WeRide Gandeng Geely Bangun 2.000 Robotaxi 2026, Produksi Super Cepat Bersaing Kuasai Pasar Global Otomatisasi

Perusahaan teknologi mengemudi otonom asal Tiongkok, WeRide, memperkuat kerja sama strategisnya dengan Farizon, divisi kendaraan komersial dari Geely. Kedua perusahaan berencana memproduksi massal 2.000 unit robotaksi GXR pada tahun 2026 untuk pasar domestik dan internasional.

Robotaksi GXR terbaru ditargetkan mulai keluar dari lini produksi pada kuartal ketiga tahun 2026. Rencana besar ini menunjukkan percepatan signifikan dalam komersialisasi teknologi mengemudi otonom yang dikembangkan WeRide.

Produksi Cepat dengan Teknologi Geely Farizon

WeRide memanfaatkan sistem manufaktur dari Geely Farizon untuk mempercepat proses produksi. Waktu produksi per kendaraan direduksi drastis dari satu jam menjadi kurang dari sepuluh menit. Pengurangan waktu ini diharapkan mendukung target produksi besar-besaran yang telah ditetapkan.

Teknologi manufaktur canggih ini memungkinkan pabrik dapat menghasilkan kendaraan dengan kualitas tinggi secara efisien. Kerja sama tersebut juga menjadi fondasi penting bagi pengembangan bisnis robotaksi WeRide ke pasar global.

Keunggulan Teknologi Sensor GEN8

Setiap robotaksi GXR yang diproduksi dilengkapi dengan sistem sensor kendaraan otonom generasi kedelapan dari WeRide, yaitu GEN8. Sistem ini mengandalkan LiDAR utama dengan seribu saluran yang mampu memperbesar detail point cloud hingga 17 kali lipat.

Jarak deteksi sensor GEN8 mencapai hingga 600 meter, memberikan kemampuan penginderaan lingkungan yang sangat presisi. Peningkatan kualitas sensor ini mendukung keselamatan dan efektifitas operasional robotaksi dalam berbagai kondisi jalan.

Penurunan Biaya Produksi dan Ekspansi Global

WeRide mengantisipasi penurunan biaya produksi kendaraan baru sebesar 15 persen dibandingkan model sebelumnya. Efisiensi biaya diharapkan dapat mempercepat adopsi robotaksi secara luas.

Data perusahaan menunjukkan pada awal tahun 2026, jumlah armada robotaksi WeRide telah mencapai 1.023 unit secara global. Dengan tambahan 2.000 unit baru, total armada akan melampaui 2.600 kendaraan dalam setahun.

Perusahaan menargetkan membangun armada robotaksi besar-besaran yang mencapai puluhan ribu kendaraan pada tahun 2030 mendatang. Ekspansi global akan mencakup wilayah Tiongkok, Timur Tengah, Asia Tenggara, dan Eropa.

Status Operasi dan Peluncuran Layanan

Fleet robotaksi WeRide di Abu Dhabi hampir mencapai titik impas per kendaraan. Hal ini menunjukkan kemajuan positif dalam aspek bisnis dan operasional. Selain itu, operasi percobaan robotaksi di Singapura dijadwalkan resmi dibuka untuk umum mulai tanggal 1 April tahun ini.

Langkah-langkah tersebut mencerminkan kesiapan perusahaan dalam menerapkan solusi mobilitas otonom secara massal. Penetrasi pasar dan pengalaman operasional terus ditingkatkan secara paralel.

Rencana dan Tantangan ke Depan

Menggabungkan teknologi manufaktur Geely Farizon dengan inovasi sensor canggih, WeRide berambisi menjadi pemain utama di industri robotaksi global. Percepatan produksi dan pengembangan produk menjadi kunci keberhasilan ke depan.

Namun, tantangan seperti regulasi, adopsi pelanggan, serta keamanan sistem tetap perlu diatasi. Perusahaan mengandalkan strategi kolaborasi dan integrasi teknologi untuk menjawab kompleksitas tersebut.

Dengan komitmen besar terhadap produksi massal dan ekspansi internasional, rencana WeRide dan Geely Farizon akan membawa revolusi mobilitas otomatis. Fokus pada efisiensi, teknologi unggul, dan penetrasi pasar global menjadi unsur penting pengembangan robotaksi generasi berikutnya.

Source: cnevpost.com

Terkait