BYD tengah dikabarkan serius mempertimbangkan untuk terjun ke ajang balap Formula 1 (F1). Langkah ini dipandang sebagai strategi BYD untuk memperkuat eksposur merek di panggung global dan mengikuti tren produsen otomotif yang mengandalkan balap sebagai sarana inovasi dan pemasaran.
Menurut laporan dari CarNewsChina, BYD sedang dalam tahap pembicaraan awal terkait kemungkinan partisipasi di F1. Jika terealisasi, BYD berpotensi menjadi pesaing tim-tim mapan seperti Ferrari dan McLaren.
Transformasi Strategi BYD Menuju Elektrifikasi
Keinginan BYD untuk bergabung di F1 muncul setelah perusahaan ini menghentikan produksi kendaraan bermesin pembakaran internal sejak Maret lalu. Fokus BYD kini sepenuhnya tertuju pada pengembangan kendaraan elektrifikasi, baik Battery Electric Vehicle (BEV) maupun Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
Ajang F1 dengan regulasi baru yang mulai berlaku pada musim 2026 semakin sejalan dengan visi BYD. Regulasi tersebut menuntut peningkatan porsi tenaga listrik pada unit daya mobil balap. Diperkirakan sekitar 50 persen tenaga akan dihasilkan dari motor listrik, khususnya melalui komponen MGU-K (Motor Generator Unit – Kinetic) yang dapat menghasilkan hingga 350 kW.
Teknologi dan Produk Unggulan yang Bisa Diadopsi BYD
BYD kemungkinan besar akan memanfaatkan teknologi dari lini premium mereka, yakni merek Yangwang. Diluncurkan pada Januari, Yangwang memposisikan diri sebagai brand kelas atas dengan produk unggulan Yangwang U9. Model ini menggunakan platform e⁴ dengan empat motor listrik independen yang mampu menghasilkan total tenaga sebesar 960 kW atau setara 1.287 HP.
Performa tinggi Yangwang U9 tidak hanya dilihat dari kekuatan tenaga, tapi juga akselerasinya yang luar biasa. Mobil ini mampu melesat dari 0–100 km/jam dalam waktu sekitar 2,3 detik, bahkan terdapat versi ekstrem yang diklaim menghasilkan tenaga hingga 3.000 HP. Teknologi ini bisa menjadi pondasi penting jika BYD benar-benar memasuki dunia balap F1.
Pilihan Bergabung atau Akuisisi Tim
Hingga saat ini belum ada kepastian skema BYD untuk masuk ke F1. Ada beberapa kemungkinan, yaitu BYD akan bergabung sebagai tim ke-12 yang baru, atau mengambil alih salah satu tim yang sudah ada. Alpine, yang saat ini dimiliki oleh Renault, disebut-sebut sebagai tim yang berpotensi diakuisisi.
Skenario ini sejalan dengan tren beberapa produsen besar yang masuk ke dunia balap melalui berbagai metode, seperti debut Cadillac pada F1 yang didukung oleh General Motors. Langkah tersebut menunjukkan balap sebagai platform penting untuk teknologi dan brand awareness di kancah global.
Potensi Ekspansi ke Ajang Balap Lain
Selain Formula 1, BYD juga dikabarkan menimbang untuk terjun ke World Endurance Championship (WEC). Ajang ini termasuk balapan ketahanan legendaris 24 Hours of Le Mans yang menawarkan tantangan dan sorotan internasional besar. Keseriusan ini mencerminkan ambisi BYD melebar ke berbagai kompetisi balap kelas dunia.
Produsen otomotif China lainnya juga mulai menunjukkan minat di dunia motorsport internasional. Contohnya, Chery sedang mempertimbangkan keikutsertaan di Le Mans, sementara Nio sudah lama eksis di Formula E selama lebih dari satu dekade. Tren ini mengindikasikan bahwa kendaraan listrik dan teknologi tinggi semakin mendapat tempat dalam dunia balap modern.
Dengan regulasi F1 yang semakin condong ke teknologi hibrida dan tenaga listrik, langkah BYD untuk masuk ke ajang ini bukan hanya soal prestise, tapi juga panggung inovasi teknologi masa depan. Jika berhasil, pengaruh BYD dalam dunia balap bisa menjadi jembatan pengembangan teknologi kendaraan listrik yang lebih maju serta memperkuat posisi merek asal China ini di mata dunia.
