
Keberadaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Tol Jakarta–Cikampek kini menjadi solusi penting bagi pengguna mobil listrik. Sepanjang jalur tol sepanjang 73 kilometer ini, sudah tersedia fasilitas pengisian daya yang tersebar di beberapa rest area strategis.
Memasuki masa mudik tahun 2026, para pengemudi mobil listrik dapat memanfaatkan fasilitas SPKLU yang dibangun melalui kerja sama PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PLN. Fasilitas beroperasi 24 jam ini bertujuan untuk mendukung perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, khususnya di jalur utama menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Daftar Lokasi SPKLU di Tol Jakarta–Cikampek
SPKLU tersedia di tujuh rest area utama dengan total 21 unit pengisian yang siap digunakan oleh pengguna kendaraan listrik. Berikut daftar lokasi lengkapnya:
- Rest Area KM 6B: 4 unit SPKLU
- Rest Area KM 19A: 2 unit SPKLU
- Rest Area KM 19B: 2 unit SPKLU
- Rest Area KM 39A: 2 unit SPKLU
- Rest Area KM 42B: 3 unit SPKLU
- Rest Area KM 57A: 4 unit SPKLU
- Rest Area KM 62B: 4 unit SPKLU
Setiap rest area menawarkan berbagai kapasitas pengisian daya yang berbeda, sehingga pengemudi dapat menyesuaikan lokasi berhenti dengan kebutuhan pengisian baterainya.
Rincian Kapasitas Charging di Masing-Masing Rest Area
- Rest Area KM 6B menyediakan AC Charging 22 kW, DC Charging 25 kW, dan Ultra Fast Charging 200 kW.
- Rest Area KM 19A dan KM 19B masing-masing memiliki DC Charging dengan kapasitas 24 kW dan 50 kW.
- Rest Area KM 39A dan KM 42B menyediakan DC Fast Charging 50 kW.
- Rest Area KM 57A dan KM 62B menawarkan kombinasi AC Charging 22 kW, DC Charging 50 kW, dan Ultra Fast Charging 200 kW.
Dengan variasi ini, pemilik kendaraan listrik bisa memilih metode pengisian yang paling sesuai dengan waktu dan kapasitas baterai.
Jenis Metode Pengisian Daya di SPKLU
Pengisian daya di SPKLU Tol Japek terdiri dari tiga jenis utama:
- AC Charging menggunakan arus bolak-balik dengan daya sekitar 22 kW. Metode ini cocok untuk pengisian standar saat pengguna beristirahat.
- DC Fast Charging memakai arus searah dengan kapasitas 24 kW hingga 50 kW. Cara ini memungkinkan proses pengisian lebih cepat dari AC Charging.
- Ultra Fast Charging dengan kapasitas hingga 200 kW, tersedia di rest area KM 6B, KM 57A, dan KM 62B. Ini merupakan metode pengisian tercepat yang sangat membantu pemudik agar waktu berhenti lebih singkat.
Keberadaan tiga metode ini memberikan fleksibilitas dan efisiensi pengisian bagi pengguna mobil listrik dalam perjalanan jarak jauh.
Tips Efektif Memanfaatkan SPKLU Saat Mudik
Untuk perjalanan mudik 2026 yang lancar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi pemilik mobil listrik saat menggunakan SPKLU di Tol Japek:
- Rencanakan terlebih dahulu titik pengisian daya agar tidak kehabisan baterai.
- Pastikan baterai tersisa minimal 20-30% saat mencari SPKLU untuk menghindari kehabisan daya di perjalanan.
- Gunakan aplikasi resmi seperti PLN Mobile guna mengecek ketersediaan charger secara real-time sebelum berhenti.
- Manfaatkan waktu istirahat untuk mengisi daya, sehingga perjalanan dapat berlanjut dengan baterai penuh.
Dengan perencanaan matang dan pemanfaatan fasilitas yang tersedia, pengguna kendaraan listrik akan lebih mudah menikmati perjalanan mudik menggunakan jalur Tol Jakarta–Cikampek.
Pengembangan SPKLU di Tol Japek ini menunjukkan komitmen pemerintah dan perusahaan terkait dalam mendukung transisi kendaraan ramah lingkungan. Fasilitas ini tidak hanya memberikan solusi praktis untuk pengisian daya, tapi juga mempercepat adopsi teknologi kendaraan listrik di Indonesia.
Bagi pemudik kendaraan listrik, mengenal lokasi dan tipe pengisian daya di setiap rest area sangat penting agar perjalanan tetap aman dan nyaman. Terlebih dengan tersedianya Ultra Fast Charging di titik-titik utama, waktu istirahat dapat digunakan secara efektif tanpa menunda terlalu lama waktu perjalanan.









