
China mencatat penurunan signifikan dalam pemasangan baterai kendaraan listrik (EV) sebesar 24,6% secara tahunan menjadi 26,3 GWh pada bulan Februari. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh libur Tahun Baru Imlek yang berlangsung antara pertengahan hingga akhir bulan tersebut.
Libur panjang ini secara langsung menghambat produksi industri dan aktivitas pemasangan baterai. Data dari China Automotive Battery Innovation Alliance (CABIA) menunjukkan angka pemasangan baterai turun 37,4% dibandingkan Januari, yang mencapai 42,0 GWh.
Dominasi Baterai Lithium Iron Phosphate (LFP)
Baterai lithium iron phosphate (LFP) masih menjadi pilihan utama pasar dengan pemasangan mencapai 20,6 GWh pada Februari, menyumbang 78,3% dari total. Namun, angka ini turun 27,5% secara tahunan dan 36,9% dibandingkan bulan sebelumnya.
Sementara itu, baterai lithium ternary menyumbang 5,7 GWh dengan pangsa pasar 21,7%. Pemasangan baterai ternary mengalami penurunan sebesar 11,4% secara tahunan dan 39,1% bulan-ke-bulan.
Produksi Baterai Tetap Tumbuh
Meski pemasangan turun, produksi baterai masih menunjukkan pertumbuhan positif. Produksi gabungan baterai daya dan penyimpanan energi mencapai 141,6 GWh, naik 41,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, angka tersebut turun 15,7% dibanding bulan Januari.
Produksi baterai LFP naik 41,7% secara tahunan menjadi 114,6 GWh, meski terjadi penurunan 16,1% dari bulan sebelumnya. Untuk baterai ternary, produksi mencapai 26,9 GWh, naik 39,7% secara tahunan tetapi turun 13,8% secara bulanan.
Performa Ekspor Baterai
Di sisi ekspor, China mengirimkan total baterai daya dan penyimpanan energi sebesar 23,9 GWh di bulan Februari. Angka ini naik 13,2% dibandingkan tahun lalu, namun sedikit menurun 0,9% dari Januari.
Eksport baterai daya sendiri mencapai 16,9 GWh, melonjak 31,9% secara tahunan tetapi turun 4,6% dibanding bulan sebelumnya. Sebaliknya, ekspor baterai penyimpanan energi tercatat sebesar 7,0 GWh, turun 15,5% secara tahunan namun naik 9,3% dari Januari.
Data Perkembangan Bulanan dan Tren
Berikut rincian pemasangan baterai di China dari Januari hingga Februari tahun berjalan (dalam GWh):
- Januari: 42,0 (total), terdiri dari LFP 32,7 dan Ternary 9,4
- Februari: 26,3 (total), terdiri dari LFP 20,6 dan Ternary 5,7
Data tersebut menegaskan bahwa pengaruh libur Tahun Baru Imlek secara signifikan menurunkan keseluruhan pemasangan. Namun, tren jangka panjang pasar baterai EV masih tumbuh seiring dengan peningkatan produksi dan ekspor.
Dampak Libur Terhadap Industri Baterai
Libur Tahun Baru Imlek merupakan periode penting namun juga menjadi tantangan bagi industri baterai di China. Produksi dan pemasangan baterai sekaligus mengalami penurunan namun aktivitas produksi dalam skala tahunan tetap kuat.
Faktor pergeseran waktu libur tahun ini menjadi alasan utama ketidaksesuaian data tahun ke tahun, karena libur tahun lalu jatuh pada akhir Januari hingga awal Februari, memberi efek basis pembanding yang berbeda.
Industri baterai kendaraan listrik China masih menunjukkan ketangguhan dalam menghadapi gangguan sementara waktu. Dominasi baterai LFP yang dianggap efisien dan ekonomis memperkuat posisi pasar dalam memenuhi permintaan domestik dan ekspor.
Penurunan sementara pemasangan baterai pada bulan liburan ini memberikan gambaran bahwa momentum pasar akan kembali meningkat setelah aktivitas produksi dan pemasangan kembali normal. Dengan pertumbuhan produksi dan ekspor yang solid, industri baterai EV China tetap menjadi pemain utama global dalam transisi kendaraan listrik.
Source: cnevpost.com








