Tesla kembali menjadi sorotan setelah selisih antara jumlah kendaraan yang diproduksi dan yang berhasil dikirimkan ke pelanggan mencatat rekor baru bagi perusahaan. Dalam tiga bulan pertama periode terbaru, produsen mobil listrik itu membukukan 358.023 pengiriman kendaraan secara global, namun produksi justru mencapai 408.386 unit.
Selisih 50.363 unit itu menjadi gap terbesar antara produksi dan pengiriman yang pernah dicatat Tesla, menurut data yang dikutip Business Insider. Angka ini penting karena Tesla selama ini dikenal menjaga produksi dan permintaan tetap relatif seimbang, sehingga penumpukan inventaris sebesar itu memunculkan pertanyaan baru soal kekuatan permintaan pasar dan strategi distribusi perusahaan.
Kinerja pengiriman turun dari kuartal sebelumnya
Tesla memang masih mencatat pertumbuhan dibanding periode yang sama setahun sebelumnya, tetapi arah jangka pendeknya terlihat melemah. Pengiriman 358.023 unit itu turun 14,3 persen dari 418.227 unit pada kuartal sebelumnya, meski masih naik 6 persen dibanding tahun lalu.
Di pasar saham, laporan ini langsung berdampak. Saham Tesla tercatat turun lebih dari 4 persen setelah data produksi dan pengiriman tersebut dipublikasikan, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap pelemahan volume penjualan dan menumpuknya stok kendaraan.
Angka pengiriman juga di bawah ekspektasi analis
Tesla sebelumnya sempat merilis konsensus pengiriman berdasarkan estimasi lebih dari selusin analis. Proyeksi itu menempatkan pengiriman di level 365.645 unit, tetapi hasil aktual tetap berada di bawah perkiraan tersebut.
Bukan hanya kendaraan yang meleset dari target. Pada bisnis penyimpanan energi, selisihnya bahkan lebih lebar, dengan analis memperkirakan 14,4 GWh, sementara realisasi Tesla hanya 8,8 GWh. Perbedaan ini menunjukkan tekanan tidak hanya datang dari lini otomotif, tetapi juga dari segmen energi yang selama ini dipandang sebagai sumber pertumbuhan penting.
Model 3 dan Model Y masih mendominasi
Sebagian besar pengiriman Tesla tetap ditopang oleh Model 3 dan Model Y. Dua model itu menyumbang 341.893 unit, menegaskan bahwa penjualan Tesla masih sangat bergantung pada lini volume utama tersebut.
Sisa 16.130 pengiriman datang dari kombinasi Cybertruck, Semi, serta Model S dan Model X yang sudah dihentikan produksinya. Komposisi ini menunjukkan bahwa portofolio Tesla masih belum cukup luas untuk menahan tekanan saat permintaan pada model utama mulai melambat.
Mengapa gap produksi dan penjualan melebar
Menurut analis Morningstar Seth Goldstein, ada dua faktor utama yang menekan pengiriman Tesla. Ia menilai berakhirnya kredit pajak di Amerika Serikat dan belum disetujuinya FSD di Uni Eropa ikut memengaruhi hasil kuartalan.
“Deliveries Tesla pada kuartal pertama mencerminkan berakhirnya kredit pajak di AS serta FSD yang belum disetujui di Uni Eropa,” kata Goldstein kepada Reuters. Ia menambahkan bahwa faktor-faktor tersebut kemungkinan masih membebani pengiriman sampai persetujuan di Eropa terbit dan periode kuartal keempat tiba di AS.
Faktor yang paling relevan bagi Tesla saat ini
- Berakhirnya insentif pajak di pasar AS.
- FSD yang belum mendapat izin di Uni Eropa.
- Penjualan model utama yang masih menopang hampir seluruh volume.
- Penumpukan inventaris akibat produksi yang lebih tinggi dari pengiriman.
- Tekanan pasar terhadap bisnis penyimpanan energi yang juga meleset dari ekspektasi.
Rekor yang mengisyaratkan tantangan permintaan
Kondisi kali ini menandai perubahan penting bagi Tesla, karena perusahaan yang biasanya agresif mengejar skala produksi justru meninggalkan stok lebih besar dari biasanya. Situasi serupa pernah terlihat pada periode yang sama di tahun 2024, ketika produksi juga lebih tinggi dari pengiriman sekitar 46.500 unit, tetapi selisih terbaru kini sudah menjadi yang terbesar dalam sejarah perusahaan.
Dengan penjualan yang masih sangat bergantung pada Model 3 dan Model Y, serta bisnis energi yang juga belum memenuhi ekspektasi, Tesla kini menghadapi tekanan ganda untuk menjaga volume tanpa menambah inventaris terlalu besar. Kinerja kuartal ini akan menjadi acuan penting bagi investor untuk menilai apakah pelebaran gap produksi dan pengiriman hanya bersifat sementara atau menjadi sinyal pelemahan yang lebih panjang.
Source: www.carscoops.com