Tennessee tengah mendorong legislasi yang mewajibkan ujian tertulis untuk mendapatkan SIM hanya dilakukan dalam bahasa Inggris. Rancangan Undang-Undang (RUU) ini bertujuan meningkatkan keselamatan jalan dengan memastikan pengemudi memahami instruksi dan rambu lalu lintas yang hanya tersedia dalam bahasa Inggris.
RUU tersebut mengatur bahwa pelamar SIM yang tidak lulus ujian bahasa Inggris masih bisa memperoleh SIM terbatas. Masa berlaku SIM terbatas diperpanjang menjadi 18 bulan, dengan izin berkendara hanya untuk keperluan tertentu seperti bekerja, bersekolah, mengantar anak ke daycare, konsultasi medis, dan mengunjungi tempat ibadah.
Perubahan pada Masa Berlaku SIM Terbatas
Sebelumnya, SIM terbatas hanya berlaku selama satu tahun. Namun, berdasarkan amandemen yang disetujui dalam komite DPR Tennessee, masa berlaku diperpanjang menjadi 18 bulan. Perluasan alasan perjalanan yang diperbolehkan juga direspon positif oleh pendukung RUU ini sebagai langkah realistis mengakomodasi kebutuhan sehari-hari pemegang SIM terbatas.
Rep. Kip Capley, pengusul RUU, menegaskan bahwa tanggung jawab belajar bahasa Inggris bukanlah kewajiban negara. Ia menyatakan bahwa mengemudi merupakan hak istimewa, bukan hak yang otomatis didapatkan, sehingga pelamar harus berusaha belajar untuk lulus ujian bahasa Inggris. Pernyataan ini mencerminkan pandangan bahwa standar bahasa Inggris penting demi keselamatan berkendara.
Kritik Terhadap RUU Bahasa Inggris untuk Ujian SIM
Meskipun dukungan dari beberapa kalangan, terdapat kekhawatiran serius dari pihak lain terhadap dampak RUU tersebut. Rep. Justin Pearson mengingatkan bahwa penghapusan tes dalam bahasa lain tanpa menyediakan sumber bantuan bisa menimbulkan hambatan besar bagi pemohon, terutama mereka yang sudah tinggal legal di Tennessee.
Pearson menilai kebijakan ini justru bisa mendorong lebih banyak pengemudi beroperasi tanpa SIM resmi. Kondisi tersebut dianggap berpotensi meningkatkan jumlah pengemudi tanpa asuransi dan menurunkan tingkat keselamatan jalan raya. Ia juga menyayangkan bahwa RUU ini tidak berasal dari inisiatif departemen keselamatan negara bagian, yang merupakan instansi teknis terkait ujian berkendara.
Dukungan dan Proses Legislasi Selanjutnya
RUU ini mendapatkan persetujuan mayoritas dalam Komite Transportasi DPR Tennessee dengan hasil voting 16-3. Selanjutnya, rancangan ini dibahas di Subkomite Keuangan dan Cara serta Sarana untuk menentukan apakah RUU tersebut akan diajukan ke sidang lebih luas dan menjadi undang-undang.
Beberapa negara bagian lain di Amerika Serikat sudah menerapkan kebijakan serupa yang mengharuskan ujian SIM berbahasa Inggris. Contohnya, Florida telah melarang ujian SIM dalam bahasa non-Inggris, dengan alasan keselamatan sebagai prioritas utama.
Faktor yang Perlu Dipertimbangkan dalam Kebijakan Bahasa Inggris Ujian SIM
Pelajaran dari negara lain menunjukkan pentingnya langkah pendukung, seperti:
- Menyediakan kelas atau bimbingan bahasa Inggris khusus bagi pelamar SIM.
- Memberikan materi pembelajaran yang mudah diakses serta gratis atau terjangkau.
- Menyediakan pendamping resmi selama proses pembelajaran maupun saat ujian.
- Memastikan kebijakan ini tidak diskriminatif dan tetap memperhitungkan keberagaman penduduk.
Tanpa dukungan tersebut, kebijakan bahasa Inggris eksklusif justru berisiko memperlebar jurang akses bagi penduduk yang masih berproses beradaptasi dengan bahasa Inggris. Hal ini juga bisa menimbulkan konsekuensi tidak diharapkan berupa meningkatnya pengemudi tanpa izin yang legal, sehingga menimbulkan tantangan bagi upaya keselamatan dan pengelolaan lalu lintas di Tennessee.
RUU Tennessee menjadi contoh nyata tantangan keseimbangan antara penerapan standar bahasa untuk keselamatan dan kebutuhan sosial penduduk multi-bahasa. Keputusan final akan sangat bergantung pada hasil diskusi di subkomite keuangan dan pertimbangan tambahannya dalam aspek keadilan dan efektivitas kebijakan tersebut.
Source: www.carscoops.com






