Baru 47.945 Kendaraan Kembali ke Bali, Mayoritas Masih Tertinggal Di Jawa

Arus balik Lebaran di lintasan Ketapang–Gilimanuk bergerak bertahap dan belum menunjukkan lonjakan besar dalam satu waktu. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat 47.945 kendaraan sudah kembali ke Bali selama 22–25 Maret, atau sekitar 29 persen dari total kendaraan yang sebelumnya menyeberang ke Jawa.

Kondisi itu berarti sekitar 117.367 kendaraan, atau 71 persen, masih berada di Jawa dan belum kembali ke Bali. Pola pergerakan yang menyebar dinilai membantu layanan penyeberangan tetap lancar tanpa kepadatan berarti di pelabuhan.

Pergerakan bertahap jaga layanan tetap stabil

Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, menyebut arus kendaraan dari Jawa ke Bali bertambah secara bertahap. Ia menegaskan bahwa layanan penyeberangan tetap berjalan lancar karena pergerakan tidak terkonsentrasi pada satu waktu.

“Pergerakan kendaraan dari Jawa ke Bali bertambah secara bertahap, sehingga layanan penyeberangan tetap berjalan lancar tanpa kepadatan berarti,” kata Yossianis dalam keterangan resmi, Kamis.

ASDP juga menilai kesiapan operasional yang diperkuat sejak awal masa Angkutan Lebaran ikut menjaga ritme layanan. Situasi ini membuat arus balik di jalur penyeberangan utama Jawa–Bali masih terkendali meski volume kendaraan terus bergerak naik.

Data operasi menunjukkan layanan masih kuat

Pada 25 Maret, data Posko mencatat 223 trip kapal melayani lintasan Jawa–Bali. Dalam periode itu, jumlah penumpang mencapai 44.898 orang dan naik 6,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan terlihat jelas pada kelompok kendaraan tertentu. Roda dua mencapai 8.691 unit, tumbuh 24,1 persen, sedangkan truk logistik tercatat 921 unit atau naik 18,7 persen.

Berikut ringkasan data layanan yang tercatat pada periode tersebut:

KomponenJumlahPerubahan
Trip kapal223
Penumpang44.898+6,6%
Roda dua8.691+24,1%
Truk921+18,7%
Roda empat4.644
Bus302
Total kendaraan14.558+14%

Kendaraan roda empat mencapai 4.644 unit, sementara bus sebanyak 302 unit. Secara total, kendaraan yang menyeberang pada hari itu mencapai 14.558 unit dan naik 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pengaturan pelabuhan diperketat di titik rawan

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, mengatakan pengaturan kendaraan dilakukan secara disiplin dengan dukungan buffer zone. Langkah ini dipakai untuk menjaga arus masuk ke pelabuhan tetap mengalir dan mencegah penumpukan.

“Seluruh skema operasional dijalankan secara adaptif, termasuk optimalisasi buffer zone agar arus kendaraan tetap mengalir tanpa penumpukan,” ujarnya.

Buffer zone dan manajemen lalu lintas yang diperkuat menjadi penting karena lintasan Ketapang–Gilimanuk adalah salah satu jalur penyeberangan tersibuk pada periode mudik dan balik. Saat pergerakan kendaraan datang bertahap, petugas bisa membagi arus dengan lebih efektif dan menjaga antrean tetap terkendali.

Imbauan hindari puncak arus balik kedua

ASDP mengimbau masyarakat untuk menghindari periode puncak arus balik kedua yang diperkirakan terjadi pada 28–29 Maret. Imbauan ini disampaikan agar pengguna jasa bisa menyesuaikan waktu perjalanan dan mengurangi risiko terjebak kepadatan di kawasan pelabuhan.

Langkah antisipatif seperti memilih jadwal keberangkatan lebih awal atau di luar jam sibuk dinilai bisa membantu memperlancar perjalanan. Dengan arus yang masih bergerak bertahap, peluang pengelolaan lalu lintas yang tertib di Ketapang–Gilimanuk masih terbuka selama koordinasi operasional tetap dijaga.

Pada fase arus balik seperti ini, data penumpang, kendaraan, dan trip kapal menjadi indikator utama untuk membaca tekanan layanan di pelabuhan. Selama pergerakan belum terkonsentrasi dan pengaturan lapangan tetap disiplin, lintasan Ketapang–Gilimanuk masih menjadi jalur yang bisa diandalkan untuk kembali ke Bali dengan pola operasi yang relatif stabil.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: otomotif.kompas.com

Berita Terkait

Back to top button