Arus mudik Lebaran di wilayah Yogyakarta diperkirakan akan mengalami peningkatan signifikan, khususnya di jalur Tol Jogja-Solo. Pengelola jalan tol telah menyiapkan sejumlah langkah strategis agar lalu lintas tetap lancar, salah satunya melalui pengaturan khusus di ruas tol fungsional Prambanan–Purwomartani. Pengaturan ini menjadi perhatian utama demi mengurangi risiko kemacetan di kawasan pintu keluar tol selama periode mudik.
Perubahan penting dalam skema lalu lintas tahun ini berfokus pada akses kendaraan di ruas Prambanan–Purwomartani. Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, menegaskan bahwa sekarang jalur tol dari Solo yang sebelumnya hanya sampai Prambanan, sudah bisa menjangkau Purwomartani. Meskipun demikian, tidak semua kendaraan pemudik dapat memanfaatkan ruas tambahan Purwomartani ini.
Skema Akses Keluar dan Masuk Tol
Skema yang diterapkan menyatakan bahwa kendaraan dari arah barat atau utara, khususnya yang datang dari Jakarta atau Solo menuju Yogyakarta, hanya diizinkan keluar melalui Gerbang Tol Prambanan. Kendaraan ini tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan hingga Purwomartani. Sementara itu, ruas tol Purwomartani justru difokuskan sebagai pintu masuk kendaraan yang berasal dari Yogyakarta.
Kendaraan dari Yogyakarta yang hendak melanjutkan perjalanan menuju Solo, Surabaya, maupun Jakarta melalui jalur tol Trans Jawa akan diarahkan masuk ke tol via Gerbang Purwomartani. Arus keluar tetap di Prambanan. Kebijakan pembagian arus ini dilakukan sebagai upaya meminimalkan perpotongan arus dan potensi kemacetan pada titik-titik kritis di sekitar tol.
Alasan Prambanan Tetap Jadi Pintu Keluar Utama
Keputusan untuk tetap menjadikan Prambanan sebagai pintu keluar utama diperkuat dengan hasil evaluasi bersama pihak kepolisian. Apabila kendaraan dari arah Solo atau Kartasura keluar di Purwomartani, pengendara harus memutar arah untuk kembali ke jalur utama menuju Yogyakarta. Hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan kepadatan baru dan memperlambat arus mudik. Oleh sebab itu, rekomendasi dari Ditlantas memastikan bahwa konfigurasi tetap mengutamakan arus keluar Prambanan, demi menjaga kelancaran lalu lintas.
Potensi Penerapan One Way Lokal
Jasa Marga telah menyiapkan opsi penerapan one way atau jalur satu arah secara lokal di kawasan Purwomartani-Prambanan. Skema ini berfungsi untuk mencegah crossing atau perpotongan arus yang bisa memicu kemacetan. Menurut Direktur Utama Jasa Marga, pengaturan tersebut bertujuan membuat arus kendaraan tetap lancar dan tertata sepanjang jalur fungsional ini.
Pertimbangan Akses Baru dan Langkah Antisipasi
Rencana untuk membuka akses baru atau membedah jalan di sekitar lokasi tol sempat dipertimbangkan. Namun ide tersebut tidak direalisasikan karena dinilai berisiko memunculkan titik kepadatan baru di kawasan sekitar tol. Ditlantas menilai bahwa perubahan akses mendadak bisa memperumit manajemen arus kendaraan dan justru mengganggu kenyamanan pemudik.
Ringkasan Skema Tol Prambanan–Purwomartani Saat Mudik
Berikut tabel ringkas pengaturan akses masuk dan keluar di ruas tol ini saat periode mudik Lebaran:
| Arah Perjalanan | Pintu Masuk Tol | Pintu Keluar Tol |
|---|---|---|
| Jakarta/Solo ke Yogyakarta | Masuk lewat Solo/Kartasura – Prambanan | Keluar di Prambanan |
| Yogyakarta ke Solo/Surabaya/Jakarta | Masuk lewat Purwomartani | Keluar di Tol Trans Jawa |
Langkah-langkah antisipasi dan pengaturan lalu lintas telah disusun untuk memastikan kenyamanan serta keamanan pemudik. Jasa Marga bersama kepolisian akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi berkala selama periode mudik Lebaran berlangsung. Pemudik diimbau mengikuti skema lalu lintas yang telah ditetapkan, serta segera memperbarui informasi melalui kanal resmi pihak berwenang sebelum memulai perjalanan agar perjalanan mudik lancar dan aman hingga tujuan.
