
Korlantas Polri mulai menerapkan rekayasa lalu lintas untuk menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran yang diprediksi meningkat di ruas-ruas utama menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur. Skema yang dipakai adalah contraflow dan one way, dengan tujuan mengurai kepadatan kendaraan yang sudah terpantau di sejumlah titik tol.
Pantauan di lapangan menunjukkan arus menuju timur mulai padat sejak pagi, terutama di Jalan Layang MBZ dan Tol JORR E. Kondisi ini membuat pengaturan lalu lintas perlu dilakukan lebih awal agar arus kendaraan tetap bergerak dan tidak menumpuk di titik tertentu.
Fokus Rekayasa Lalu Lintas di Ruas Tol Utama
Kepadatan tercatat di Jalan Layang MBZ pada beberapa titik, di antaranya Cikarang Pusat Km 39 menuju Karawang Barat Km 42 dan Karawang Barat Km 43 hingga Km 48 arah Cikampek. Pada waktu yang hampir bersamaan, volume kendaraan juga tinggi di lintasan Cikunir Km 10 hingga Bekasi Barat Km 13, Bekasi Barat Km 14 hingga Bekasi Timur Km 17, serta Tambun Km 21-Km 22 arah Cikampek.
Jasa Marga melalui akun X @PTJASAMARGA menyebut kondisi tersebut sebagai kepadatan volume lalu lintas yang terus meningkat. Pada pukul 07.43 WIB, perusahaan jalan tol itu juga mencatat kepadatan di ruas Jalan Layang MBZ pada beberapa segmen menuju Cikampek.
Di Tol JORR E, kepadatan muncul di Jatiasih Km 42 hingga Cikunir Km 45+200 arah Cikampek sejak pukul 06.45 WIB. Pola ini memperlihatkan bahwa arus kendaraan dari kawasan Jabodetabek memang mulai terkonsentrasi menuju tol trans Jawa sejak dini hari hingga pagi.
Contraflow Lebih Dulu Diberlakukan
Korlantas Polri lebih dulu menerapkan contraflow di Km 55 hingga Km 70 arah Trans Jawa sejak Selasa malam. Irjen Agus menyampaikan dari Command Center PJR Korlantas Polri di Km 29 Cikarang, Jawa Barat, bahwa langkah itu diambil untuk mengatur arus kendaraan yang mengarah ke timur.
Penerapan contraflow ini menjadi tahap awal pengendalian lalu lintas sebelum skema yang lebih luas dijalankan. Langkah tersebut biasanya dipilih saat volume kendaraan mulai meningkat, tetapi masih memungkinkan sebagian lajur dipakai untuk membantu memperlancar arus ke arah tujuan utama.
One Way Sepenggal dan Rencana One Way Nasional
Selain contraflow, polisi juga memberlakukan one way sepenggal dari Km 70 hingga Km 263 Tol Trans Jawa sejak Selasa sore. Skema ini digunakan untuk memperbesar kapasitas ruas jalan yang mengarah ke timur saat kepadatan mulai menumpuk.
Irjen Agus menegaskan bahwa evaluasi perkembangan volume kendaraan terus dilakukan dari waktu ke waktu. Menurut dia, pantauan terbaru menunjukkan arus masih terkendali, meski bangkitan kendaraan cenderung meningkat menjelang malam.
Rencana berikutnya adalah pemberlakuan one way nasional pada pukul 12.00 WIB pada Rabu. Pelaksanaan skema ini disebut akan dipimpin langsung oleh Menteri Perhubungan sebagai bagian dari penguatan pengaturan arus mudik di jalur utama.
Apa Arti Contraflow dan One Way bagi Pemudik
Bagi pemudik, dua skema ini berarti pengemudi perlu lebih disiplin mengikuti arahan petugas dan rambu sementara yang dipasang di ruas tol. Pengendara juga harus memastikan lajur yang dipilih sesuai dengan pengarahan petugas agar tidak memicu perlambatan baru.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan pengemudi saat rekayasa lalu lintas diberlakukan adalah berikut:
- Memantau informasi resmi dari Korlantas Polri dan Jasa Marga.
- Menjaga kecepatan stabil dan tidak berpindah lajur sembarangan.
- Menyiapkan bahan bakar, kondisi kendaraan, dan fisik sebelum masuk tol.
- Menghindari berhenti di bahu jalan kecuali dalam keadaan darurat.
- Menyesuaikan waktu keberangkatan bila arus di tol utama mulai padat.
Rekayasa lalu lintas mudik biasanya menjadi instrumen penting saat volume kendaraan melonjak tajam dalam waktu singkat. Dengan kepadatan yang sudah terlihat di MBZ, JORR E, dan ruas menuju Cikampek, pengaturan contraflow dan one way menjadi langkah krusial untuk menjaga arus mudik tetap bergerak menuju jalur Trans Jawa.









