Li Auto Balik Beli Sahamnya Sendiri, Langkah Pertama Saat Penjualan dan Saham Tertekan

Li Auto meluncurkan program pembelian kembali saham senilai hingga $1 miliar di tengah pelemahan harga saham yang berlangsung panjang. Langkah ini menjadi buyback pertama perusahaan sejak melantai di bursa AS pada Juli lalu saat IPO-nya berlangsung pada 2020.

Keputusan tersebut muncul ketika penilaian pasar terhadap Li Auto tertekan oleh penurunan pengiriman kendaraan dan persaingan ketat di industri kendaraan listrik China. Bagi investor, buyback ini dibaca sebagai upaya manajemen untuk menahan tekanan valuasi sekaligus mengirim sinyal kepercayaan terhadap prospek bisnis jangka menengah.

Buyback pertama sejak tercatat di AS

Dalam pernyataan resmi perusahaan, dewan direksi Li Auto menyetujui rencana pembelian kembali saham hingga $1 miliar. Program itu berlaku sejak tanggal persetujuan hingga 31 Maret 2027 dan akan dibiayai dari kas yang sudah dimiliki perusahaan.

Data laporan keuangan menunjukkan Li Auto memiliki kas sebesar 101,2 miliar yuan per 31 Desember 2025. Dengan posisi kas yang kuat itu, perusahaan memiliki ruang finansial untuk melakukan intervensi pasar modal tanpa langsung bergantung pada pendanaan baru.

Pendiri, chairman, dan CEO Li Auto, Xiang Li, mengatakan program buyback tersebut mencerminkan keyakinan kuat manajemen terhadap arah strategi perusahaan dan penciptaan nilai di masa depan. Pernyataan itu penting karena disampaikan saat sentimen pasar terhadap saham perusahaan sedang lemah.

Harga saham tertekan dalam periode panjang

Saham ADR Li Auto yang diperdagangkan di AS turun 34,57 persen dalam setahun terakhir berdasarkan data yang dikutip dari artikel referensi. Tren penurunan itu berlanjut sejak Juli 2025 dan membawa saham perusahaan ke level rendah dalam beberapa bulan terakhir.

Pada perdagangan Senin, saham Li Auto ditutup di $17,13 per lembar. Sebelumnya, harga saham perusahaan juga sempat menyentuh level terendah dalam tiga tahun pada Januari, menandai beratnya tekanan yang dihadapi emiten kendaraan listrik tersebut.

Buyback umumnya dipakai perusahaan untuk mengurangi jumlah saham beredar dan menopang kepercayaan investor. Namun langkah ini tidak selalu cukup bila tekanan fundamental bisnis masih berlangsung, terutama ketika pasar menilai pertumbuhan penjualan mulai melambat.

Tekanan datang dari penjualan kendaraan

Kinerja operasi Li Auto juga memperlihatkan tantangan yang nyata. Sepanjang 2025, perusahaan membukukan pengiriman 406.300 kendaraan baru, turun 19 persen secara tahunan dan berada di bawah target penjualan yang sebelumnya ditetapkan.

Penurunan ini memperlihatkan bahwa Li Auto belum sepenuhnya mampu menjaga momentum pertumbuhan di tengah kompetisi yang makin agresif. Pasar EV China saat ini diwarnai perang harga, inovasi produk yang cepat, serta perebutan pangsa pasar oleh banyak pemain besar.

Data pengiriman Februari memberi gambaran yang campuran. Li Auto mengirimkan 26.421 kendaraan pada bulan itu, naik tipis 0,60 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, tetapi turun 4,51 persen dibanding Januari.

Angka tersebut menunjukkan pemulihan permintaan belum benar-benar solid. Kenaikan tahunan yang sangat tipis belum cukup untuk menutup kekhawatiran investor terhadap perlambatan pertumbuhan bulanan dan tekanan kompetitif yang berkepanjangan.

Faktor internal ikut menjadi sorotan

Di luar tekanan penjualan, perusahaan juga menghadapi dinamika internal. Artikel referensi menyebut beberapa eksekutif kunci telah meninggalkan perusahaan sejak awal 2026, menambah perhatian pasar terhadap stabilitas manajemen.

Bagi investor, perubahan di level eksekutif dapat memengaruhi eksekusi strategi, peluncuran produk, dan keputusan operasional. Karena itu, buyback yang diumumkan sekarang tidak hanya dibaca sebagai manuver finansial, tetapi juga sebagai pesan bahwa manajemen ingin menjaga keyakinan pasar.

Apa arti langkah ini bagi pasar

Secara umum, buyback sering dianggap positif karena menandakan perusahaan merasa sahamnya diperdagangkan di bawah nilai wajarnya. Di saat yang sama, pasar tetap akan menilai apakah langkah tersebut diikuti perbaikan penjualan, penguatan margin, dan stabilitas kepemimpinan.

Berikut poin utama dari keputusan Li Auto:

  1. Nilai program buyback mencapai hingga $1 miliar.
  2. Ini adalah buyback pertama sejak Li Auto listing di AS pada Juli 2020.
  3. Program berlaku hingga 31 Maret 2027.
  4. Sumber pendanaan berasal dari kas internal perusahaan.
  5. Posisi kas Li Auto tercatat 101,2 miliar yuan per akhir Desember 2025.

Di industri EV China, langkah serupa bukan hal baru. Dalam dua tahun terakhir, petinggi Leapmotor dan Xpeng juga diketahui menambah kepemilikan saham mereka di pasar terbuka untuk menopang kepercayaan investor saat valuasi sektor sedang tertekan.

Karena itu, buyback Li Auto dapat dilihat sebagai bagian dari pola yang lebih luas di sektor kendaraan listrik China. Fokus pasar berikutnya akan tertuju pada apakah perusahaan mampu membalikkan tren pengiriman kendaraan, menstabilkan organisasi internal, dan membuktikan bahwa $1 miliar yang disiapkan untuk buyback benar-benar didukung oleh perbaikan fundamental bisnis.

Source: cnevpost.com

Terkait