CATL Gandeng Pendiri Zijin, Langkah Agresif Mengunci Tambang Global

CATL memperkuat langkah ekspansi bisnis tambangnya dengan menunjuk Chen Jinghe, pendiri sekaligus mantan chairman Zijin Mining, sebagai penasihat. Penunjukan ini menandai upaya produsen baterai kendaraan listrik terbesar di dunia itu untuk mengamankan pasokan mineral penting di tengah rantai pasok yang semakin kompetitif.

Chen dikenal sebagai tokoh senior di industri pertambangan Tiongkok. Sebagai geolog, ia membangun Zijin Mining selama lebih dari tiga dekade hingga berubah dari operasional emas berskala kecil di China menjadi salah satu perusahaan tambang terbesar dan paling terdiversifikasi di dunia.

Fokus CATL pada rantai pasok mineral

CATL menempatkan Chen sebagai penasihat senior untuk mendukung pengembangan bisnis sumber daya mineralnya. Menurut laporan media lokal yang dikutip, tugas itu berkaitan dengan perluasan bisnis rantai pasok mineral yang menjadi penopang utama produksi baterai.

Langkah ini sejalan dengan strategi CATL dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan itu aktif berpartisipasi dalam investasi, pembangunan, dan pengoperasian sumber daya mineral seperti litium, nikel, kobalt, dan fosfor untuk menjamin pasokan bahan baku utama.

Mengapa sosok Chen dianggap penting

Pengalaman Chen dinilai relevan karena ia paham industri pertambangan dari sisi teknis dan strategi bisnis. Sebagai pendiri Zijin Mining, ia memimpin ekspansi global perusahaan itu dan membawa nilai pasar Zijin hingga lebih dari 120 miliar dolar AS, menurut Bloomberg.

Chen juga baru saja memasuki fase baru dalam kariernya setelah resmi pensiun pada 1 Januari. Meski demikian, ia tetap aktif memberi arahan strategis di sektor tambang, termasuk penunjukannya sebagai penasihat utama Wanguo Gold Group pada Februari.

Langkah CATL di tengah persaingan bahan baku

CATL selama ini tidak hanya dikenal sebagai produsen baterai, tetapi juga sebagai perusahaan yang agresif mengamankan sumber daya hulu. Strategi itu penting karena harga mineral baterai bisa berfluktuasi tajam dan berdampak langsung pada biaya produksi.

Dalam konteks industri kendaraan listrik, penguasaan bahan baku kini menjadi faktor kompetitif yang sama pentingnya dengan teknologi sel baterai. CATL tampak berupaya mengurangi ketergantungan pada pasar spot dengan memperluas kepemilikan dan kendali atas aset tambang di dalam dan luar negeri.

Posisi CATL di pasar global

Berdasarkan data terbaru dari lembaga riset Korea Selatan SNE Research yang dirilis pada 7 April, CATL memegang pangsa pasar global 42,1% pada periode Januari-Februari. Angka itu menegaskan dominasi CATL di pasar baterai kendaraan listrik, sekaligus menjelaskan mengapa keamanan pasokan bahan baku menjadi prioritas utama.

Berikut sejumlah fokus strategis yang tampak dari langkah CATL:

  1. Mengamankan pasokan litium untuk baterai kendaraan listrik.
  2. Memperluas akses ke nikel, kobalt, dan fosfor.
  3. Mengurangi risiko volatilitas harga bahan baku.
  4. Memperkuat kendali atas rantai pasok hulu dan hilir.
  5. Memanfaatkan pengalaman tokoh tambang senior untuk ekspansi jangka panjang.

Selain memperbesar basis mineral domestik di China, CATL juga telah mengambil kepemilikan signifikan di sejumlah operasi luar negeri. Pola ini menunjukkan perusahaan ingin membangun jaringan pasokan yang lebih tahan terhadap gangguan geopolitik maupun perubahan harga komoditas.

Kehadiran Chen Jinghe dalam bisnis tambang CATL bisa menjadi sinyal bahwa perusahaan itu ingin menggabungkan kekuatan industri baterai dengan pengalaman pertambangan kelas dunia. Dengan rekam jejak Chen di Zijin Mining dan kebutuhan CATL atas mineral strategis, ekspansi tambang perusahaan itu berpotensi bergerak lebih agresif dalam beberapa waktu ke depan.

Source: cnevpost.com
Exit mobile version