Jaecoo J7 SHS-P tampil menarik saat diuji efisiensinya dalam perjalanan mudik dengan rute Bogor menuju Purworejo. Mobil plug-in hybrid ini menunjukkan bahwa konsumsi bahan bakar bisa ditekan cukup jauh, terutama ketika baterai digunakan secara optimal dan lalu lintas didominasi kondisi padat.
Pengujian ini relevan bagi calon pengguna yang mencari mobil keluarga untuk perjalanan jauh sekaligus tetap hemat energi. Dari hasil perjalanan tersebut, Jaecoo J7 SHS-P memperlihatkan karakter yang menggabungkan kenyamanan mobil listrik dengan fleksibilitas mesin bensin.
Bekal Awal yang Menentukan Hasil
Sebelum berangkat, mobil diisi penuh dengan 60 liter bensin dan baterai pada kondisi 100 persen. Bekal awal ini membuat kendaraan bisa langsung dipakai untuk menempuh jarak jauh tanpa perlu berhenti mengisi daya di tengah perjalanan.
Dalam skenario mudik, kondisi seperti ini memberi gambaran penting bahwa efisiensi kendaraan hybrid tidak hanya ditentukan oleh teknologi mesinnya. Cara penggunaan dan strategi pengisian baterai juga sangat berpengaruh terhadap konsumsi energi selama perjalanan.
Saat melaju di arus mudik yang padat dan kecepatan rendah, mobil lebih sering mengandalkan motor listrik. Motor listrik Jaecoo J7 SHS-P memiliki tenaga 201 Tk dan torsi 310 Nm, sementara mesin bensin 1.500 cc turbo dengan tenaga 140 Tk dan torsi 215 Nm bekerja sebagai pendukung saat dibutuhkan.
Konsumsi BBM Tercatat Hemat
Dari hasil pengamatan panel Multi Information Display (MID), konsumsi bahan bakar rata-rata selama perjalanan luar dan dalam kota berada di kisaran 25 km per liter. Angka ini tergolong impresif untuk perjalanan mudik yang melewati berbagai kondisi jalan, termasuk kemacetan parah.
Konsumsi listriknya juga tercatat efisien, yakni sekitar 2,0 Wh per km. Data tersebut memperlihatkan bahwa sistem hybrid plug-in pada mobil ini mampu membagi peran mesin listrik dan mesin bensin secara efektif.
Berikut ringkasan hasil pengujian yang dicatat selama perjalanan mudik:
| Parameter | Hasil |
|---|---|
| Bensin awal | 60 liter |
| Kondisi baterai awal | 100 persen |
| Konsumsi BBM rata-rata | Sekitar 25 km/liter |
| Konsumsi listrik | Sekitar 2,0 Wh/km |
| Sisa bahan bakar di tujuan | Sekitar setengah tangki |
| Sisa baterai di tujuan | 25–30 persen |
Daya Tahan Jarak Jauh Jadi Nilai Utama
Setelah menempuh rute Bogor-Purworejo, tangki bensin masih menyisakan sekitar setengah. Dari kondisi itu, kendaraan masih diperkirakan bisa menempuh jarak sekitar 600 km lagi.
Baterai berkapasitas 18,3 kWh juga memberi keuntungan besar dalam mobilitas harian. Dalam mode listrik murni, mobil ini mampu berjalan sekitar 100 km, sehingga cocok untuk penggunaan di kota maupun perjalanan pendek selama mudik.
Selama berada di Purworejo, pengisian daya dilakukan sebanyak tujuh kali di SPKLU. Langkah itu dipakai untuk mendukung mobilitas harian sekaligus menjaga kesiapan kendaraan saat harus kembali ke Bogor.
Strategi Penggunaan yang Membuat Efisien
Efisiensi tinggi Jaecoo J7 SHS-P sangat bergantung pada kebiasaan pengisian daya. Saat baterai terjaga penuh, mobil bisa lebih sering berjalan dalam mode EV, terutama untuk rute pendek dan kondisi macet.
Pada skema ini, mesin bensin tidak bekerja terus-menerus. Mesin hanya aktif saat dibutuhkan agar efisiensi tetap terjaga, terutama ketika mobil melaju di luar kota atau pada kondisi jalan yang menuntut tenaga tambahan.
Dari total perjalanan pulang-pergi, jarak yang ditempuh mencapai 1.511,3 km. Jarak sejauh itu berhasil dilalui hanya dengan satu kali pengisian bensin penuh sejak awal keberangkatan, sehingga efisiensinya terlihat jelas dalam penggunaan nyata.
Poin Penting untuk Calon Pengguna
- Mobil ini paling efisien jika baterai rutin diisi.
- Mode listrik sangat membantu saat macet atau perjalanan jarak pendek.
- Konsumsi BBM bisa tetap rendah meski menempuh rute mudik yang panjang.
- Akses SPKLU menjadi faktor penting untuk memaksimalkan manfaat PHEV.
- Kombinasi bensin dan listrik memberi fleksibilitas tinggi untuk perjalanan jauh.
Dengan karakter seperti itu, Jaecoo J7 SHS-P menawarkan solusi yang menarik bagi pengguna yang ingin bepergian jauh tanpa terlalu sering berhenti mengisi bahan bakar. Di saat yang sama, sistem plug-in hybrid-nya memberi ruang bagi pemilik untuk memanfaatkan tenaga listrik secara maksimal selama perjalanan mudik dan aktivitas harian.









