi kendaraan ramah lingkungan dan pengurangan emisi karbon.

Dengan produksi massal baterai natrium dari seri Tianxing II, CATL tidak hanya menawarkan solusi teknologi yang inovatif, tetapi juga membuka peluang transformasi dalam sektor mobilitas niaga berbasis listrik. Hal ini berpotensi mendorong percepatan elektrifikasi transportasi komersial demi mencapai keberlanjutan yang lebih baik di masa depan.

Terbaru