
Kebijakan ganjil genap di Jakarta kembali diterapkan pada Selasa, 3 Maret 2026. Aturan ini bertujuan mengurangi kemacetan di jalan utama saat jam sibuk dengan membatasi kendaraan berdasarkan nomor pelat ganjil atau genap. Pada hari ganjil, kendaraan yang memiliki pelat nomor berakhiran ganjil diperbolehkan melewati ruas jalan tertentu.
Pemerintah menjalankan pembatasan ini dalam dua periode waktu, yaitu pagi dan sore hari, agar arus lalu lintas lebih lancar tanpa mengganggu aktivitas warga secara signifikan. Pada luar jam tersebut, semua kendaraan bisa melintas tanpa batasan pelat nomor. Sistem seperti ini memberikan fleksibilitas bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari seperti bekerja dan berbisnis.
Jadwal Penerapan Ganjil Genap
Penerapan aturan ganjil genap berlangsung pada waktu-waktu sibuk, yakni pukul 06.00 – 10.00 WIB pada pagi hari, dan 16.00 – 21.00 WIB pada sore sampai malam hari. Di luar jam tersebut, kendaraan tanpa memandang nomor pelat tetap bebas melintas di jalan yang terkena pembatasan.
Pembagian waktu ini dirancang agar distribusi kendaraan bisa terkelola dengan baik, meminimalkan kemacetan namun tetap mendukung mobilitas warga dan pengiriman logistik. Selain itu, jadwal yang tidak sepanjang hari diharapkan dapat menyesuaikan berbagai kebutuhan masyarakat Kota Jakarta.
Lokasi Ruas Jalan yang Terdampak
Pembatasan ini berlaku di ruas jalan strategis pusat ibu kota yang biasanya padat kendaraan, antara lain:
- Jalan Pintu Besar Selatan
- Jalan Gajah Mada
- Jalan Hayam Wuruk
- Jalan Majapahit
- Jalan Medan Merdeka Barat
- Jalan MH Thamrin
- Jalan Jenderal Sudirman
- Jalan Sisingamangaraja
- Jalan Panglima Polim
- Jalan Fatmawati
- Jalan Suryopranoto
- Jalan Balikpapan
- Jalan Kyai Caringin
- Jalan Tomang Raya
- Jalan Jenderal S Parman
- Jalan Gatot Subroto
- Jalan MT Haryono
- Jalan HR Rasuna Said
- Jalan DI Pandjaitan
- Jalan Jenderal A Yani
- Jalan Pramuka
- Jalan Salemba Raya (Barat dan Timur)
- Jalan Kramat Raya
- Jalan Stasiun Senen
- Jalan Gunung Sahari
Pembatasan juga meluas ke beberapa akses menuju gerbang tol dalam kota yang menjadi jalur utama kendaraan keluar masuk Jakarta. Salah satu contohnya adalah akses tol Jakarta–Tangerang dan gerbang tol di Slipi, Kuningan, Cawang, hingga Tebet.
Berikut ini beberapa rute akses gerbang tol yang terkena aturan ganjil genap:
- Jalan Anggrek Neli Murni menuju Tol Jakarta–Tangerang
- Off ramp tol Slipi / Palmerah / Tanah Abang menuju Jalan Brigjen Katamso
- Jalan Brigjen Katamso ke Gerbang Tol Slipi
- Off ramp Tol Tomang / Grogol ke Jalan Kemanggisan Utama
- Simpang Jalan Palmerah Utara menuju Jalan KS Tubun dan Gerbang Tol Slipi 1
- Jalan Pejompongan Raya menuju Gerbang Tol Pejompongan
- Off ramp Tol Slipi / Palmerah / Tanah Abang ke Jalan Tentara Pelajar
- Off ramp Tol Benhil / Senayan / Kebayoran ke Jalan Gerbang Pemuda
- Off ramp Tol Kuningan / Mampang / Menteng ke Simpang Kuningan
- Jalan Taman Patra ke Gerbang Tol Kuningan 2
- Off ramp Tol Tebet / Manggarai / Pasar Minggu ke Simpang Pancoran
- Simpang Pancoran ke Gerbang Tol Tebet 1
- Jalan Tebet Barat Dalam Raya ke Gerbang Tol Tebet 2
- Off ramp Tol Cawang / Halim / Kampung Melayu ke Simpang Jalan Otto Iskandardinata dan Jalan Dewi Sartika
Daftar tersebut belum mencakup seluruh lokasi, namun menggambarkan cakupan penyebaran pembatasan di titik-titik vital untuk menghindari penyumbatan kendaraan.
Kendaraan yang Dikecualikan dari Aturan
Ada beberapa jenis kendaraan yang tidak terpengaruh aturan ganjil genap guna memastikan pelayanan masyarakat tetap optimal. Pengecualian ini juga mendukung kebijakan lingkungan dan mobilitas penting. Kendaraan yang dikecualikan antara lain:
- Kendaraan listrik berbasis baterai, yang sejalan dengan percepatan elektrifikasi kendaraan di Indonesia
- Kendaraan dinas TNI dan Polri
- Ambulans dan mobil pemadam kebakaran
- Kendaraan tenaga kesehatan
- Angkutan umum dan taksi
Pengecualian bagi kendaraan listrik didorong sebagai langkah pemerintah mendukung transportasi ramah lingkungan. Hal ini sekaligus merangsang pertumbuhan kendaraan yang lebih hijau dan berkelanjutan di Ibukota dan sekitarnya.
Memahami jadwal dan lokasi penerapan ganjil genap Jakarta menjadi kunci agar pengendara dapat merencanakan perjalanan dengan lebih efisien. Kepatuhan pada aturan ini membantu memperlancar arus lalu lintas dan memperbaiki kualitas udara di wilayah perkotaan. Dengan persiapan rute yang tepat, distribusi kendaraan di jam padat bisa tercapai tanpa menghambat aktivitas utama warga.









