
BMW kembali menegaskan arah barunya di pasar kendaraan listrik lewat kehadiran BMW i3 generasi terbaru yang kini masuk ke keluarga 3 Series. Berbeda jauh dari i3 lama yang dikenal sebagai city car, model baru ini tampil sebagai sedan listrik premium dengan pendekatan teknologi yang jauh lebih maju.
Model ini membawa kode internal NA5 dan menjadi mobil pertama BMW yang memakai platform Neue Klasse. Arsitektur baru ini memang disiapkan khusus untuk kendaraan listrik, sehingga BMW bisa mengejar efisiensi, bobot yang lebih ringan, dan integrasi sistem digital yang lebih dalam.
Platform Neue Klasse Jadi Fondasi Baru
Keputusan BMW memakai platform Neue Klasse menandai langkah besar dalam strategi elektrifikasi merek asal Jerman itu. Platform ini dirancang untuk mengoptimalkan penggunaan baterai, sistem penggerak listrik, dan efisiensi produksi dalam satu paket yang lebih modern.
BMW juga tetap menyiapkan 3 Series bermesin bensin di jalur berbeda. Varian ICE akan memakai platform CLAR dengan kode G50, sehingga pengembangan mobil listrik dan mobil konvensional berjalan terpisah sesuai kebutuhan masing-masing.
Dimensi Lebih Besar dan Kabin Lebih Lega
BMW i3 terbaru hadir dengan ukuran yang lebih besar dibandingkan BMW 3 Series G20 saat ini. Panjang bodi bertambah 47 mm, lebar naik 37 mm, dan wheelbase memanjang 47 mm.
Perubahan ini bukan sekadar angka di atas kertas. Ruang kabin jadi lebih lega, posisi duduk terasa lebih nyaman, dan stabilitas mobil saat melaju juga berpotensi meningkat berkat fondasi yang lebih panjang.
Desain Eksterior Tetap BMW, tapi Lebih Futuristik
Tampilan luar BMW i3 generasi baru memadukan unsur klasik dan modern. Siluetnya masih membawa karakter khas BMW, tetapi sejumlah detail membuat mobil ini terlihat lebih berani dan futuristik.
Beberapa elemen desain yang menonjol antara lain:
- Gril berbentuk visor yang menyatu dengan lampu depan.
- Lampu depan yang tampil tipis dan tajam.
- Pilar C dengan Hofmeister kink versi modern.
- Garis bodi yang memberi kesan tegas, mirip DNA desain BMW klasik.
Kombinasi itu membuat i3 baru tetap mudah dikenali sebagai BMW, tetapi memiliki identitas listrik yang lebih kuat dari model sebelumnya.
Interior Serasa Mobil Konsep
Masuk ke kabin, kesan futuristik langsung terasa. BMW merancang interior i3 terbaru agar mendekati mobil konsep, tetapi tetap siap dipakai dalam penggunaan harian.
Fitur interior yang disorot meliputi head unit trapezoidal berukuran 17,3 inci, head-up display canggih, layar panoramic lebar, dan setir empat palang unik yang juga digunakan pada BMW iX3. Seluruh sistem infotainment berjalan melalui BMW iDrive terbaru yang sudah terintegrasi dengan Amazon Alexa.
Performa i3 xDrive50 Tembus 900 Km
BMW i3 varian tertinggi, yakni xDrive50, hadir dengan sistem dual motor dan penggerak all-wheel drive. Output tenaganya mencapai 463 hp dengan torsi 645 Nm, angka yang membuatnya masuk ke kategori sedan listrik berperforma tinggi.
Salah satu daya tarik terbesar justru ada pada jarak tempuhnya. BMW menyebut i3 xDrive50 bisa menempuh hingga 900 km berdasarkan standar WLTP, sementara pengisian daya cepat DC mendukung hingga 400 kW.
Varian yang Disiapkan BMW
BMW tidak menempatkan i3 sebagai satu model tunggal. Pabrikan ini menyiapkan beberapa turunan agar mobil tersebut bisa menjangkau lebih banyak konsumen.
Varian yang disebut akan hadir mencakup:
- Versi single motor yang lebih terjangkau.
- Varian wagon atau Touring.
- Model performa tinggi seperti BMW M3 EV.
Langkah ini menunjukkan bahwa BMW ingin menjadikan i3 sebagai salah satu pilar utama di segmen sedan listrik global, bukan sekadar eksperimen teknologi.
Kehadiran BMW i3 Neue Klasse memperlihatkan bagaimana BMW mulai membangun masa depan 3 Series melalui pendekatan yang lebih bersih, lebih efisien, dan lebih canggih. Dengan platform baru, desain yang matang, interior digital, serta jarak tempuh yang sangat jauh, model ini menjadi penanda bahwa era sedan listrik premium BMW sudah masuk fase yang benar-benar serius.









