
Pemakaian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU selama arus mudik dan balik Lebaran mengalami lonjakan tajam pada periode terbaru. PT PLN (Persero) mencatat penggunaan SPKLU naik 4,14 kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, menandakan kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik ikut berkembang seiring makin banyaknya mobil listrik di jalur perjalanan jarak jauh.
Data PLN menunjukkan frekuensi pengisian daya pada 12–31 Maret mencapai 303.234 transaksi. Angka itu melonjak dari 73.161 transaksi pada periode yang sama sebelumnya, sementara konsumsi listrik kendaraan listrik ikut naik dari 1,75 juta kWh menjadi 7,16 juta kWh.
Jumlah kendaraan listrik pemudik ikut bertambah
Kenaikan transaksi SPKLU tidak muncul begitu saja. Aktivitas mudik dengan kendaraan listrik memang meningkat dari tahun ke tahun, seiring semakin banyaknya pengguna yang percaya diri menempuh perjalanan antarkota dengan mobil listrik.
BYD Indonesia sempat menyebut sekitar 4.300 kendaraan listrik melakukan perjalanan mudik pada periode sebelumnya. Setelah itu, jumlahnya naik menjadi 13.600 unit kendaraan listrik pada tahun berikutnya untuk perjalanan mudik dan arus balik.
Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa kendaraan listrik tidak lagi hanya dipakai untuk mobilitas harian di dalam kota. Pengguna kini mulai memanfaatkannya untuk perjalanan panjang, termasuk lintas provinsi yang membutuhkan dukungan infrastruktur pengisian daya yang memadai.
Infrastruktur SPKLU makin rapat di jalur mudik
PLN bersama mitra telah menyiapkan 4.769 unit SPKLU di 3.097 titik di seluruh Indonesia. Rata-rata jarak antar-SPKLU kini sekitar 22 kilometer, sehingga pengemudi punya lebih banyak pilihan lokasi saat baterai perlu diisi ulang.
Di jalur utama Trans Sumatra, Jawa, dan Bali, PLN menyediakan 1.681 unit SPKLU di 994 titik. Jumlah ini naik sekitar 70 persen dibandingkan perayaan Idul Fitri pada tahun sebelumnya, dan menjadi faktor penting yang mendorong kepercayaan pengguna kendaraan listrik saat bepergian jauh.
Berikut gambaran singkat penyebaran dukungan pengisian daya yang disiapkan PLN:
| Wilayah | Jumlah SPKLU | Titik Layanan |
|---|---|---|
| Seluruh Indonesia | 4.769 unit | 3.097 titik |
| Trans Sumatra, Jawa, Bali | 1.681 unit | 994 titik |
Fast charging dan SPKLU mobile ikut dorong pemakaian
Ketersediaan SPKLU fast charging di rest area juga berperan besar dalam meningkatkan penggunaan. Fitur pengisian cepat membuat waktu berhenti lebih efisien, terutama bagi pemudik yang mengejar jadwal perjalanan dan ingin kembali melaju dalam waktu singkat.
Selain SPKLU tetap, PLN juga menyiagakan 15 unit SPKLU Mobile di titik strategis. Layanan ini disiapkan untuk kondisi darurat, terutama di area exit tol, dengan dukungan ribuan personel siaga agar penanganan kendaraan listrik tetap berjalan saat terjadi kebutuhan mendadak.
Kenapa pemakaian melonjak lebih dari empat kali lipat
Lonjakan pemakaian SPKLU selama Lebaran didorong oleh beberapa faktor yang saling berkaitan. Pertama, jumlah kendaraan listrik yang melakukan perjalanan mudik terus bertambah dari tahun ke tahun, sehingga otomatis kebutuhan isi daya ikut naik.
Kedua, jaringan SPKLU kini lebih rapat dan lebih mudah dijangkau di koridor utama perjalanan. Ketiga, kehadiran fast charging dan SPKLU mobile mengurangi kekhawatiran pengemudi soal jarak tempuh dan ketersediaan pengisian daya di tengah perjalanan panjang.
Darmawan Prasodjo menjelaskan capaian itu juga menjadi bagian dari keberhasilan Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral dalam menjaga kelancaran arus mudik dan balik, sekaligus memastikan keandalan pasokan energi nasional selama periode RAFI.
Dengan pertumbuhan transaksi mencapai 303.234 kali dan konsumsi listrik 7,16 juta kWh, data ini memperlihatkan bahwa ekosistem kendaraan listrik di Indonesia mulai memasuki fase penggunaan massal. Dukungan infrastruktur yang lebih merata membuat SPKLU kini menjadi elemen penting dalam perjalanan mudik berbasis listrik, bukan lagi sekadar fasilitas tambahan.
Source: otodriver.com








