Banyak penggemar IndyCar melihat ban hanya sebagai bagian dari operasi balap yang habis pakai. Padahal, setelah bendera finis dikibarkan, ban-ban itu tidak dibuang begitu saja, melainkan kembali ke Firestone untuk diproses ulang dan dimanfaatkan lagi.
Di ajang IndyCar, konsumsi ban berlangsung sangat besar. Tim-tim bisa menghabiskan lebih dari 5.000 ban dalam satu bulan, sementara akhir pekan Indianapolis 500 saja dapat menyerap hingga 1.200 ban untuk sesi latihan, kualifikasi, dan lomba utama.
Ban IndyCar Tidak Dijual ke Tim
Berbeda dari ban mobil biasa, ban balap IndyCar tidak dibeli oleh tim. Firestone justru menyewakan ban kepada tim balap, lalu mengambilnya kembali setelah dipakai di lintasan.
Skema ini membuat ban tetap berada dalam kendali produsen dari awal hingga akhir siklus pemakaian. Bahkan tim IndyCar sendiri tidak bisa membeli ban tersebut, meski anggaran mereka sangat besar.
Setelah kembali dari sirkuit, ban bekas tidak dibiarkan menumpuk. Firestone mengambilnya, lalu menghancurkan ban tersebut agar materialnya bisa diproses ulang untuk kebutuhan lain.
Mengapa Ban Harus Diperlakukan Khusus
Ban IndyCar dibuat dengan spesifikasi yang sangat berbeda dari ban jalan raya. Firestone Racing bahkan menyiapkan ban kiri dan kanan dengan karakter konstruksi yang tidak selalu sama, karena beban pada sirkuit oval menuntut penyesuaian tertentu.
Untuk musim balap IndyCar terbaru yang disebut dalam sumber, seluruh mobil memakai roda depan lebar 10 inci dan roda belakang lebar 14 inci dengan diameter 15 inci. Ban Firestone Firehawk juga memiliki diameter berbeda saat terisi tekanan 35 psi, yakni 25 hingga 26 untuk bagian depan dan 26.5 hingga 27.5 untuk bagian belakang.
Perbedaan detail seperti ini menunjukkan bahwa ban balap memang dirancang untuk performa ekstrem, bukan untuk dipakai ulang di jalan umum. Karena itu, pengelolaannya juga tidak bisa disamakan dengan ban kendaraan harian.
Ke Mana Material Ban Lama Berakhir
Menurut informasi yang dikutip dari IndyCar dan Firestone, hampir 100% ban yang dipakai di NTT INDYCAR SERIES dan INDY NXT by Firestone masuk kembali ke jalur daur ulang atau pemanfaatan lain di luar lintasan. Material hasil olahan itu kemudian digunakan untuk berbagai produk seperti permukaan taman bermain, lantai olahraga, dan produk karet lainnya.
Berikut ringkasannya:
- Ban dipakai untuk latihan, kualifikasi, dan balapan.
- Ban dikembalikan ke Firestone setelah acara selesai.
- Ban dihancurkan dan dipisahkan materialnya.
- Material karet diproses ulang menjadi produk baru.
- Hampir seluruh ban masuk ke penggunaan baru di luar dunia balap.
Skema ini penting karena jumlah ban yang terlibat sangat besar. Sumber menyebut totalnya bisa mencapai lebih dari 32.000 ban, sehingga pengelolaan limbah menjadi isu yang nyata bagi seri balap ini.
Dorongan Sustainability di Balik Ban Baru
Firestone juga mulai memasukkan teknologi yang lebih ramah lingkungan ke ban balapnya. Sejak pembuka musim IndyCar yang berlangsung di St. Petersburg, Firestone memperkenalkan ban Firehawk dengan teknologi global ENLITEN dari Bridgestone.
Ban ini memakai komponen seperti minyak kedelai terbarukan, baja daur ulang untuk bead wire, dan recycled carbon black yang berasal dari ban lama. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa daur ulang bukan hanya langkah akhir, tetapi juga bagian dari desain material sejak awal.
Dalam beberapa musim terakhir, Firestone juga disebut memakai bahan lain yang lebih ramah lingkungan, termasuk residu limbah minyak sawit dan plastik yang sulit didaur ulang. Langkah-langkah itu menunjukkan upaya bertahap untuk menekan jejak lingkungan dari olahraga yang sangat bergantung pada komponen berperforma tinggi.
Mengapa Ban Balap Tetap Dikembalikan ke Pabrikan
Sistem sewa dan pengembalian ban memberi Firestone kendali penuh atas penggunaan material. Dengan begitu, ban yang sudah aus tetap masuk ke jalur daur ulang resmi dan tidak tercecer ke pasar bebas atau kolektor.
Model ini juga membuat produsen bisa menjaga standar keamanan, kualitas, dan pemrosesan ulang. Dalam dunia balap, ban bukan sekadar barang habis pakai, tetapi bagian penting dari rantai pasok yang kini mulai diarahkan ke penggunaan ulang yang lebih efisien dan lebih berkelanjutan.







