Model 3 Tembus 3 Juta Unit, Tesla Rayakan 10 Tahun Di Tengah Gempuran Xiaomi SU7

Tesla menandai 10 tahun sejak peluncuran Model 3, model yang menjadi tonggak penting dalam strategi elektrifikasi perusahaan tersebut. Di saat yang sama, total penjualan global Model 3 telah menembus 3 juta unit, menurut pernyataan Tesla di Weibo yang dirilis pada hari Rabu.

Tesla menyebut Model 3 sebagai langkah awal menuju mobilitas listrik murni yang lebih terjangkau bagi pasar massal. Model sedan ini awalnya diposisikan di bawah Model S dan Model X, lalu tumbuh menjadi salah satu mobil listrik paling dikenal di dunia.

Model paling penting di strategi mass-market Tesla

Model 3 memegang peran besar dalam perluasan bisnis Tesla karena hadir sebagai kendaraan listrik menengah dengan harga yang lebih mudah dijangkau dibandingkan lini premium Tesla. Strategi itu membantu Tesla memperluas basis konsumen dan mendorong penjualan global dalam skala besar.

Dalam unggahan resminya, Tesla juga menyebut Model 3 sebagai mobil listrik murni menengah dengan tingkat kepuasan pengguna tertinggi di China. Klaim ini memperlihatkan bahwa Model 3 masih memiliki daya tarik kuat, meski kompetisi di pasar kendaraan listrik terus meningkat.

Kinerja di China masih tumbuh, tetapi tekanan juga meningkat

Di China, Model 3 tetap menunjukkan performa penjualan yang solid. Berdasarkan data yang dihimpun CnEVPost, Tesla menjual 200.361 unit Model 3 di China pada 2025, naik 13,33% dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, angka itu datang di tengah persaingan yang makin ketat di pasar mobil listrik terbesar dunia. Salah satu rival utama Model 3 adalah Xiaomi SU7, yang diluncurkan pada 28 Maret 2024 dan mendapat penyegaran pada bulan lalu.

Harga menjadi salah satu faktor pembeda yang paling jelas. Varian Standard SU7 generasi baru dipatok 219.900 yuan ($31,980), atau 15.600 yuan lebih murah dari harga awal Tesla Model 3 saat ini.

Daya saing Model 3 di tengah perubahan pasar

Selain Xiaomi, Tesla juga menghadapi persaingan dari produsen EV lain seperti Nio dan Xpeng. Sejumlah merek lama dari industri otomotif konvensional juga ikut masuk ke segmen sedan listrik dan menambah padatnya kompetisi.

Kondisi ini membuat Model 3 tidak lagi bertarung sendirian sebagai pelopor, melainkan sebagai salah satu pemain utama di kelas yang kini jauh lebih ramai. Meski demikian, penjualan global yang sudah melewati 3 juta unit menunjukkan bahwa model ini masih memiliki basis permintaan yang luas.

Berikut ringkasan data penting yang perlu dicermati:

  1. Peluncuran Model 3 telah memasuki usia 10 tahun.
  2. Penjualan global Model 3 telah melampaui 3 juta unit.
  3. Penjualan Model 3 di China pada 2025 mencapai 200.361 unit.
  4. Angka itu naik 13,33% secara tahunan.
  5. Ekspor Model 3 dari Giga Shanghai mencapai 112.377 unit pada 2025.
  6. Nilai ekspor itu turun 38,65% secara tahunan.

Peran pabrik Shanghai dan perubahan fokus produksi

Tesla mulai memproduksi Model 3 di China setelah pabrik Shanghai rampung pada akhir 2019. Pengiriman model ini di China dimulai pada Januari 2020, dan sejak saat itu Tesla menjadikan fasilitas tersebut sebagai basis penting untuk produksi serta ekspor.

Data terbaru menunjukkan bahwa pasar domestik masih kuat, sementara ekspor dari Giga Shanghai justru melemah. Penurunan ekspor Model 3 sebesar 38,65% pada 2025 memberi sinyal bahwa distribusi luar negeri menghadapi dinamika baru, baik dari sisi permintaan maupun strategi produksi Tesla.

Dalam perkembangan lain, Tesla juga mengumumkan penghentian Model S dan Model X pada akhir Januari untuk memberi ruang bagi produksi robot Optimus. Langkah itu menegaskan bahwa Model 3 kini menjadi salah satu produk paling sentral dalam lini kendaraan Tesla, sekaligus tetap berada di pasar yang kompetitif dan cepat berubah.

Source: cnevpost.com
Exit mobile version