Dua Kecelakaan Beruntun Di Tol Cipularang Dalam Satu Malam, Ini Fakta Patah As Yang Sebenarnya

Author: Qoo Media

Kecelakaan beruntun terjadi di ruas Tol Cipularang arah Bandung, tepatnya di KM 80+400, pada Sabtu malam saat lalu lintas masih padat. Insiden yang berlangsung sekitar pukul 19.20 WIB itu melibatkan dua kendaraan pikap dan sempat memicu penanganan petugas di lokasi.

Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Keterangan awal dari petugas di lapangan menyebut pikap pertama mengalami patah as roda belakang sebelah kanan, lalu kendaraan di belakangnya diduga kurang menjaga jarak hingga menabrak bagian belakang pikap tersebut.

Penyebab utama bukan lubang jalan

Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Widiyatmiko Nursejati, menegaskan bahwa hasil evaluasi kepolisian tidak menunjukkan adanya lubang di titik kejadian. Ia menyampaikan bahwa dugaan kecelakaan akibat kondisi jalan berlubang tidak benar.

“Dapat kami pastikan tidak ada lubang di sekitar lokasi kejadian,” kata Widiyatmiko dalam keterangan resmi pada Selasa, (17/3/2026).

Ia menambahkan bahwa hasil penyidikan juga mengarah pada kondisi kendaraan yang patah as sebagai pemicu awal insiden. Pernyataan ini penting karena sebelumnya sempat muncul dugaan bahwa kecelakaan dipicu oleh kerusakan jalan tol.

Kronologi kejadian di lokasi

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pikap pertama melaju ke arah Bandung saat as roda belakang kanannya patah. Kondisi itu membuat kendaraan kehilangan stabilitas, lalu pikap kedua yang datang dari belakang tidak sempat mengantisipasi situasi di depannya.

Benturan pun terjadi di bagian belakang kendaraan pertama. Meski disebut sebagai kecelakaan beruntun, insiden ini hanya melibatkan dua kendaraan dan tidak berkembang menjadi tabrakan yang lebih besar.

Penanganan petugas di lapangan

Seluruh kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan langsung dievakuasi ke pool derek Jatiluhur. Penanganan setelah kejadian sepenuhnya diserahkan kepada pihak kepolisian untuk proses lebih lanjut.

Berikut rangkuman fakta penting dari insiden tersebut:

  1. Lokasi kejadian: KM 80+400 Tol Cipularang arah Bandung.
  2. Waktu kejadian: Sabtu, sekitar pukul 19.20 WIB.
  3. Kendaraan terlibat: dua unit pikap.
  4. Korban: tidak ada korban jiwa dan tidak ada korban luka.
  5. Penyebab awal: patah as roda belakang kanan pada pikap pertama.
  6. Klarifikasi resmi: bukan karena lubang jalan tol.

Rangkaian insiden serupa di ruas yang sama

Peristiwa ini terjadi tak lama setelah kecelakaan lain di ruas yang sama, masih di wilayah Purwakarta, pada malam hari yang sama. Dalam kejadian sebelumnya, empat kendaraan terlibat dan muatan sayuran serta buah-buahan sempat berceceran di jalan, hingga membuat arus lalu lintas tersendat sekitar dua kilometer.

Insiden itu terjadi di Kilometer 80A, jalur dari Jakarta menuju Bandung. Saat itu, sebuah pikap yang mengangkut labu dan pisang mengalami patah as roda setelah melintasi jalan berlubang, lalu kehilangan kendali dan menabrak kendaraan di belakangnya.

Dua truk yang ikut terlibat dilaporkan meninggalkan lokasi, sementara sopir dan kernet hanya mengalami luka ringan. Setelah proses evakuasi kendaraan dan pembersihan muatan selesai, arus lalu lintas kembali normal.

Sorotan keselamatan di jalur tol

Rangkaian kejadian di Tol Cipularang memperlihatkan bahwa faktor teknis kendaraan tetap menjadi risiko besar di jalur dengan volume kendaraan tinggi. As roda yang patah, jarak aman yang kurang terjaga, dan respons pengemudi yang terlambat dapat memicu tabrakan beruntun dalam hitungan detik.

Petugas jalan tol dan kepolisian biasanya menekankan pentingnya pemeriksaan kondisi kendaraan sebelum berangkat, terutama untuk kendaraan angkutan barang yang membawa beban berat. Jalur seperti Cipularang juga menuntut kewaspadaan ekstra karena perbedaan kecepatan antar kendaraan sering memicu situasi mendadak di lajur yang padat.

Terbaru