GWM Siapkan Mobil Retro Bergaya Klasik Mirip VW Beetle, Debut Resmi Diprediksi 2026

Author: Qoo Media

Great Wall Motor (GWM) kembali menunjukkan inovasi dengan menyiapkan mobil baru bergaya retro klasik. Model ini memiliki siluet yang sangat mengingatkan pada Volkswagen Type 1 atau VW Beetle, mobil legendaris yang populer di Indonesia dengan julukan VW Kodok.

Mobil ini bukan pengembangan dari lini produk yang sudah ada, melainkan merupakan seri baru yang berdiri sendiri. GWM menegaskan bahwa kendaraan ini terpisah dari lima sub merek utama mereka, yaitu Haval, Tank, Wey, Ora, dan Poer.

Langkah ini menandai upaya GWM menciptakan identitas baru di luar karakter SUV, off-road, dan mobil listrik yang selama ini melekat pada merek mereka. Bocoran desain pertama kali muncul melalui unggahan Li Fei, Chief Engineer of Drive-By-Wire Chassis GWM, di platform Weibo.

Desain mobil menonjolkan garis bodi membulat dengan proporsi yang kompak dan gaya klasik. Penampilan ini sekilas sangat mirip dengan VW Beetle yang dikenal luas sebagai mobil ikonik dengan produksi dari 1938 hingga 2003.

Li Fei juga menegaskan bahwa ini adalah produk dan seri baru yang sedang disiapkan GWM. Ia mengisyaratkan peluncuran resmi model tersebut berpeluang dilakukan pada tahun depan.

Desain dan Identitas Mobil Retro GWM

Mobil ini jelas berbeda dari lini produk GWM lainnya. Tidak hadir dalam bentuk SUV modern seperti Haval, dan juga tidak menunjukkan karakter tangguh ala Tank. Selain itu, mobil ini juga tidak mengusung kemewahan khas Wey, konsep retro-futuristik Ora, ataupun DNA pikap dari Poer.

Desainnya menampilkan estetika klasik yang kuat dengan sentuhan ornamen krom di berbagai bagian, terutama bumper belakang. Hal ini memberi kesan yang sangat klasik dan otentik.

Untuk perbandingan, lini Ora yang dikenal retro-futuristik justru mengusung gaya minimalis dan modern. Mobil baru GWM ini tampak lebih berani dalam mengangkat gaya klasik tradisional ke ranah yang lebih kontemporer.

Teknologi dan Potensi Powertrain

Sampai saat ini, informasi detil mengenai spesifikasi teknis mobil retro tersebut masih dirahasiakan oleh GWM. Namun, berbagai spekulasi menyebutkan kemungkinan penggunaan teknologi Hybrid Electric Vehicle (HEV).

Strategi ini sejalan dengan upaya GWM yang gencar mengembangkan elektrifikasi di lini produknya. Pilihan powertrain hybrid menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar modern dengan performa yang ramah lingkungan.

Sebagai gambaran, produk GWM yang sudah masuk ke pasar Indonesia meliputi beberapa model seperti Haval Jolion, Haval H6, Tank 300 (termasuk versi diesel), Tank 500, serta Ora 03. Sebagian besar model berlangsung dengan teknologi hybrid.

Sedangkan Tank 300 Diesel menjadi varian mesin konvensional pertama yang dijual di Indonesia. Ora 03 hadir sebagai mobil listrik murni dengan harga mulai Rp 379 jutaan, diluncurkan di ajang GIIAS.

Strategi GWM Memperluas Pasar

Kehadiran mobil retro klasik menandai keberanian GWM untuk memperluas portofolio desain dan segmen pasarnya. Kendaraan ini berpotensi menarik konsumen yang ingin tampil beda dengan estetika klasik namun tetap mengandalkan teknologi modern.

Gaya yang mengingatkan pada VW Beetle menggambarkan upaya GWM memadukan elemen nostalgia dengan inovasi mutakhir. Ini menjadi strategi yang relevan terutama bagi pasar global dan Indonesia, yang memiliki basis penggemar mobil klasik cukup besar.

Melalui langkah ini, GWM tidak hanya memperkuat posisinya sebagai produsen mobil inovatif asal Tiongkok, tapi juga membuka peluang baru dalam menghadirkan produk unik yang menyasar segmen lebih luas.

Data dan perkembangan selanjutnya sangat layak untuk diikuti, mengingat seri baru ini berpotensi menjadi salah satu pelopor tren mobil retro modern di era kendaraan listrik dan hibrida.

Terbaru