IIMS 2026 Ungkap Pasar Otomotif Indonesia Bisa Lampaui Eropa Jika Pajak Turun dan Rasio Kepemilikan Meningkat

Pasar otomotif Indonesia menunjukkan potensi yang sangat besar untuk melampaui pasar otomotif di Eropa. Saat ini, penjualan mobil di Indonesia mencapai sekitar satu juta unit per tahun, tetapi peluang pasar sesungguhnya diyakini bisa mencapai hingga tujuh juta unit per tahun.

Menurut Constantinus Herlijoso, Sales & Channel Development Director Geely Auto Indonesia, jika rasio kepemilikan mobil di Indonesia bisa mendekati negara tetangga seperti Thailand, jumlah penjualan mobil per tahun bisa menembus tiga juta unit. Bahkan, jika level kepemilikan mobil bisa menyamai Malaysia, potensi pasar Indonesia menjadi lebih besar dari gabungan 18 negara di Eropa.

Rasio Kepemilikan Mobil yang Masih Rendah

Data dari International Organization of Motor Vehicle Manufacturers (OICA) pada 2024 menunjukkan rasio kepemilikan mobil di Indonesia hanya 99 unit per 1.000 penduduk. Angka ini jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya, seperti Malaysia yang memiliki rasio 490 unit per 1.000 penduduk, Thailand 275, dan Singapura 211. Hal ini menunjukkan bahwa penetrasi kendaraan pribadi di Indonesia masih terbuka luas.

Salah satu faktor utama yang menjadi hambatan adalah tingginya pajak kendaraan bermotor di Indonesia. Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), menjelaskan bahwa pajak yang tinggi menyebabkan harga mobil menjadi jauh lebih mahal di tangan konsumen. Sebuah mobil yang keluar dari pabrik dengan harga Rp 100 juta bisa mencapai Rp 150 juta ketika dijual ke konsumen karena tambahan pajak sebesar 50 persen.

Pajak Tinggi Hambat Daya Beli Masyarakat

Tingginya tarif pajak berdampak langsung pada penurunan daya beli masyarakat terhadap kendaraan pribadi. Ini menyebabkan rasio kepemilikan mobil di Indonesia tetap rendah walaupun jumlah penduduk mencapai sekitar 280 juta orang.

Berikut perbandingan rasio kepemilikan mobil di beberapa negara ASEAN per 1.000 penduduk:

  1. Indonesia: 99
  2. Malaysia: 490
  3. Thailand: 275
  4. Singapura: 211

Menekan biaya pajak menjadi kunci utama untuk meningkatkan daya beli dan mempercepat pertumbuhan pasar otomotif di Indonesia. Kebijakan fiskal yang lebih bersahabat dapat membuka akses lebih banyak kendaraan untuk konsumen kelas menengah.

IIMS 2026 sebagai Ajang Strategis

Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di JIExpo Kemayoran menjadi wadah penting untuk mengamati geliat pasar otomotif Indonesia. Pameran ini tidak hanya memperlihatkan produk terbaru dari berbagai produsen, tetapi juga menjadi indikator bahwa industri otomotif dalam negeri memiliki prospek pengembangan yang positif.

Pemerintah dan pelaku industri didorong untuk bersama-sama mengatasi tantangan pajak agar potensi pasar yang besar ini bisa direalisasikan. Upaya kolaboratif dapat mempercepat pertumbuhan dan membuat Indonesia menjadi pasar otomotif terdepan di kawasan Asia Tenggara bahkan lebih besar dibanding Eropa.

Peran Inovasi dan Teknologi

Selain pengurangan pajak, pengembangan teknologi otomotif seperti kendaraan listrik (EV) juga mendapat perhatian di IIMS 2026. Transisi ke kendaraan ramah lingkungan dipandang sebagai peluang baru yang dapat mendorong pertumbuhan industri otomotif Indonesia yang semakin berkelanjutan.

Pemanfaatan teknologi mutakhir dan kebijakan insentif untuk mobil listrik diperkirakan bakal menaikkan minat konsumen sehingga mempercepat adopsi kendaraan baru. Ini menjadi langkah strategis selain mengatasi masalah harga dan daya beli.

Potensi pasar otomotif Indonesia yang besar berpeluang mengubah lanskap industri kendaraan di kawasan. Apabila hambatan utama berupa pajak dapat direformasi dan inovasi teknologi terus didorong, Indonesia dapat menjadi pasar otomotif terbesar yang melampaui Eropa dan membuka era baru pertumbuhan industri otomotif nasional.

Terkait