Pabrik BYD di Subang Hampir Rampung, Kejar Produksi Massal Mobil Made in Indonesia Mulai 2026

Author: Qoo Media

BYD mengungkapkan progres terbaru pembangunan pabrik perakitannya di Subang, Jawa Barat. Saat ini, kesiapan pabrik telah hampir mencapai tahap akhir, baik dari sisi teknis maupun jalur produksi.

Presiden BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menyatakan bahwa pabrik tersebut sudah mengantongi sertifikasi penting dari pemerintah sejak akhir tahun lalu. Proses uji coba produksi juga telah dilakukan di awal tahun untuk memastikan hasil produksi memenuhi standar global BYD.

“Pada kuartal pertama ini kami melaksanakan serangkaian pengujian dan penyelarasan produksi. Tujuannya agar setiap mobil yang diproduksi sesuai dengan standar global BYD,” ungkap Eagle. Hal ini menegaskan komitmen BYD dalam menjaga kualitas produk mereka.

Pabrik BYD yang dibangun dengan investasi sebesar Rp11,2 triliun memiliki kapasitas produksi mencapai 150 ribu unit setiap tahunnya. Nantinya, pabrik ini akan menjadi lokasi utama perakitan mobil listrik BYD di Indonesia.

Walaupun sudah melakukan sejumlah persiapan, Eagle belum memastikan kapan tepatnya produksi massal dimulai. “Kami ingin cepat menghadirkan produk made in Indonesia. Namun, kami masih menunggu waktu yang tepat untuk mengumumkan jadwal produksi resmi,” lanjutnya.

Berikut poin utama terkait pembangunan pabrik BYD di Subang:

1. Investasi mencapai Rp11,2 triliun dengan fokus produksi mobil listrik.
2. Kapasitas produksi pabrik sekitar 150 ribu unit per tahun.
3. Sertifikasi penting dari pemerintah sudah diperoleh akhir tahun lalu.
4. Uji coba produksi dimulai pada awal tahun untuk penyesuaian standar.
5. Produksi massal belum diumumkan, namun dijanjikan segera dilakukan.

Pembangunan pabrik perakitan ini sejalan dengan dukungan pemerintah Indonesia dalam mengembangkan industri kendaraan listrik nasional. Kehadiran pabrik BYD diharapkan dapat mempercepat ketersediaan produk EV buatan dalam negeri, sekaligus membuka lapangan pekerjaan.

Seiring rencana percepatan produksi, BYD berorientasi untuk menghasilkan lebih banyak unit mobil di Tanah Air. Hal ini juga akan menguatkan nilai ‘made in Indonesia’ dalam ekosistem kendaraan listrik Indonesia.

Secara strategis, pabrik raksasa ini akan memainkan peranan penting dalam mendukung target elektrifikasi kendaraan di pasar domestik. Keberadaan pabrik BYD juga menunjukkan kepercayaan investor global terhadap potensi industri otomotif Indonesia.

Dukungan regulasi pemerintah yang sudah berjalan membantu mempercepat proyek ini, salah satunya melalui kemudahan proses sertifikasi dan standarisasi. Ini menjadi modal utama BYD dalam menyiapkan jalur produksi yang efektif.

Dengan kondisi terkini, publik diharapkan terus memantau pengumuman resmi terkait produksi mobil BYD di Indonesia. Jadwal pastinya akan disampaikan segera setelah semua proses rampung dan siap diluncurkan ke pasar.

Perkembangan pabrik BYD di Subang menjadi salah satu tonggak penting dalam ekosistem kendaraan listrik Indonesia. Hal ini menjadi sinyal positif bagi percepatan transformasi industri otomotif nasional menuju era kendaraan ramah lingkungan yang berkelanjutan.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.cnnindonesia.com
Terbaru