Ford Kembali Tarik Empat Model, Dua Recall Baru Tambah Luka Bulan Buruknya

Ford kembali menghadapi tekanan soal kualitas setelah mengumumkan dua penarikan keselamatan baru yang melibatkan empat model berbeda. Langkah ini muncul hanya beberapa hari setelah recall besar yang mencakup lebih dari 420.000 kendaraan di Amerika Serikat, sehingga menambah sorotan terhadap konsistensi kontrol mutu pabrikan asal Michigan itu.

Dalam dua kampanye recall yang diumumkan pada 31 Maret, Ford menyebut ada masalah pada sistem HVAC dan sensor airbag yang bisa berdampak langsung pada keselamatan pengemudi serta penumpang. Meski jumlah unit pada salah satu recall sangat kecil, dampak reputasinya tetap besar karena menyangkut model-model penting seperti Lincoln Aviator, Ford Explorer, Bronco Sport, dan Maverick.

Recall pertama hanya 55 unit, tetapi tetap berisiko

Penarikan pertama mencakup 55 kendaraan, terdiri dari 5 unit Lincoln Aviator dan 50 unit Ford Explorer. Semua kendaraan itu merupakan model tahun 2026 yang diproduksi dalam rentang waktu tertentu, yakni Aviator buatan 20 Oktober hingga 18 Desember, sementara Explorer dirakit pada 19 Oktober hingga 12 Januari.

Masalahnya terletak pada sistem HVAC yang bisa gagal bekerja karena sambungan ground listrik pada blower motor diduga tidak dipasang dengan benar saat perakitan panel instrumen. Ford menjelaskan bahwa kegagalan ini memang terutama membuat kabin tidak nyaman, tetapi risikonya bisa berubah lebih serius saat kaca depan tidak dapat dibersihkan dari embun atau es.

Kondisi seperti itu dapat mengganggu jarak pandang pengemudi, terutama pada cuaca dingin atau lembap. Ford mengatakan pemilik kendaraan yang terdampak akan mulai menerima pemberitahuan pada 10 April, dan dealer diminta memeriksa serta mengamankan semua sambungan panel instrumen.

Recall kedua menjangkau Bronco Sport dan Maverick

Kampanye kedua jauh lebih besar karena mencakup 3.170 unit Ford Bronco Sport dan Ford Maverick. Ford menyebut ada potensi bladder port pada Occupant Classification Sensor atau OCS yang rusak, sehingga sistem tidak dapat membaca secara akurat apakah kursi penumpang depan diduduki orang dewasa atau anak-anak.

Kerusakan itu membuat airbag penumpang depan bisa nonaktif. Ford menyatakan pengemudi dapat melihat tanda peringatan “Passenger Airbag OFF” pada panel instrumen jika kendala tersebut muncul.

Berikut rincian model yang terdampak:

  1. 1.515 unit Ford Bronco Sport model 2025–2026, diproduksi pada 29 Juli hingga 3 Desember.
  2. Ford Maverick model 2025–2026 yang dirakit pada 8 Agustus hingga 11 September, dengan total keseluruhan recall kedua mencapai 3.170 unit.
  3. Perbaikan dilakukan gratis melalui penggantian Occupant Classification Sensor di dealer.
  4. Pemilik diminta memperhatikan indikator airbag penumpang depan di panel meter.

Tekanan kualitas Ford kembali naik

Rangkaian recall ini menambah daftar panjang persoalan mutu yang belakangan menekan Ford. Perusahaan itu sebelumnya juga telah menarik lebih dari 420.000 kendaraan di AS, dan pengumuman terbaru memperkuat kesan bahwa problem kualitas belum sepenuhnya terkendali meski Ford mengklaim terus melakukan perbaikan.

Bagi industri otomotif, dua isu ini menunjukkan dua jenis risiko yang berbeda tetapi sama-sama penting. Sistem HVAC memang tampak seperti masalah kenyamanan, namun pabrikan menilai visibilitas yang terganggu bisa berujung pada kecelakaan, sedangkan sensor OCS berhubungan langsung dengan kerja airbag yang menjadi fitur keselamatan utama.

Model yang terdampak dalam dua recall Ford

Recall Model Jumlah unit Masalah utama
I Lincoln Aviator, Ford Explorer 55 HVAC gagal berfungsi
II Bronco Sport, Maverick 3.170 Sensor OCS rusak, airbag penumpang depan nonaktif

Ford kini harus menangani bukan hanya perbaikan teknis, tetapi juga persepsi publik terhadap kualitas produknya di lini kendaraan baru. Dengan beberapa model 2025 dan 2026 ikut terseret, perhatian pasar kemungkinan akan tertuju pada seberapa cepat pabrikan menyelesaikan perbaikan dan mencegah kasus serupa muncul lagi pada model berikutnya.

Source: www.carscoops.com

Berita Terkait

Back to top button