Jeep Wrangler kembali menunjukkan bahwa tidak semua SUV harus mengejar tren yang sama. Saat banyak pabrikan berlomba menghadirkan kabin senyap, layar besar, dan fitur bantuan berkendara yang makin canggih, Wrangler justru mempertahankan karakter klasik yang membuatnya tetap ikonik.
Pada model Rubicon, pendekatan itu terasa paling kuat karena Jeep tetap memprioritaskan kemampuan jelajah berat dibanding kenyamanan premium semata. Itulah alasan mengapa 2026 Wrangler Rubicon dinilai sebagai salah satu SUV yang dibangun lebih baik untuk medan sulit, meski bukan yang paling rasional untuk penggunaan harian.
Desain lama, fungsi tetap relevan
Wrangler generasi saat ini sudah dipasarkan sejak 2017, tetapi Jeep tidak mengubahnya menjadi SUV modern yang kehilangan jati diri. Di bagian kabin, masih ada tombol fisik, kontrol manual, dan tata letak yang tidak bergantung penuh pada layar sentuh.
Pilihan ini membuat pengoperasian fitur dasar tetap mudah saat mobil dipakai di jalur berat. Struktur body-on-frame juga bertahan, sehingga fondasi mobil ini tetap fokus pada kekuatan sasis dan artikulasi suspensi.
Mesin baru membawa karakter berbeda
Untuk pasar Australia, Wrangler sebelumnya hanya menawarkan mesin V6 3,6 liter, tetapi kini mesin itu diganti dengan empat silinder turbo 2,0 liter. Tenaganya tercatat 200 kW atau 268 hp, sedikit di bawah V6 yang menghasilkan 209 kW atau 280 hp, namun torsinya naik menjadi 400 Nm dari sebelumnya 367 Nm.
Mesin ini dipasangkan dengan transmisi otomatis delapan percepatan dan sistem penggerak empat roda. Jeep juga tetap mempertahankan perangkat off-road penting seperti differential lock depan dan belakang, solid Dana axles, serta sway-bar yang bisa dilepas.
Biaya tinggi untuk karakter yang sangat spesifik
Harga Rubicon menunjukkan bahwa Wrangler bukan lagi SUV off-road yang murah. Di Amerika Serikat, varian dua pintu dibuka dari US$48.660, sementara di Australia harganya mencapai AU$81.990 atau sekitar 56.000 dolar AS.
Versi empat pintu bahkan dibanderol AU$84.990 atau sekitar 58.200 dolar AS. Dengan harga seperti itu, Wrangler harus menawarkan lebih dari sekadar tampilan ikonik, dan Jeep tampaknya mencoba menutup celah itu lewat peningkatan fitur kabin.
Kabin lebih modern, tetapi tetap punya kekurangan
Layar infotainment kini berukuran 12,3 inci dan menjalankan Uconnect 5. Sistem ini menyediakan menu yang lengkap, terhubung dengan Android Auto dan Apple CarPlay nirkabel, serta terasa cukup matang untuk sebuah SUV berdesain klasik.
Meski begitu, beberapa kelemahan tetap terlihat jelas. Sakelar kaca berada di tengah dasbor karena pintu bisa dilepas, tidak ada dead pedal untuk kaki kiri, dan ruang penyimpanan tetap terbatas pada konfigurasi dua pintu.
Poin penting dari pengujian 2026 Wrangler Rubicon
- Kemampuan off-road tetap jadi kekuatan utama.
- Mesin 2,0 liter turbo lebih halus dan lebih efisien di atas kertas.
- Kabin lebih rapi dan fit and finish tergolong baik.
- Posisi duduk dan kursi depan masih dinilai kurang nyaman.
- Ruang bagasi hanya 365 liter dengan kursi belakang terpasang.
Di jalan raya masih terasa keras, tetapi bukan masalah besar
Saat dipakai di jalan umum, Wrangler tetap mempertahankan karakter setir yang khas dan feel berkendara yang agak samar di putaran awal. Ban all-terrain dan sistem kemudi recirculating ball membuat pengendalian terasa berbeda dari SUV modern lain yang lebih presisi.
Namun, dua pintu justru memberi keuntungan pada radius putar yang sangat baik, berkat wheelbase 2.459 mm. Dalam penggunaan harian, mobil ini masih cukup masuk akal selama pembeli memahami bahwa Wrangler memang tidak diciptakan untuk menjadi crossover serba nyaman.
Tetap raja jalur berat
Dalam pengujian di lintasan berlumpur, jalan kerikil sempit, dan tanjakan berbatu, Wrangler Rubicon mampu menyelesaikan semuanya tanpa harus selalu mengaktifkan mode paling ekstrem. Mobil ini bahkan tetap mampu melaju di 4H Auto tanpa kesulitan berarti, yang menegaskan statusnya sebagai SUV dengan kemampuan off-road kelas atas.
Suspensinya memang terasa kaku dibanding SUV modern yang lebih empuk, tetapi masih bisa diterima untuk kendaraan yang memang dibangun untuk bertahan di medan berat. Di tengah pasar yang semakin homogen, Jeep memilih mempertahankan formula lama, lalu memperbaikinya secukupnya agar Wrangler tetap relevan tanpa kehilangan identitas utamanya.
Source: www.carscoops.com