Penjualan grosir kendaraan energi baru (NEV) di China pada bulan Januari diperkirakan mencapai sekitar 900.000 unit. Angka tersebut menunjukkan kenaikan tipis sebesar 1% dibandingkan Januari tahun sebelumnya, menurut estimasi terbaru dari China Passenger Car Association (CPCA). Meski ada peningkatan tahun-ke-tahun, penjualan bulan ini mencatat penurunan tajam sebesar 42,42% dibandingkan bulan Desember sebelumnya yang mencapai 1,563,000 unit.
Penurunan signifikan bulan-ke-bulan ini dipicu oleh percepatan permintaan konsumen pada bulan Desember akibat berakhirnya kebijakan pembebasan pajak pembelian NEV. Konsumen yang berencana membeli kendaraan energi baru cenderung mempercepat pembelian mereka agar mendapatkan insentif tersebut, sehingga permintaan pada Januari menjadi tereduksi. CPCA mengungkapkan bahwa manufaktur dengan penjualan grosir NEV di atas 10.000 unit pada Desember lalu menyumbang 93% dari total penjualan NEV, dengan proyeksi penjualan gabungan mereka pada Januari sekitar 830.000 unit.
Rincian Penjualan dan Produsen Utama
NEV di China mencakup kendaraan listrik baterai (BEV), kendaraan hibrida plug-in (PHEV), dan kendaraan fuel cell. Laporan lengkap yang menampilkan data rinci per tipe kendaraan akan dirilis kemudian. Beberapa produsen besar turut berkontribusi besar pada pasar Januari:
- BYD mencapai penjualan 205.518 unit.
- Geely Auto menjual sebanyak 124.252 unit.
- Tesla di China membukukan penjualan 69.129 unit.
- Chery dengan 47.895 unit penjualan.
- Seres mencatat 40.012 unit.
Selain itu, produsen lain seperti Xiaomi EV, Leapmotor, Dongfeng, dan Changan juga menyumbang penjualan signifikan, masing-masing pada kisaran puluhan ribu unit.
Dampak Perubahan Pajak dan Subsidi
Memasuki tahun ini, pembeli kendaraan energi baru di China dihadapkan pada beban pajak pembelian sebesar 5%, setelah kebijakan pembebasan pajak berakhir. Kondisi ini berpotensi menurunkan minat beli konsumen secara jangka pendek. Di sisi lain, program subsidi penukaran kendaraan masih dalam tahap transisi sehingga pengaruhnya terhadap pasar NEV masih belum maksimal.
Tren Penjualan NEV Nasional
Data historis CPCA menunjukkan fluktuasi penjualan NEV sepanjang tahun sebelumnya dengan puncak penjualan terjadi di akhir tahun. Berikut gambaran penjualan grosir NEV penumpang di China yang diestimasikan per Januari untuk tiga tahun terakhir:
| Tahun | Penjualan Januari (unit) |
|---|---|
| 2024 | 689.000 |
| 2025 | 889.000 |
| 2026 (estimasi) | 900.000 |
Pertumbuhan tipis antara 2025 dan 2026 menunjukkan pasar NEV stabil meskipun ada tantangan seperti kenaikan pajak dan perubahan insentif. Namun, dibandingkan Desember 2025, penurunan drastis pada Januari 2026 menjadi sinyal penting bagi pelaku industri dalam menyesuaikan strategi pemasaran dan produksi.
Persaingan dan Posisi Pasar
BYD tetap menjadi pemimpin pasar NEV di China dengan penjualan tertinggi. Geely, Tesla, Chery, dan Seres juga menunjukkan eksistensi kuat di pasar domestik. Munculnya merek-merek baru seperti Xiaomi EV turut memperkaya persaingan dan memperluas pilihan konsumen.
Penjualan grosir NEV memberi gambaran awal kondisi pasar mobil listrik China yang kini menjadi barometer global dalam adopsi kendaraan ramah lingkungan. Tren perubahan kebijakan fiskal serta insentif akan terus menjadi faktor utama dalam dinamika pasar selama tahun ini.
Informasi lebih lengkap mengenai distribusi penjualan NEV per tipe dan merek diperkirakan dirilis oleh CPCA dalam waktu dekat. Hal ini akan memberikan gambaran lebih rinci terhadap perkembangan teknologi dan preferensi konsumen di pasar kendaraan energi baru terbesar di dunia.







