Sering Ngantuk Saat Riding di Bulan Puasa Terapkan 3 Cara Mudah Ini Agar Fokus dan Nyawa Tetap Aman!

Bulan Ramadan membawa tantangan tersendiri bagi para pengendara motor yang harus tetap fokus di jalan meskipun sedang berpuasa. Rasa kantuk dan mudah lelah kerap muncul akibat perut kosong serta penurunan kadar gula darah. Kondisi ini berisiko memicu microsleep, yaitu kehilangan kesadaran sejenak yang bisa berujung kecelakaan fatal.

Oleh sebab itu, menjaga konsentrasi selama mengendarai sepeda motor sangat penting demi keselamatan. Berikut tiga langkah sederhana yang direkomendasikan oleh Muhammad Ali Iqbal, Safety Riding Supervisor Astra Motor Yogyakarta, untuk mengatasi rasa ngantuk saat riding di bulan puasa.

1. Manajemen Waktu Tidur yang Baik
Tidur yang cukup adalah fondasi utama agar tubuh tetap fit dan kepala tetap jernih. Selama Ramadan, waktu tidur sering terpotong untuk sahur dan ibadah malam, sehingga menyebabkan kurangnya istirahat. Solusinya, atur pola tidur dengan tidur lebih awal setelah tarawih untuk menutupi waktu tidur yang hilang di dini hari. Strategi ini membantu menekan rasa kantuk saat berkendara di siang hari.

2. Pilih Asupan Bergizi Saat Sahur dan Berbuka
Kualitas makanan sangat mempengaruhi stamina saat riding. Mengonsumsi menu sahur dan berbuka yang kaya karbohidrat kompleks, protein, dan buah segar dapat menyediakan energi yang lebih tahan lama. Nutrisi seimbang ini penting agar cadangan energi tubuh tetap optimal dan mental pengendara terjaga saat menghadapi perjalanan di bawah panas matahari.

3. Terapkan Jeda Istirahat dan Peregangan
Sebaiknya jangan mengendarai motor terus-menerus tanpa jeda. Setelah maksimal satu jam berkendara, berhentilah sejenak selama 10-15 menit. Manfaatkan waktu ini untuk melakukan peregangan otot dan relaksasi saraf. Peregangan membantu melancarkan peredaran darah dan mengurangi rasa pegal sehingga fokus bisa dipulihkan kembali.

Muhammad Ali Iqbal menegaskan bahwa menjaga konsentrasi adalah syarat mutlak berkendara aman, terutama saat tubuh mengalami perubahan akibat puasa. Jeda berkendara dan peregangan otot bukan hanya rekomendasi tapi kebutuhan penting untuk keselamatan di jalan.

Bila sudah merasa sangat mengantuk saat berkendara, jangan dipaksakan. Segera berhenti di tempat aman dan beristirahat sejenak daripada mengambil risiko kecelakaan. Keselamatan adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar, meskipun aktivitas berkendara harus berjalan seperti biasa di bulan puasa.

Dengan menerapkan tiga langkah sederhana ini, pengendara dapat tetap menjaga stamina dan fokus saat riding di bulan Ramadan. Istirahat cukup, nutrisi tepat, dan jeda berkendara membuat perjalanan menjadi lebih aman dan nyaman, sekaligus membantu menjalankan ibadah puasa dengan lancar. Tetap waspada dan prioritaskan keselamatan agar setiap perjalanan tetap penuh berkah tanpa hambatan.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.suara.com
Exit mobile version