BYD mengawali pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Vietnam sebagai bagian dari ekspansi strategis di kawasan Asia Tenggara. Investasi yang dilakukan mencapai 130 juta USD atau sekitar Rp 2,1 triliun, dengan tujuan mendukung produksi baterai untuk kendaraan komersial bertenaga listrik. Proyek ini dilakukan bekerjasama dengan Kim Long Motors, perusahaan manufaktur otomotif lokal Vietnam.
Kerja sama ini dimulai pada akhir Januari dan mendapat konfirmasi dari pemerintah Vietnam. Fasilitas pabrik akan dibangun di atas lahan seluas 4,4 hektar untuk fase pertama, dengan kapasitas produksi baterai mencapai tiga gigawatt-hours (GWh) per tahun. Baterai yang dihasilkan akan dipakai untuk kendaraan komersial seperti bus dan truk.
Ekspansi Kapasitas Produksi
Rencana fase kedua pabrik BYD akan memperluas area menjadi enam hektar. Total luas lahan pabrik nantinya mencapai 10 hektar. Kapasitas produksi tahunan juga akan bertambah menjadi enam GWh yang memungkinkan suplai baterai untuk kendaraan penumpang listrik. Expansi ini menunjukkan ambisi BYD mengukuhkan posisi di pasar baterai EV kawasan.
Menurut laporan yang dikutip dari Carnewschina, Kim Long Motors kemungkinan besar akan membiayai konstruksi pabrik. Sementara BYD menyediakan dukungan teknis secara menyeluruh, walaupun detail ini belum dikonfirmasi secara resmi oleh BYD.
Alasan BYD Memilih Vietnam
Pertumbuhan penjualan kendaraan listrik di Vietnam menjadi faktor utama pemilihan lokasi pabrik baterai. Pada 2022, penjualan EV di Vietnam tercatat 4.040 unit dan melonjak tajam hingga 79.800 unit pada 2024. Data terbaru menunjukkan dalam 11 bulan pertama 2025 penjualan mobil listrik dan hybrid mencapai sekitar 160.000 unit dengan pangsa pasar 38,5 persen.
Lonjakan signifikan ini mencerminkan perubahan preferensi konsumen di Vietnam terhadap kendaraan ramah lingkungan. BYD ingin memanfaatkan momentum ini untuk mendukung jaringan pasokan baterai serta mendukung mobilitas listrik di wilayah tersebut.
Posisi BYD di Asia Tenggara
Selain perkembangan di Vietnam, BYD juga aktif memperkuat bisnisnya di negara tetangga, terutama Indonesia. Di Indonesia, BYD berencana membangun fasilitas perakitan mobil listrik yang dijadwalkan beroperasi segera. Selama ini, model mobil listrik BYD yang masuk ke pasar Indonesia masih berupa impor utuh (CBU), didukung oleh skema insentif pemerintah yang membuat harganya lebih kompetitif.
Investasi infrastruktur seperti pabrik baterai di Vietnam dan fasilitas perakitan di Indonesia menunjukkan keseriusan BYD mengembangkan rantai pasokan lokal. Langkah ini juga membantu mengurangi ketergantungan dari impor dan mempercepat pemenuhan kebutuhan pasar EV yang terus tumbuh di Asia Tenggara.
Fokus Industri Baterai untuk Mobil Komersial
Pabrik baterai BYD di Vietnam memasuki sektor kendaraan komersial yang membutuhkan kapasitas baterai besar. Bus dan truk listrik menjadi target utama produk dari pabrik ini, sejalan dengan tren global yang mendorong elektrifikasi kendaraan berat untuk mengurangi emisi karbon.
Peningkatan kapasitas produksi sampai enam GWh sekaligus memberikan kesempatan bagi BYD mengembangkan teknologi dan efisiensi baterai. Langkah ini akan menguntungkan tidak hanya bagi BYD tapi juga bagi ekosistem kendaraan listrik regional.
Potensi Dampak Terhadap Industri Lokal
Inisiatif ini diharapkan meningkatkan transfer teknologi baterai ke Vietnam dan membantu pengembangan industri otomotif lokal. Kim Long Motors yang menjadi mitra BYD memiliki basis riset dan manufaktur kendaraan komersial, sehingga sinergi ini dapat menciptakan ekosistem kendaraan listrik yang lebih mandiri.
Selain itu, investasi besar di sektor ini kemungkinan membuka peluang kerja dan pengembangan keterampilan tenaga kerja lokal. Pemerintah Vietnam pun mendukung penuh proyek ini, yang sejalan dengan target nasional mengurangi emisi serta mendorong penggunaan energi bersih.
Pembangunan pabrik baterai BYD di Vietnam merupakan langkah strategis yang menegaskan posisi perusahaan sebagai pemain utama dalam sektor kendaraan listrik di Asia Tenggara. Dengan kapasitas produksi yang terus meningkat dan dukungan pemerintah lokal, proyek ini berpotensi mempercepat adopsi kendaraan listrik di kawasan serta memperkuat rantai pasokan baterai secara regional.
