XPeng G6 Performance resmi hadir di Indonesia sebagai varian high-performance dari G6, dan arah pengembangannya langsung terasa dari satu hal paling penting: penggerak 4 roda. Dibanding varian Pro, model ini menawarkan tenaga yang jauh lebih besar, karakter lebih sporty, dan tampilan yang dibuat serba gelap.
Kehadiran varian ini juga memperlihatkan strategi XPeng untuk memberi pilihan yang lebih agresif di segmen SUV listrik. Basis teknisnya masih serupa, tetapi fokus utamanya bergeser ke performa dan sensasi berkendara yang lebih buas.
Tampilan serba hitam yang lebih tegas
Dari luar, XPeng G6 Performance tampil dengan nuansa hitam metallic dan emblem senada. Warna ini memberi kesan yang lebih tegas sekaligus menonjolkan identitas performa tinggi pada mobil tersebut.
Perbedaan lain terlihat pada velg. Jika G6 Pro memakai desain dual tone, G6 Performance menggunakan velg single tone hitam yang membuat tampilannya terasa lebih sporty.
Nuansa itu berlanjut ke bagian kabin. Interior G6 Performance mengusung warna hitam dan lebih gelap, sehingga karakter sporty mobil ini terasa konsisten dari luar hingga dalam.
Penggerak 4 roda jadi pembeda utama
Poin paling penting dari G6 Performance ada pada sistem penggeraknya. Berbeda dari varian Pro yang menggunakan satu motor listrik untuk roda belakang, G6 Performance membawa dua motor listrik dengan penggerak 4 roda atau All-Wheel Drive.
Meski berbeda konfigurasi, motor yang digunakan tetap PMSM. Kombinasi ini membuat XPeng G6 Performance punya karakter akselerasi yang jauh lebih kuat daripada varian di bawahnya.
Output tenaganya mencapai 258 kW, naik 140 kW dari varian Pro. Torsi juga ikut melonjak menjadi 660 Nm, atau bertambah 220 Nm dibanding varian Pro.
Dengan tenaga sebesar itu, akselerasi 0-100 km/jam bisa ditempuh hanya dalam 4,3 detik. Namun, kecepatan puncaknya tetap sama seperti Pro, yakni 202 km/jam.
Baterai sama, jarak tempuh sedikit berbeda
Di sisi baterai, G6 Performance dan G6 Pro sama-sama memakai baterai LFP berkapasitas 80,8 kWh. Waktu pengisian dari 10-80 persen disebut hanya 12 menit.
Perbedaan muncul pada jarak tempuh. G6 Pro diklaim mampu menempuh 618 km versi NEDC dan 525 km versi WLTP, sedangkan G6 Performance mencatat 600 km NEDC dan 510 km WLTP.
Selisih itu wajar karena G6 Performance membawa dua motor listrik, sementara Pro hanya satu. Penambahan motor pada varian performa membuat karakter mobil lebih bertenaga, tetapi juga sedikit memangkas efisiensi jarak tempuh.
Posisi XPeng G6 Performance di lini G6
Kehadiran varian ini memberi pilihan baru bagi konsumen yang memprioritaskan performa dibanding efisiensi maksimal. XPeng G6 Performance tetap mempertahankan basis baterai dan kecepatan pengisian yang sama, tetapi menukar sebagian jarak tempuh untuk tenaga dan traksi yang lebih besar.
Di pasar SUV listrik, pendekatan seperti ini biasanya menarik bagi pembeli yang menginginkan tampilan lebih kalem namun kemampuan akselerasi yang jauh lebih cepat. Pada G6 Performance, XPeng membungkus semua itu dengan desain serba hitam dan konfigurasi AWD yang menjadi pembeda paling jelas dari varian Pro.
Source: www.bincangbincangmobil.com






