Arus kendaraan di Tol Cikopo-Palimanan atau Cipali mulai kembali normal setelah sistem satu arah resmi dihentikan pada Jumat, 20 Maret 2026, pukul 14.22 WIB. Kebijakan ini menandai berakhirnya fase puncak lonjakan mudik menjelang Lebaran 2026 dan memberi ruang bagi kendaraan melintas dua arah seperti biasa.
Astra Tol Cipali menyampaikan bahwa ruas KM 72 hingga KM 188 kini kembali beroperasi normal untuk arah Jakarta ke Cirebon maupun sebaliknya. Dengan dihentikannya one way, pengendara tidak lagi dibatasi hanya pada satu arah sehingga distribusi kendaraan menjadi lebih fleksibel di jalur utama Trans Jawa.
Normalisasi lalu lintas di Cipali
Penghentian one way tidak berdiri sendiri karena rekayasa lalu lintas lain juga mulai dihentikan di ruas tol yang terhubung. PT Jasamarga Transjawa Tol menyatakan contraflow di Tol Jakarta-Cikampek, yang sebelumnya diberlakukan di KM 36 hingga KM 70 arah Cikampek sejak 17 Maret 2026, juga sudah berakhir.
Kondisi ini menunjukkan volume kendaraan di koridor utama mudik mulai menurun setelah mencapai titik tertinggi beberapa hari sebelumnya.
Data penurunan volume kendaraan
Data operasional di Tol Cipali menunjukkan pergerakan kendaraan menuju Cirebon pada periode 00.00 hingga 15.00 WIB mencapai sekitar 22 ribu unit. Angka itu turun 68,4 persen dibandingkan periode yang sama pada hari sebelumnya.
Rata-rata kendaraan yang melintas juga tercatat turun menjadi sekitar 1.400 unit per jam. Penurunan ini menjadi dasar utama bagi operator tol dan kepolisian untuk menghentikan rekayasa arus dan mengembalikan sistem lalu lintas ke kondisi normal.
Pernyataan operator tol
Ria Marlinda Paallo, Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, mengatakan puncak volume kendaraan terjadi pada 18 Maret 2026. Ia menjelaskan bahwa pada 19 Maret 2026 shift 3 hingga 20 Maret 2026, lalu lintas di kedua arah terpantau cukup terkendali sehingga normalisasi dilakukan dan contraflow dihentikan.
Pernyataan itu memperkuat bahwa kebijakan one way dan contraflow bersifat situasional, bergantung pada kepadatan di lapangan. Saat volume kendaraan menurun, pengelola jalan tol dapat segera mengubah pola rekayasa agar arus kembali lebih seimbang.
Dampak bagi pemudik dan arus Trans Jawa
Berakhirnya one way di Cipali memberi sinyal bahwa jalur mudik utama sudah melewati fase tersibuk. Bagi pemudik yang masih dalam perjalanan, kondisi ini biasanya membuat mobilitas lebih mudah karena tidak ada lagi pembatasan arah di ruas tertentu.
Rekayasa lalu lintas seperti one way dan contraflow selama ini dibutuhkan untuk mencegah penumpukan ekstrem di titik-titik rawan macet. Dalam periode puncak mudik, skema itu membantu mempercepat laju kendaraan dari arah barat menuju timur dan menjaga arus Trans Jawa tetap bergerak.
Hal yang tetap perlu diperhatikan pengendara
Meski lalu lintas mulai normal, pengelola tol tetap meminta pengendara waspada selama perjalanan. Pengemudi diminta menjaga jarak aman, mematuhi batas kecepatan, serta memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum melintas jauh.
Berikut beberapa imbauan penting yang perlu diperhatikan saat melintasi tol pada masa arus balik maupun perjalanan lanjutan:
- Pastikan rem, ban, dan bahan bakar dalam kondisi aman.
- Istirahat bila tubuh mulai lelah atau mengantuk.
- Patuhi rambu, marka jalan, dan arahan petugas di lapangan.
- Jaga kecepatan stabil dan hindari berpindah lajur secara agresif.
- Tetap pantau informasi resmi dari operator tol dan kepolisian.
Rekayasa lalu lintas yang dinilai efektif
Penerapan one way dan contraflow dinilai efektif mengurai kepadatan di jalur utama Trans Jawa selama puncak mudik. Skema itu membantu membagi beban kendaraan secara lebih merata sehingga potensi kemacetan panjang bisa ditekan.
Dengan normalisasi di Cipali dan Jakarta-Cikampek, operator jalan tol menilai fase paling padat arus mudik Lebaran 2026 telah lewat. Namun, pemantauan lalu lintas tetap berjalan untuk mengantisipasi pergerakan kendaraan lanjutan di ruas-ruas utama yang masih bisa padat pada jam tertentu.
