VinFast Bangun Pabrik Di AS Meski Terjual Kurang Dari 1.500 Mobil, Berani Ambil Risiko Besar?

Author: Qoo Media

VinFast, produsen mobil asal Vietnam, menghadapi tantangan besar di pasar mobil listrik (EV) Amerika Serikat. Meskipun jumlah mobil yang terjual di AS kurang dari 1.500 unit pada tahun sebelumnya, perusahaan ini tetap melanjutkan rencana pembangunan pabrik di North Carolina. Pabrik tersebut awalnya diumumkan pada Maret 2022 dan dijadwalkan mulai beroperasi pada pertengahan 2024, namun tertunda dan sempat dihentikan selama lebih dari 18 bulan.

Saat ini, VinFast mengonfirmasi bahwa konstruksi pabrik di North Carolina akan dilanjutkan tahun ini dengan target produksi dimulai pada 2028. Selain AS, perusahaan juga berencana membuka fasilitas produksi di India dan Indonesia untuk memperluas jangkauan pasar global. Langkah ini menunjukkan upaya serius VinFast mengukuhkan posisinya di industri otomotif internasional meski menghadapi tantangan.

Perkembangan Penjualan Global VinFast

Penjualan VinFast di luar AS menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan. Pada kuartal keempat 2025, VinFast menjual sebanyak 86.557 unit kendaraan, mencatatkan kenaikan 127 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Secara tahunan, penjualan naik 63 persen. Total kendaraan yang terjual pada 2025 mencapai 196.919 unit, dua kali lipat dari angka di 2024.

Pendapatan perusahaan meningkat 138,9 persen secara tahunan pada kuartal keempat, mencapai 39,4 triliun dong atau sekitar 1,5 miliar dolar AS. Namun, perusahaan masih merugi dengan kerugian bersih di kuartal keempat sebesar 35,2 triliun dong atau 1,3 miliar dolar AS, naik 15 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Ini menggambarkan masih tingginya biaya operasional dan investasi di tengah ekspansi agresif.

Strategi Ekspansi dan Tantangan Pasar AS

VinFast menyatakan komitmennya untuk memperluas kehadiran di pasar global dengan fokus pada Eropa, Asia, Timur Tengah, dan Afrika. Strategi ini sejalan dengan visi induk perusahaan, Vingroup, yang membangun ekosistem dan kemitraan global guna mendukung pertumbuhan internasional VinFast.

Di sisi lain, penetrasi VinFast di Amerika Serikat tetap sangat kecil dan penuh tantangan. Model mobil VF 8 dan VF 9 yang dijual di pasar AS banyak mendapat kritik. Kasus hukum juga muncul, khususnya terkait klaim kecepatan pengisian dayanya. Misalnya, pemilik VF 8 mengajukan gugatan karena kecepatan pengisian DC hanya mencapai di bawah 2 kW, padahal dipromosikan mampu mendukung hingga 6,6 kW. Kondisi ini menyebabkan pengisian baterai bisa memakan waktu lebih dari 24 jam, jauh dari ekspektasi konsumen.

VinFast di Pasar AS: Fakta Penting

  1. Penjualan mobil VinFast di AS tahun lalu kurang dari 1.500 unit.
  2. Rencana pembuatan pabrik di North Carolina sempat ditunda selama 18 bulan.
  3. Konstruksi pabrik akan dilanjutkan tahun ini dengan target produksi tahun 2028.
  4. Penjualan global VinFast melonjak 127 persen kuartal keempat 2025 dan 63 persen secara tahunan.
  5. Pendapatan tahunan naik 138,9 persen, tetapi kerugian bersih juga meningkat 15 persen.
  6. Model VF 8 dan VF 9 menghadapi keluhan serius terkait performa dan pengisian baterai di AS.

VinFast tetap optimis dengan rencana ekspansi globalnya, menyesuaikan strategi dan meningkatkan produk agar dapat bersaing di pasar otomotif dunia. Meskipun brassketing dan penjualan di AS masih minim, perusahaan tidak mundur dan berupaya memperbaiki kualitas produknya sebelum pabrik beroperasi. Ini menandakan bahwa VinFast serius membangun fondasi kuat untuk kehadirannya di pasar mobil listrik terbesar dunia.

Source: www.carscoops.com
Terbaru