Kenaikan harga bahan bakar akibat konflik di Timur Tengah membuat banyak pengendara mencari cara untuk menghemat penggunaan bahan bakar. Harga bensin di Amerika Serikat telah naik menjadi sekitar $3,72 per galon, mengalami peningkatan sekitar 25% sejak awal konflik. Untuk mengatasi lonjakan biaya ini, para ahli memberikan beberapa rekomendasi praktis yang dapat membantu pengendara memperpanjang jarak tempuh bahan bakar kendaraan mereka.
Salah satu cara paling sederhana adalah memastikan tekanan angin ban kendaraan selalu sesuai dengan standar pabrik. Departemen Energi AS menyatakan bahwa tekanan ban yang tepat dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar hingga 3%, bahkan beberapa sumber menyebut angka ini bisa mencapai 10%. Tekanan ban yang kurang dari standar meningkatkan hambatan gesekan yang membuat mesin bekerja lebih keras, sehingga bahan bakar cepat habis.
Pastikan Tekanan Ban Sesuai
- Cari informasi tekanan yang dianjurkan melalui stiker pada pintu pengemudi atau buku manual kendaraan.
- Gunakan alat pengukur tekanan ban secara rutin, terutama sebelum melakukan perjalanan jauh.
- Tambahkan angin jika tekanan ban berada di bawah standar guna menghindari konsumsi bahan bakar berlebih.
David Bennett, manajer senior otomotif dari AAA, menjelaskan bahwa ban dengan tekanan tepat membuat kendaraan melaju lebih mulus dan memungkinkan akselerasi yang efisien. Pengendara dapat merasakan perbedaan performa sekaligus penghematan bahan bakar.
Kurangi Kecepatan di Jalan Tol
Kecepatan kendaraan berbanding terbalik dengan efisiensi bahan bakar, artinya semakin cepat mobil melaju di jalan tol, semakin banyak bahan bakar yang terpakai. Sean Tucker dari Kelley Blue Book menyebut bahwa kecepatan ideal agar bahan bakar lebih hemat adalah sekitar 65 mil per jam. Kecepatan ini menjadi titik optimal efisiensi mesin sebagian besar mobil modern.
Penelitian AAA menunjukkan bahwa menurunkan kecepatan berkisar 5-10 mph (sekitar 8-16 km/jam) bisa meningkatkan jarak tempuh bahan bakar hingga 14%. Penggunaan cruise control sangat dianjurkan untuk menjaga kecepatan stabil di jalan bebas hambatan dan menghindari percepatan mendadak yang boros bahan bakar.
Hindari Percepatan dan Pengereman Mendadak
Mengemudi dengan gaya agresif seperti sering mengerem mendadak atau berakselerasi secara cepat dapat menurunkan efisiensi konsumsi bensin hingga 30% di jalan tol, dan bahkan hingga 40% saat kondisi lalu lintas padat. Departemen Energi AS mengingatkan bahwa menjaga kecepatan konstan dan halus jauh lebih efisien.
Mackenzie Raetz dari Penny Hoarder menyarankan supaya pengemudi memanfaatkan momentum untuk melambat secara bertahap saat mendekati lampu merah atau rintangan lain. Teknik ini dikenal sebagai coasting to a stop. Dengan membiarkan mobil melambat secara alami tanpa injak rem terlalu keras, bahan bakar dapat dihemat secara signifikan.
Berbagai langkah tadi bisa diterapkan sehari-hari untuk mengurangi dampak kenaikan harga bahan bakar yang dipicu oleh situasi geopolitik. Efisiensi kendaraan akan meningkat tanpa perlu mengandalkan teknologi baru atau pengeluaran besar. Pengendara yang rajin mengecek tekanan ban, menjaga kecepatan stabil di jalan tol, serta praktik mengemudi halus dapat merasakan manfaatnya secara langsung pada pengeluaran bahan bakar.
Disarankan juga untuk selalu memonitor kondisi kendaraan secara keseluruhan, karena perawatan yang baik turut mendukung bahan bakar tidak cepat habis. Bersiap menghadapi harga bahan bakar yang kemungkinan akan tetap tinggi, langkah-langkah sederhana ini sangat penting untuk menjaga biaya berkendara tetap terkendali.
