Penjualan mobil dengan mesin pembakaran internal (ICE) di Eropa anjlok sebesar 23% hanya dalam satu bulan. Sementara itu, permintaan mobil listrik (EV) melesat pesat, mendekati pangsa pasar mobil bensin yang selama ini dominan. Data dari Asosiasi Produsen Mobil Eropa (ACEA) menunjukkan tren ini sebagai bagian dari pergeseran besar menuju kendaraan ramah lingkungan.
Penurunan drastis penjualan mobil bensin terjadi di banyak negara penting Eropa. Contohnya, di Prancis, penurunan mencapai hampir 49%, diikuti oleh Jerman yang turun sekitar 23%. Di Spanyol dan Italia, penurunan masing-masing mencapai lebih dari 20% dan hampir 19%. Secara keseluruhan, ICE yang biasanya mendominasi kini harus berbagi pangsa pasar dengan mobil listrik dan hibrida yang semakin menguat.
Lonjakan Penjualan Mobil Listrik
Pangsa pasar EV di kawasan Uni Eropa, Inggris, dan EFTA tercatat hampir mencapai 19% untuk dua bulan pertama tahun ini. Bandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yang hanya sekitar 15%. Total mobil listrik baru yang didaftarkan mencapai lebih dari 312 ribu unit. Negara seperti Prancis dan Jerman memberikan kontribusi signifikan dengan meningkatnya penjualan mobil listrik masing-masing sekitar 39% dan 26%.
Peningkatan ini didorong oleh hadirnya model EV yang lebih terjangkau serta program insentif nasional yang masih berlangsung. Namun, tidak semua negara mengalami pertumbuhan penjualan EV. Belanda bahkan mencatat penurunan penjualan EV lebih dari 34%, sementara Belgia turun sekitar 11%. Kondisi ini mengindikasikan dinamika pasar yang kompleks dan bervariasi antarnegara.
Dominasi Hybrid dan Kenaikan PHEV
Mobil hybrid masih menjadi pilihan utama pembeli kendaraan baru di Eropa. Mereka menguasai hampir 39% pasar, mengungguli mobil bensin yang sekarang hanya mencatat sekitar 22,5%. Jika digabungkan dengan mobil plug-in hybrid (PHEV), kendaraan dengan sistem penggerak listrik total menguasai sekitar 67% pasar otomotif Eropa pada bulan Februari, naik dari 58,5% tahun lalu.
Berikut adalah pangsa pasar kendaraan berdasarkan jenis penggeraknya:
- Hybrid (HEV): 38,7%
- Battery-Electric Vehicle (EV): 18,8%
- Plug-in Hybrid (PHEV): 9,8%
- Bensin (ICE): 22,5%
- Diesel: 8,1%
- Lainnya: 2,2%
PHEV mengalami peningkatan signifikan, terutama di Italia, Spanyol, dan Jerman dengan kenaikan penjualan masing-masing lebih dari 100%, 70%, dan 23%. Diesel, sebaliknya, terus kehilangan pangsa pasar dengan penurunan sekitar 18%.
Persaingan Ketat di Segmen EV
Dua merek mobil listrik terbesar di Eropa, Tesla dan BYD, bersaing ketat. Tesla mencatat kenaikan penjualan hampir 12% dibanding tahun lalu, mengakhiri periode penurunan yang cukup lama. Namun, penjualan BYD justru melampaui Tesla dengan peningkatan lebih dari dua kali lipat, menunjukkan tekanan kompetitif yang meningkat di segmen ini. Keduanya memiliki pangsa pasar sebesar 1,8% pada periode ini.
Faktor Pendukung Perubahan Pasar
Kenaikan harga minyak dunia akibat konflik di wilayah Timur Tengah, khususnya Iran, berpengaruh besar pada percepatan adopsi mobil listrik. Insentif pemerintah dan kebijakan lingkungan yang semakin ketat juga memotivasi konsumen untuk beralih dari ICE ke EV. Hal ini diharapkan terus mendorong transformasi pasar otomotif Eropa dalam beberapa waktu ke depan.
Meski total pendaftaran mobil baru di kawasan Eropa hanya naik sedikit, yaitu sekitar 1,7%, yang sebesar itu merupakan hasil dari lonjakan teknologi kendaraan ramah lingkungan. Pergeseran ini menandakan peralihan yang substansial di preferensi konsumen, sekaligus refleksi dari perubahan regulasi pemerintah di seluruh benua.
Dengan tren ini, mobil listrik diperkirakan akan melanjutkan kenaikan pangsa pasar mereka dan mungkin akan menyalip kendaraan bensin dalam waktu dekat. Produsen mobil besar kini dituntut fokus lebih besar pada pengembangan dan produksi kendaraan listrik untuk memenuhi permintaan yang tumbuh pesat.
