Mitsubishi Xpander 1.6 HEV Facelift Resmi Meluncur, Harganya Tembus Rp485,5 Juta

Mitsubishi resmi meluncurkan Xpander 1.6 HEV facelift 2026 di Bangkok Motor Show 2026, setelah penyegarannya lebih dulu diperkenalkan pada akhir tahun lalu. Model ini langsung menarik perhatian karena tampilannya tetap dekat dengan Xpander reguler yang beredar di Indonesia, tetapi membawa identitas hybrid yang lebih tegas.

Di pasar Thailand, Xpander HEV dijual 939.000 baht atau sekitar Rp485,5 juta berdasarkan kurs saat ini. Harga itu membuatnya berada di level lebih tinggi dibanding Toyota Veloz Hybrid Q Modellista TSS yang disebut berada di angka Rp385 juta on the road Jakarta, sehingga posisinya tergolong premium untuk kelas LMPV.

Desain eksterior masih familier, tetapi ada sentuhan hybrid

Secara visual, Xpander HEV facelift masih mempertahankan bahasa desain Dynamic Shield yang sudah menjadi ciri Mitsubishi. Perubahan paling mudah dikenali ada pada emblem hybrid dan mika lampu belakang yang kini dibuat transparan atau bening.

Pendekatan desain ini menunjukkan Mitsubishi tidak mengubah karakter dasarnya secara ekstrem. Pabrikan tampaknya ingin menjaga kesan akrab bagi konsumen lama, sambil tetap memberi pembeda yang cukup jelas untuk varian elektrifikasi.

Kaki-kaki dan pengendalian ikut disiapkan ulang

Pembaruan tidak hanya berfokus pada tampilan. Mitsubishi Thailand menyebut Xpander HEV kini memakai cakram di depan dan belakang, lalu mendapat penyesuaian suspensi agar rasa berkendara lebih menyenangkan.

Selain itu, mobil ini dibekali Active Yaw Control atau AYC yang membantu meningkatkan presisi handling. Ada pula tujuh mode berkendara yang terdiri dari Charge, EV Priority, Normal, Wet, Gravel, Tarmac, dan Mud, sehingga mobil lebih fleksibel dipakai di beragam kondisi jalan.

Performa hybrid tetap mengandalkan mesin 1.6 liter

Di balik kap mesin, Xpander HEV masih memakai mesin bensin 1,6 liter MIVEC dengan tenaga 95 Hp atau 96 PS dan torsi 134 Nm. Tenaga itu kemudian dibantu motor listrik sehingga output gabungan naik menjadi 116 Hp atau 117 PS dengan torsi puncak 255 Nm.

Daya disalurkan ke roda depan, sementara baterai ditempatkan di bawah jok kiri depan. Tata letak itu diklaim tidak mengganggu kenyamanan kabin maupun volume ruang penumpang, sebuah poin penting untuk model keluarga seperti Xpander.

Daftar fitur kabin yang disodorkan Xpander HEV

  1. Full-digital driving information display
  2. Eco Drive Indicator
  3. Electric handbrake dengan Auto Brake Hold
  4. Keyless Operation System dan Push Start Button
  5. Head unit sentuh 10 inci
  6. Kamera 360 derajat
  7. Wireless Apple CarPlay dan Android Auto
  8. AC dengan layar digital dan Max Cool
  9. Kursi baris kedua dengan USB-A dan USB-C
  10. Power outlet 12V di konsol depan dan baris ketiga

Fitur lain yang ikut hadir termasuk setir berbalut kulit, pengaturan setir empat arah, kontrol audio di setir, hingga ventilasi udara untuk penumpang belakang. Dengan paket ini, Xpander HEV tetap masuk ke kategori LMPV yang fokus pada kenyamanan keluarga.

ADAS ada, tetapi belum selengkap mobil modern lain

Mitsubishi menyematkan sistem bantuan pengemudi yang mereka sebut Diamond Sense 360 degree safety system. Paket ini berisi Rear Cross Traffic Alert, Blind Spot Warning dengan Lane Change Assist, dan Lane Departure Warning.

Namun, Xpander HEV belum memiliki Adaptive Cruise Control maupun pengereman otomatis. Meski begitu, mobil ini tetap membawa fitur keselamatan penting seperti Active Stability Control, Traction Control System, Hill Start Assist, Emergency Stop Signal System, 6 airbag, dan panel pintu dengan impact steel beam.

Potensi masuk Indonesia masih terbuka

Pertanyaan soal kemungkinan hadir di Indonesia masih terus muncul, terutama karena teknologi hybrid Mitsubishi sudah tersedia. MMKSI sebelumnya hanya memberi sinyal bahwa teknologi tersebut siap dibawa, tetapi belum ada kepastian model mana yang lebih dulu masuk.

Di tengah harga jual di Thailand yang cukup tinggi, peluang Xpander HEV masuk Indonesia tampak harus dihitung matang. Selain faktor harga, ada juga potensi irisan pasar dengan produk Mitsubishi lain yang bisa memengaruhi strategi peluncuran berikutnya.

Source: www.oto.com

Terkait