Pontiac pernah menghadirkan mobil sport turbo yang hampir terlupakan meskipun memiliki keistimewaan tersendiri. Mobil ini adalah Pontiac Solstice GXP, sebuah roadster ringan berpenggerak roda belakang yang muncul sebagai jawaban atas popularitas Mazda Miata dan rival GM lainnya selama era 2000-an.
Latar Belakang Pontiac dan Solstice
Pontiac adalah merek General Motors yang dikenal mengutamakan mobil-mobil yang bersifat enthusiast-friendly dengan harga yang terjangkau. Sayangnya, merek ini harus gulung tikar setelah krisis ekonomi dan kebangkrutan GM pada akhir dekade 2000-an. Sebelum itu terjadi, Pontiac meluncurkan Solstice sebagai bagian dari segmen mobil sport yang mengusung konsep klasik roadster ringan, minimal bobot, serta penggerak roda belakang. Solstice menjadi unik karena tampil berbeda dari saudara-saudaranya dalam keluarga GM, seperti Saturn Sky dan Opel GT yang banyak berbagi panel bodi.
Versi awal Solstice ditenagai oleh mesin empat silinder naturally aspirated 2.4 liter yang menghasilkan 177 tenaga kuda. Walau lebih kuat sedikit dari Miata saat itu, performanya masih belum revolusioner.
Kemunculan Pontiac Solstice GXP Turbo
Pada model tahun 2007, Pontiac memperkenalkan varian GXP yang menjadi titik balik performa untuk Solstice. Mesin 2.4 liter digantikan oleh unit 2.0 liter turbocharged yang sama dengan yang digunakan pada Chevy Cobalt SS dan HHR SS. Meski volumenya lebih kecil, tenaga melonjak hingga 260 hp dan torsi sebesar 260 lb-ft.
Menurut Car and Driver, versi GXP dapat mencapai 60 mph dalam waktu 5,6 detik. Kecepatan ini bahkan sedikit lebih cepat dibandingkan Porsche Boxster pada masa yang sama. Dengan bobot yang lebih ringan daripada kompetitor dan transmisi manual 5-percepatan, Solstice GXP menjadi sebuah paket menarik bagi penggemar mobil sport kecil berperforma.
Kelebihan dan Kekurangan Solstice GXP
Solstice GXP mendapat pujian karena handling-nya yang superior dibandingkan ekspektasi terhadap mobil keluaran GM saat itu. Felix Wong, pengulas otomotif, mengungkapkan bahwa gearbox model ini menyenangkan saat dikendarai. Namun, terdapat kekurangan yang mengurangi kenyamanan, khususnya sistem atap convertible yang seluruhnya manual kecuali tonnou cover yang beroperasi dengan tenaga listrik. Hal ini membuat pengguna harus turun dari mobil untuk membuka atau menutup atap saat turun hujan.
Untuk mengatasi hal ini, Pontiac juga menghadirkan varian kaum coupe dengan atap bajanya. Meski disebut coupe, mobil ini sebenarnya menggunakan atap targa yang bisa dilepas dan memiliki area kaca belakang menyerupai hatchback.
Solstice GXP Coupe yang Langka
Varian coupe ini justru menjadi salah satu versi Solstice yang paling langka. Hanya 1.266 unit yang berhasil diproduksi karena periode peluncurannya bertepatan dengan krisis ekonomi yang berimbas pada penghentian produksi Pontiac. Sebagai pembandingan, jumlah Solstice GXP Coupe lebih sedikit dibandingkan Porsche Carrera GT yang sangat terkenal.
Kelangkaan tersebut membuat harga bekasnya melambung tinggi di pasaran. Namun, jika berhasil menemukan unit dengan harga terjangkau, Solstice GXP Coupe menjadi pilihan yang sangat menarik, menawarkan performa dan sejarah otomotif yang unik.
Nilai Historis dan Keunikan Pontiac Solstice GXP
Pontiac Solstice GXP menonjol sebagai contoh mobil sport Amerika yang mampu tampil dengan performa tinggi dan pengendalian baik di kelasnya. Walaupun keberadaannya kini hampir terlupakan, model ini tetap menjadi catatan penting bagi penggemar mobil sport turbo berpenggerak roda belakang. Sosoknya yang langka dan keunggulan teknis membuatnya layak dikenang dan diburu oleh kolektor maupun pecinta otomotif.





