China resmi melarang penggunaan gagang pintu elektrik dengan model pop-up untuk mobil listrik mulai tahun 2027. Aturan ini diterapkan demi meningkatkan keselamatan setelah terjadi sejumlah kecelakaan di mana korban tidak dapat membuka pintu akibat kegagalan sistem elektrik.
Larangan ini mewajibkan produsen mobil di China menggunakan gagang pintu mekanis baik untuk bagian eksterior maupun interior kendaraan listrik (EV). Gagang pintu mekanis diharapkan dapat memudahkan petugas penyelamat saat keadaan darurat.
Detail Ketentuan Aturan Baru
Menurut peraturan yang dikutip dari Bloomberg, ukuran pegangan pintu eksterior harus minimal 60 mm x 20 mm. Hal ini bertujuan agar pegangan dapat dengan mudah digenggam dan ditarik secara fisik setelah kecelakaan. Selain itu, tuas pembuka pintu interior wajib memiliki tanda yang jelas berukuran minimal 1 cm x 0,7 cm. Posisi gagang juga harus mudah terlihat dan diakses di dalam dan luar kabin.
Sistem pembuka pintu yang hanya mengandalkan tenaga elektrik dengan baterai cadangan atau kabel penarik mekanis tidak lagi diperbolehkan. Produsen harus memastikan bahwa keamanan fisik membuka pintu dapat terjamin.
Mengapa Aturan Ini Hanya Berlaku untuk Mobil Listrik?
Meski teknologi gagang pintu elektrik juga digunakan pada mobil non-listrik, aturan ini hanya berlaku untuk kendaraan listrik. Penjelasan resmi dari otoritas China memang belum muncul. Namun, data BBC menyebut 60 persen kendaraan New Energy Vehicle (NEV) di China adalah mobil listrik.
Diperkirakan pelarangan ini akan diperluas ke model kendaraan lain di masa depan. Kasus kegagalan membuka pintu listrik sebenarnya juga sudah banyak terjadi di luar China, terutama di Amerika Serikat, di mana sejak 2018 telah tercatat lebih dari 140 keluhan terkait.
Dampak terhadap Industri dan Desain Mobil Global
China merupakan pasar mobil terbesar sekaligus produsen EV terbesar di dunia. Karena itu, aturan ini akan memaksa para produsen, termasuk merek global seperti Tesla, BMW, dan Mercedes-Benz, untuk menyesuaikan desain mobilnya agar memenuhi regulasi China.
Perubahan desain ini diprediksi akan berdampak pada tren desain mobil secara global. Gagang pintu pop-up yang selama ini dianggap stylish dan aerodinamis mungkin akan mulai ditinggalkan demi aspek keselamatan. Produsen otomotif diprediksi akan mencari solusi baru dalam pengembangan gagang pintu yang tetap fungsional dan aman.
Tabel Peraturan Gagang Pintu di China untuk EV
| Kriteria | Ketentuan | Tujuan Utama |
|---|---|---|
| Gagang pintu eksterior | Ukuran minimal 60 mm x 20 mm | Mudah digenggam saat darurat |
| Tanda tuas pintu interior | Ukuran minimal 1 cm x 0,7 cm, jelas terlihat | Petunjuk buka pintu dalam keadaan darurat |
| Sistem pembuka pintu | Dilarang hanya mengandalkan tenaga elektrik | Memastikan keamanan dan kemudahan |
| Tenggat waktu | Berlaku Januari 2027, model baru hingga 2029 | Penerapan wajib |
Dengan berlakunya aturan ini, produsen kendaraan listrik harus memprioritaskan aspek keselamatan lebih tinggi pada desain gagang pintu. Pembatasan ini menunjukkan fokus pemerintah China pada perlindungan konsumen dan kesiapsiagaan evakuasi.
Larangan penggunaan gagang pintu elektrik juga menandai perubahan penting dalam industri otomotif global. Sementara estetika dan inovasi teknologi selalu menjadi daya tarik, faktor keselamatan tidak boleh diabaikan agar kejadian kecelakaan serupa tidak terulang.
Produsen otomotif di seluruh dunia diharapkan dapat segera menyesuaikan produk mereka sesuai regulasi China karena pengaruh pasar ini yang sangat besar. Hal ini sekaligus membuka peluang untuk inovasi gagang pintu mekanis yang lebih modern dan praktis.
Dengan demikian, larangan gagang pintu elektrik ini bukan hanya soal keamanan semata, melainkan juga bakal menjadi katalis perubahan besar dalam desain kendaraan listrik di masa depan.






