
Musim mudik kerap membuat motor listrik ditinggalkan di rumah selama beberapa hari hingga beberapa minggu. Agar kendaraan tetap aman dan performanya tidak turun saat dipakai lagi, pemilik perlu menyiapkan sejumlah langkah sederhana sebelum berangkat.
Kendaraan listrik punya karakter berbeda dari motor bensin, terutama pada baterai, sistem kelistrikan, dan fitur keamanan digital. Head of Group Product EV 2-Wheels Polytron, Ilman Fachrian Fadly, menekankan bahwa perawatan dasar tetap penting meski motor tidak digunakan dalam waktu singkat.
Mengapa persiapan sebelum mudik penting
Motor listrik tidak cukup hanya diparkir lalu ditinggal. Kondisi baterai, tekanan ban, dan sistem pengaman perlu diperiksa agar kendaraan tidak mengalami kendala setelah lama diam.
Dalam periode mudik, risiko yang paling sering muncul adalah baterai terlalu kosong, ban kempis, atau kendaraan yang kurang aman dari potensi pencurian. Karena itu, persiapan sebelum berangkat bisa membantu menjaga usia pakai komponen tetap optimal.
1. Tidak perlu langsung mematikan MCB untuk ditinggal singkat
Jika motor hanya ditinggalkan sekitar 1–2 minggu, pengguna tidak harus mematikan Mini Circuit Breaker atau MCB. Sistem yang tetap aktif memungkinkan fitur pemantauan, termasuk GPS, masih bisa digunakan melalui aplikasi.
MCB berfungsi sebagai pengaman arus listrik dan pemutus jika terjadi korsleting. Namun, untuk durasi singkat, membiarkannya aktif dapat memberi keuntungan dari sisi pemantauan kendaraan.
2. Parkir dengan standar tengah
Motor listrik sebaiknya diparkir menggunakan standar tengah agar posisinya lebih stabil. Cara ini membantu mengurangi risiko motor terjatuh saat ditinggal lama.
Posisi yang stabil juga membantu menjaga beban pada ban dan suspensi tetap seimbang. Langkah sederhana ini penting, terutama jika motor disimpan di area rumah yang sempit atau sering dilalui orang.
3. Isi daya baterai sekitar 50 persen
Sebelum mudik, baterai disarankan berada di kisaran 50 persen. Tingkat daya ini dianggap aman untuk penyimpanan sementara dan membantu menjaga kesehatan baterai saat motor tidak dipakai.
Baterai listrik umumnya lebih baik tidak dibiarkan terlalu penuh atau terlalu kosong dalam waktu lama. Karena itu, level menengah menjadi pilihan paling praktis untuk masa parkir yang cukup panjang.
4. Cek tekanan ban sebelum berangkat
Tekanan ban perlu dipastikan sesuai rekomendasi pabrikan. Ban yang kurang angin berisiko kempis selama motor diam dalam waktu lama, lalu membuat kendaraan kurang nyaman saat digunakan kembali.
Pemeriksaan ini juga membantu menjaga kondisi fisik ban tetap baik. Jika tekanan terlalu rendah sejak awal, beban pada permukaan ban bisa meningkat saat motor tidak bergerak.
5. Pasang pengaman tambahan
Selain sistem bawaan, pengguna disarankan memasang kunci ganda seperti kunci cakram atau rantai pada roda. Langkah ini menambah lapisan perlindungan dari risiko pencurian.
Pengaman tambahan menjadi penting karena motor yang ditinggal di rumah tetap bisa menjadi sasaran jika area parkir mudah diakses. Semakin banyak lapisan keamanan, semakin kecil peluang kendaraan dibawa orang tanpa izin.
6. Pastikan alarm dan fitur keyless aktif
Jika motor memiliki sistem keyless, fitur alarm perlu dipastikan aktif sebelum ditinggal. Alarm dapat memberi peringatan jika ada gangguan atau upaya membongkar kendaraan.
Fitur ini memberi perlindungan tambahan ketika pemilik berada jauh dari rumah. Pada motor listrik modern, alarm dan pemantauan digital menjadi bagian penting dari keamanan harian.
Ringkasan langkah yang perlu dilakukan
| Langkah | Tujuan |
|---|---|
| Cek MCB | Menjaga sistem tetap dapat dipantau |
| Gunakan standar tengah | Membuat motor lebih stabil |
| Isi baterai 50 persen | Menjaga kesehatan baterai |
| Periksa tekanan ban | Mencegah ban kempis |
| Pasang kunci ganda | Mengurangi risiko pencurian |
| Aktifkan alarm | Memberi peringatan saat ada gangguan |
Seiring meningkatnya penggunaan motor listrik di Indonesia, perawatan saat kendaraan tidak digunakan menjadi bagian penting dari kebiasaan berkendara. Dengan langkah-langkah sederhana itu, motor listrik tetap aman, awet, dan siap dipakai lagi setelah pemilik pulang mudik.









