Iran mengalami penurunan hashrate Bitcoin sekitar 77% dalam satu kuartal terakhir, dari kira-kira 9 exahashes per second menjadi 2 EH/s. Penurunan ini terjadi setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel mengganggu infrastruktur listrik serta memaksa sekitar 427.000 mesin penambangan aktif berhenti beroperasi, menurut laporan Hashrate Index yang dikutip Ian Philpot dari Luxor Technology.
Dampaknya besar di tingkat regional, tetapi tidak mengguncang jaringan Bitcoin secara global. Total hashrate dunia tetap bertahan di dekat 1.000 EH/s, sehingga gangguan di Iran lebih tampak sebagai pergeseran geografis daya komputasi daripada kerusakan pada keamanan jaringan.
Gangguan Infrastruktur Jadi Pemicu Utama
Rantai dampaknya dimulai ketika serangan yang berlangsung sejak Februari menargetkan infrastruktur Iran secara luas. Kondisi itu menekan akses listrik andal bagi fasilitas penambangan industri yang sebelumnya beroperasi dengan lisensi pemerintah setelah Iran melegalkan penambangan Bitcoin pada 2019.
Iran sebelumnya membangun sektor ini dengan memanfaatkan listrik bersubsidi, termasuk dari pembangkit hidro, dan menjadikannya cara untuk memonetisasi energi di tengah sanksi ekonomi. Keuntungan biaya itu menyusut cepat ketika stabilitas jaringan listrik terganggu akibat konflik.
Mengapa Jatuhnya Hashrate Iran Tidak Mengguncang Jaringan Global
Philpot menilai dampak konflik tetap terbatas di dalam wilayah Iran. Ia juga menyebut risiko rambatan ke Uni Emirat Arab dan Oman sempat ada karena keterkaitan energi regional, tetapi hingga kini gangguan itu tidak meluas.
Berikut poin pentingnya:
- Iran kehilangan sekitar 7 EH/s dari kapasitas hashrate kuartal ke kuartal.
- Angka itu setara kurang dari 0,7% dari kapasitas jaringan global sebelum konflik.
- Jaringan Bitcoin mempertahankan hashrate global di sekitar 1.000 EH/s.
- Model proof-of-work Bitcoin memang dirancang agar daya tahan jaringan tidak bergantung pada satu wilayah.
Dengan struktur seperti itu, penurunan di satu negara lebih sering memindahkan lokasi penambangan daripada memutus keamanan jaringan. Itulah sebabnya angka global tetap stabil walau aktivitas di Iran terpukul berat.
Penyesuaian Kesulitan Bitcoin Menyerap Guncangan
Bitcoin memiliki algoritma penyesuaian difficulty yang berubah setiap 2.016 blok, atau sekitar dua minggu. Mekanisme ini menjaga waktu rata-rata pembuatan blok tetap sekitar 10 menit, meskipun hashrate naik atau turun.
Dalam kasus Iran, kehilangan 7 EH/s dinilai terlalu kecil untuk memicu gangguan besar pada interval blok maupun finalitas transaksi. Jaringan cukup menyerapnya dalam satu siklus penyesuaian tanpa efek keamanan yang berarti.
Tekanan Pasar Lebih Luas Masih Menjadi Faktor Utama
Di luar isu geopolitik, tekanan terbesar justru datang dari penurunan harga Bitcoin. Philpot mencatat rata-rata sederhana 30 hari hashrate global turun dari 1.066 EH/s pada kuartal sebelumnya menjadi sekitar 1.004 EH/s pada kuartal berjalan, atau turun 5,8% secara kuartalan.
Menurut data CoinGecko yang dikutip dalam laporan itu, Bitcoin jatuh lebih dari 45% dari rekor tertingginya di $126,000 yang tercapai pada Oktober. Tekanan harga ini membuat hash price turun ke level terendah dan mendorong sekitar 252 EH/s ASIC lama yang kurang efisien keluar dari jaringan global.
Perbandingan dengan Kasus China pada 2021
Situasi Iran sering dibandingkan dengan larangan tambang Bitcoin di China pada 2021, tetapi skala dampaknya jauh berbeda. Pada saat itu, China menyumbang sekitar 50% hingga 70% hashrate global dan kepergiannya memicu beberapa penyesuaian difficulty negatif berturut-turut sebelum kapasitas pindah ke Amerika Serikat dan Kazakhstan.
Berbeda dengan itu, hilangnya hashrate Iran jauh lebih kecil dan tidak memicu efek berantai serupa. Karena itu, penurunan di Iran lebih tepat dipandang sebagai kisah profitabilitas dan gangguan regional, bukan ancaman terhadap ketahanan jaringan Bitcoin secara keseluruhan.
Ringkasan Angka Penting
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Hasrate Iran sebelum penurunan | 9 EH/s |
| Hasrate Iran saat ini | 2 EH/s |
| Penurunan kuartalan | 77% |
| Mesin tambang terdampak | 427.000 unit |
| Hashrate yang hilang | 7 EH/s |
| Hasrate global | sekitar 1.000 EH/s |
| Rata-rata hashrate global 30 hari sebelumnya | 1.066 EH/s |
| Rata-rata hashrate global 30 hari saat ini | 1.004 EH/s |
| Penurunan hashrate global kuartalan | 5,8% |
| Seperangkat ASIC global yang diperkirakan offline | 252 EH/s |
Arah pasar berikutnya akan tetap bergantung pada stabilitas energi di Iran, keberlanjutan gencatan senjata dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran, serta pemulihan fasilitas penambangan yang terdampak. Namun selama hashrate global tetap mendekati 1.000 EH/s, penurunan Iran cenderung terus terbaca sebagai gangguan regional yang lebih banyak menggeser aktivitas penambangan daripada mengubah fondasi keamanan Bitcoin.







