Mobil Xiaomi Terbakar di China Kecepatan 167 Km/Jam Pintu Tak Bisa Dibuka, Korban Terperangkap Dalam Drama Nyata Keselamatan Elektrik

Hasil investigasi resmi terkait insiden mobil Xiaomi yang terbakar di Chengdu mengungkap fakta mengejutkan tentang kegagalan sistem pintu yang menghambat penyelamatan pengemudi. Mobil tersebut diketahui melaju dengan kecepatan sangat tinggi, yakni sekitar 167 km/jam saat terjadi tabrakan yang kemudian memicu kebakaran hebat. Pengemudi, seorang pria berusia 31 tahun bernama Deng, tewas karena tidak mampu keluar dari kendaraan yang pintunya tidak bisa dibuka baik dari dalam maupun luar.

Kecepatan dan Kronologi Kecelakaan

Menurut laporan forensik yang dikutip dari majalah China Caixin, tiga detik sebelum kecelakaan, kecepatan mobil mencapai 203 km/jam. Saat menabrak kendaraan lain di depannya, kecepatan turun menjadi 167 km/jam, lalu saat menghantam pembatas jalan tengah, kecepatannya masih sekitar 138 km/jam. Pengemudi diduga mengemudi dalam kondisi terpengaruh alkohol, sehingga meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan serius. Kecelakaan ini terjadi dini hari sekitar pukul 03.00 di Jalan Tianfu Selatan, Chengdu.

Kegagalan Sistem Pintu Elektrik

Poin paling mengkhawatirkan dalam hasil investigasi adalah kegagalan mekanisme pintu mobil Xiaomi. Sistem pintu menggunakan mekanisme elektrik yang sepenuhnya bergantung pada sumber daya listrik tegangan rendah. Ketika terjadi tabrakan, sistem listrik tersebut kehilangan daya sehingga fungsi pembuka pintu otomatis terhenti. Bahkan mobil tidak dilengkapi pegangan pintu mekanis darurat yang dapat dioperasikan jika listrik padam.

Saksi mata di lokasi menyebutkan bahwa warga sekitar kesulitan membuka pintu mobil untuk menyelamatkan pengemudi. Dalam lima menit setelah kecelakaan, kendaraan terbakar ulang sebanyak tiga kali. Usaha memecahkan kaca untuk mengeluarkan pengemudi pun terbentur waktu dan kondisi yang semakin berbahaya. Rekaman video memperlihatkan gagal totalnya upaya orang-orang menolong, termasuk usaha membuka pintu dari dalam maupun luar mobil.

Desain Pegangan Pintu yang Membahayakan Keselamatan

Pemeriksaan di ruang pamer Xiaomi menunjukkan bahwa tuas pelepas mekanis darurat pada mobil tersebut sulit dijangkau. Pengguna harus mengulurkan tangan sepenuhnya melalui jendela untuk mengaktifkan tuas pelepas tersebut. Kondisi ini sangat tidak ideal dalam situasi darurat yang membutuhkan evakuasi cepat.

Kasus ini menjadi yang ketiga melibatkan kebakaran mobil Xiaomi tahun ini dan yang kedua terkait kegagalan pintu setelah kecelakaan. Insiden sebelumnya juga menimbulkan korban jiwa dan mengangkat perdebatan keselamatan mobil listrik.

Respons Regulasi Pemerintah China

Menanggapi masalah tersebut, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China telah menyusun standar baru yang mewajibkan setiap kendaraan memiliki pegangan pintu mekanis yang dapat berfungsi tanpa daya listrik. Aturan ini bertujuan memastikan pintu bisa dibuka secara manual dalam keadaan kegagalan daya maupun saat baterai kendaraan terbakar atau panas berlebih. Produsen diberikan tenggat waktu hingga 2027 untuk model baru dan 2029 untuk kendaraan yang sudah beredar.

Kontroversi dan Tuntutan Keluarga Korban

Keluarga korban menolak menyalahkan sepenuhnya pengemudi atas tragedi ini. Kuasa hukum mereka menilai kegagalan desain kendaraan menjadi faktor utama yang mempersulit upaya penyelamatan. Selain itu, keluarga masih meminta penyelidikan lanjutan terkait kemungkinan gangguan pada sistem pengereman maupun kontrol kendaraan sebelum kecelakaan.

Kasus ini membuka diskusi penting di ruang publik mengenai standar keselamatan mobil listrik, khususnya desain pintu dan mitigasi risiko kebakaran baterai saat terjadi tabrakan. Investasi lebih lanjut dalam teknologi keselamatan dinilai krusial demi menghindari kejadian serupa di masa mendatang.

Fakta Penting Hasil Investigasi Mobil Xiaomi Terbakar

  1. Mobil melaju hingga 203 km/jam tiga detik sebelum tabrakan.
  2. Kecepatan saat tabrakan pertama adalah 167 km/jam.
  3. Pintu mobil tidak bisa dibuka karena sistem listrik mati.
  4. Tidak ada pegangan pintu mekanis darurat yang mudah dijangkau.
  5. Kendaraan mengalami kebakaran berulang pasca tabrakan.
  6. Pengemudi diduga mengemudi dalam keadaan pengaruh alkohol.
  7. Regulasi baru di China mewajibkan pegangan pintu mekanis fungsional.
  8. Keluarga korban mendorong penyelidikan lanjutan terkait keselamatan kendaraan.

Kejadian ini menjadi peringatan serius bagi produsen kendaraan listrik untuk melakukan evaluasi desain keselamatan demi perlindungan pengemudi. Pemerintah dan masyarakat pun terus memantau langkah-langkah yang akan diambil guna memastikan standar keselamatan semakin ketat dan dapat menyelamatkan nyawa saat situasi darurat.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: voi.id
Exit mobile version