Depresiasi EV Masih Brutal, Hibrida Memberi Harapan untuk Masa Depan Pasar Bekas

Pasar mobil listrik bekas masih menunjukkan tekanan depresiasi yang besar. Data terbaru dari iSeeCars mencatat rata-rata EV berusia lima tahun kehilangan 57,2% nilainya, jauh lebih dalam dibanding rata-rata industri sebesar 41,8%.

Namun, tren pada hybrid memberi sinyal yang lebih optimistis. Mobil hybrid kini justru menjadi jenis powertrain dengan depresiasi paling lambat, hanya 35,4% dalam lima tahun, padahal tujuh tahun lalu kondisinya serupa dengan EV saat ini.

Depresiasi masih jadi biaya tersembunyi yang paling berat

Depresiasi jarang dibahas pembeli saat menghitung anggaran mobil. Banyak orang lebih fokus pada cicilan, asuransi, bahan bakar, dan biaya perawatan, meski penurunan nilai sering menjadi komponen biaya kepemilikan yang paling besar.

Kondisi itu menjadi lebih terasa pada kendaraan listrik. Studi iSeeCars menunjukkan EV menyumbang setengah dari 10 model dengan depresiasi tercepat, sementara dari 25 model dengan depresiasi terendah, tidak ada satu pun yang sepenuhnya listrik.

Data tersebut menegaskan bahwa pasar mobil listrik bekas belum stabil. Harga jual kembali masih tertekan oleh persepsi teknologi yang cepat berubah, pilihan model baru yang lebih baik, dan kekhawatiran konsumen soal umur baterai.

Mengapa EV jatuh lebih cepat di pasar bekas

Salah satu penyebab utamanya adalah umur teknologi yang masih relatif muda. EV berusia lima tahun saat ini umumnya berasal dari model tahun 2021, periode ketika banyak pabrikan masih menyempurnakan jarak tempuh, efisiensi pengisian, dan fitur perangkat lunak.

Contoh paling jelas terlihat pada Nissan Leaf. Model ini kehilangan 63,1% dari nilainya dalam lima tahun, dan versi dasarnya hanya menawarkan jarak tempuh 149 mil, desain yang dianggap kurang menarik, serta teknologi yang ketinggalan dibanding standar sekarang.

Di sisi lain, beberapa EV populer seperti Hyundai Ioniq 5, Tesla Model Y, dan Ford Mustang Mach-E mengalami pembaruan besar, pemangkasan harga, dan hadirnya trim baru. Kombinasi itu mendorong harga unit bekas ikut turun karena pembeli punya lebih banyak alternatif yang lebih segar.

Hybrid menunjukkan pola yang lebih sehat

Hybrid memberi pelajaran penting bagi pasar EV. Pada masa awal, mobil hybrid juga sempat terdepresiasi sangat cepat karena dianggap sebagai teknologi baru yang belum sepenuhnya dipercaya pasar.

iSeeCars mencatat depresiasi hybrid pernah mencapai puncak 56,7% pada 2019. Kini situasinya berbalik karena hybrid justru mencatat depresiasi paling rendah di antara seluruh jenis powertrain yang dipantau.

Perubahan ini menunjukkan adopsi teknologi baru sering berjalan dalam kurva yang sama. Saat masih asing, pasar cenderung ragu, tetapi ketika konsumen makin mengenal manfaatnya, nilai jual kembali bisa membaik secara bertahap.

Apa yang bisa dipelajari dari pasar hybrid

Ada beberapa pelajaran yang bisa dibaca dari perjalanan hybrid menuju stabilitas harga. Faktor yang paling menonjol bukan hanya teknologinya, tetapi juga kedewasaan pasar, konsistensi produk, dan persepsi keandalan yang terbentuk dari waktu ke waktu.

  1. Teknologi baru biasanya butuh waktu untuk diterima pasar.
  2. Pembaruan produk yang cepat bisa menekan nilai model lama.
  3. Kepercayaan konsumen terhadap keawetan dan biaya kepemilikan sangat memengaruhi harga bekas.
  4. Ketika pasokan model baru makin matang, depresiasi cenderung melandai.

Mengapa prospek jangka panjang EV tetap terbuka

Masalah depresiasi EV saat ini tidak otomatis berarti permintaan hilang. Banyak pembeli masih menunggu teknologi baterai yang lebih matang, infrastruktur pengisian yang lebih luas, dan model yang lebih efisien sebelum masuk ke pasar mobil listrik bekas.

Dalam jangka panjang, EV tetap punya keunggulan biaya operasional. Perawatannya cenderung lebih sederhana daripada mobil bensin, dan secara teori daya tahan komponennya juga bisa lebih panjang bila digunakan dengan benar.

Itulah sebabnya hybrid penting sebagai referensi. Jika hybrid yang dulu sempat merosot tajam kini bisa menjadi powertrain dengan depresiasi paling ringan, pasar EV juga berpeluang melewati fase awal yang berat sebelum menuju pola nilai yang lebih stabil.

Berita Terkait

Back to top button