BYD Buka Jalur SkyRail Pertama Di Luar Negeri, Monorel Brasil Jadi Senjata Ekspansi Global

BYD resmi mengoperasikan SkyRail yang dibangun untuk São Paulo, Brasil, dan langkah ini menandai proyek transit rel luar negeri pertama perusahaan tersebut. Jalur monorel itu mulai melayani penumpang pada 31 Maret waktu setempat dan menjadi tonggak penting bagi ekspansi bisnis transportasi BYD di pasar internasional.

Proyek ini juga menegaskan strategi BYD yang makin agresif menggarap pasar luar negeri ketika persaingan di China kian ketat. Di saat penjualan kendaraan energi baru atau NEV di pasar domestik tertekan, perusahaan justru mencatat pertumbuhan kuat pada ekspor dan memperluas jejak industrinya di Amerika Latin.

SkyRail di São Paulo mulai beroperasi

Jalur SkyRail ini menghubungkan kawasan penting di São Paulo, termasuk hub Bandara Congonhas. Kehadirannya diharapkan memperkuat konektivitas transportasi perkotaan di salah satu kota terbesar di Amerika Selatan, yang selama ini menghadapi tantangan mobilitas padat dan kebutuhan integrasi antarmoda.

BYD mengambil alih proyek tersebut pada 2020 dan kemudian menjalankan penyesuaian rangkaian kereta serta optimalisasi sistem pada struktur balok yang sudah ada. Perusahaan menyebut proses itu mencakup adaptasi teknologi untuk memastikan jalur dapat beroperasi stabil dalam berbagai kondisi.

Teknologi dan tantangan teknis

  1. Kereta SkyRail memakai baterai khusus yang dirancang BYD.
  2. Sistem ini didukung operasi otomatis penuh.
  3. BYD menekankan karakter ramah lingkungan dan kebisingan rendah.
  4. Perusahaan juga menyebut tingkat keselamatan dan efisiensi yang tinggi.
  5. BYD mengerjakan pembaruan teknis untuk menghadapi kemiringan tajam dan kondisi konstruksi yang kompleks.

Menurut keterangan perusahaan, tantangan utama proyek berasal dari hambatan teknis yang ditinggalkan fase pembangunan sebelumnya. Untuk itu, BYD melakukan sejumlah terobosan agar sistem bisa berjalan andal sepanjang waktu, termasuk saat menghadapi kondisi cuaca yang berubah-ubah.

Makna strategis bagi ekspansi global BYD

Peluncuran proyek di Brasil hadir di tengah pergeseran fokus BYD ke pasar luar negeri. Langkah ini masuk akal karena perusahaan ingin menyeimbangkan tekanan dari pasar domestik dengan memperbesar kontribusi bisnis ekspor terhadap pertumbuhan total.

Data penjualan terbaru menunjukkan gambaran yang kontras. Penjualan NEV BYD pada kuartal pertama turun 30% menjadi 700.463 unit, sementara ekspor melonjak 55,84% secara tahunan menjadi 321.165 kendaraan.

Target ekspor naik, pasar luar negeri makin penting

Management BYD juga menaikkan target ekspor 2026 menjadi 1,5 juta kendaraan dari panduan sebelumnya 1,3 juta unit. Kenaikan target ini menunjukkan bahwa bisnis luar negeri kini diposisikan sebagai penopang utama pertumbuhan perseroan.

Dalam konteks itu, proyek SkyRail di São Paulo bukan sekadar proyek transportasi umum. Proyek ini juga berfungsi sebagai etalase teknologi BYD untuk membangun reputasi di luar pasar kendaraan listrik penumpang.

Jejak BYD di Brasil semakin dalam

Brasil sudah menjadi basis penting bagi BYD di kawasan Amerika Latin. Perusahaan memiliki pabrik perakitan kendaraan penumpang di Camacari, Bahia, yang mulai berproduksi pada 1 Juli 2025.

Pada bulan sebelumnya, wakil presiden eksekutif BYD Stella Li mengatakan pabrik Brasil itu telah mengamankan pesanan 100.000 kendaraan dari Argentina dan Meksiko. Pada kesempatan yang sama, Li juga menyebut BYD akan menggelontorkan 300 juta reais untuk membangun pusat riset di Rio de Janeiro, dengan konstruksi dijadwalkan dimulai tahun ini dan rampung pada 2028.

Ekspansi ini memperlihatkan bahwa Brasil tidak hanya penting sebagai pasar mobil listrik BYD, tetapi juga sebagai basis produksi, riset, dan kini transportasi rel. Dengan SkyRail yang sudah beroperasi, BYD menambah satu lapisan baru dalam strategi globalnya di tengah perlombaan industri kendaraan listrik dan mobilitas cerdas.

Source: cnevpost.com
Exit mobile version