
Changan Automobile berhasil mencatatkan tonggak penting dengan mendapatkan izin resmi untuk mobil otonom Level 3 dari Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China (MIIT). Lisensi ini menandai bahwa kendaraan penumpang Changan dapat beroperasi secara otonom pada jalur satu lajur di jalan tol dan jalan layang di Chongqing.
Persetujuan ini menjadikan Changan sebagai salah satu merek otomotif China pertama yang memperoleh lisensi mengemudi otonom bersyarat. CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, menyatakan bahwa pencapaian ini bukan hanya kemenangan bagi perusahaan, tetapi juga kemajuan signifikan untuk industri otomotif global.
Pengujian Ekstensif dengan Jarak Tempuh Signifikan
Changan melakukan uji coba di jalan raya dunia nyata dengan jarak tempuh lebih dari 5 juta kilometer. Ini merupakan bagian dari proses validasi sistem yang komprehensif untuk memastikan keandalan dan keamanan teknologi otonom yang dikembangkan.
Dalam pengujian tersebut, sebanyak 185 skenario mengemudi telah dianalisis. Jumlah ini melebihi standar regulasi hingga 49 persen, termasuk pengujian pada berbagai kondisi ekstrem yang menantang kemampuan sistem. Data menunjukkan bahwa sistem Changan mampu mengenali skenario risiko kompleks setiap 38,9 km dalam batasan Operasional Desain Kondisi (ODC).
Software Defined Architecture (SDA) sebagai Pondasi Teknologi
Keberhasilan teknologi ini didukung oleh Software Defined Architecture (SDA) yang dikembangkan secara mandiri oleh tim Changan. SDA mengintegrasikan seluruh proses mulai dari desain sistem hingga produksi massal kendaraan.
Pendekatan SDA memungkinkan pembaruan perangkat lunak secara efektif yang meningkatkan kemampuan mobil otonom tanpa harus mengubah perangkat keras. Ini menegaskan kesiapan teknologi Changan dalam menghadirkan kendaraan pintar yang aman dan andal.
Fitur dan Implementasi Pengemudian Otonom Level 3
Pengemudian otonom Level 3 memungkinkan kendaraan untuk mengambil alih kontrol penuh di kondisi khusus. Pengemudi dapat menyerahkan tugas mengemudi kepada sistem tanpa harus terus menerus mengawasi kendaraan.
Namun, pengemudi tetap harus siap mengambil alih ketika sistem meminta intervensi atau dalam situasi yang belum bisa diatasi kendaraan. Sistem ini dirancang khusus untuk jalur tol dan jalan layang dengan persyaratan lalu lintas yang pasti dan kondisi lingkungan yang relatif stabil.
Dampak dan Potensi Pasar di Indonesia
Setiawan Surya menegaskan bahwa pencapaian ini menjadi fondasi kuat bagi Changan Indonesia dalam menghadirkan teknologi kendaraan pintar ke konsumen di Tanah Air. Teknologi otonom diperkirakan akan membawa transformasi besar dalam keselamatan berkendara dan efisiensi transportasi.
Selain itu, sertifikasi ini juga membuka peluang bagi pengembangan regulasi dan infrastruktur otomasi kendaraan di Indonesia. Dengan pengalaman dan teknologi global yang didapat dari pengembangan Changan, pasar dalam negeri bisa lebih siap menerima inovasi mobil cerdas.
Langkah Strategis Changan dalam Mobil Otonom
- Pemetaan dan pengujian real-world selama 5 juta km untuk menguji berbagai skenario ekstrem.
- Pengembangan teknologi SDA secara mandiri untuk fleksibilitas sistem dan pembaruan perangkat lunak.
- Kolaborasi dan pencapaian lisensi resmi dari otoritas pemerintah sebagai jaminan standar keamanan tinggi.
- Integrasi teknologi Level 3 yang fokus pada operasi di jalan tol dan jalan layang perkotaan.
Investor dan pelaku industri otomotif global saat ini sangat memperhatikan perkembangan ini. Terobosan teknologi otonom tingkat lanjut dari Changan menjadi bukti nyata bahwa produsen China semakin kompetitif di pasar internasional.
Dengan langkah ini, teknologi mobil otonom tidak hanya sebatas wacana, tetapi telah memasuki tahap komersialisasi yang pragmatis. Changan berupaya terus mengembangkan produk dengan standar keselamatan tinggi agar teknologi ini dapat dinikmati secara luas.
Inovasi mobil otonom Level 3 dari Changan membuka babak baru dalam mobilitas cerdas. Sistem pengemudian yang aman, efisien, dan canggih ini diharapkan dapat menginspirasi industri otomotif serta meningkatkan kualitas pengalaman berkendara di masa depan.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: voi.id








