
Farizon menampilkan cargo van konsep V8E di Giicomvec 2026 sebagai langkah awal untuk memperkuat posisi kendaraan niaga listrik di Indonesia. Kehadirannya menarik perhatian karena model ini datang bersama van penumpang SV dan menjadi bagian dari debut Farizon di pameran kendaraan komersial tersebut.
Merek kendaraan komersial yang berada di bawah Geely Group ini baru masuk pasar Indonesia pada akhir Januari lalu melalui distributor resmi sekaligus agen pemegang merek Arista Auto Elektrindo. Pihak perusahaan menempatkan kehadiran di Giicomvec sebagai momentum untuk memperkenalkan teknologi rendah emisi kepada pelaku usaha yang membutuhkan efisiensi operasional.
Dorongan ke segmen mobil niaga listrik
Direktur Arista Auto Elektrindo, Christoforus Ronny, menyebut keikutsertaan Farizon bukan sekadar tampil di pameran. Ia menegaskan bahwa Farizon ingin membawa standar baru dalam logistik dan transportasi, dengan mengandalkan teknologi yang sudah teruji secara global.
“Kehadiran Farizon di Giicomvec 2026 adalah langkah strategis kami dalam memperkenalkan standar baru logistik dan transportasi di Indonesia,” ujar Ronny dalam keterangan tertulis. Ia juga menyebut Farizon sebagai brand NEV komersial nomor satu di China dan dunia.
Pernyataan itu sejalan dengan tren industri yang makin serius mengejar kendaraan niaga rendah emisi. Di pasar yang menuntut biaya operasional efisien, kendaraan listrik menawarkan penghematan energi dan potensi penurunan emisi karbon, terutama untuk armada distribusi dan layanan perkotaan.
Spesifikasi Farizon V8E
Farizon V8E hadir sebagai cargo van listrik dengan dimensi yang cukup besar untuk kebutuhan angkut barang. Model ini memiliki panjang 5.395 mm, lebar 1.820 mm, tinggi 1.985 mm, dan jarak sumbu roda 3.600 mm.
Berikut ringkasan spesifikasi utama Farizon V8E:
- Baterai lithium iron phosphate 65 kWh
- Daya puncak motor listrik 110 kW
- Torsi maksimum 220 Nm
- Jarak tempuh hingga 310 km dalam kondisi beban maksimal
- Bobot operasi penuh 3.500 kg
Data itu menunjukkan V8E disiapkan untuk kebutuhan logistik yang menuntut ruang muat dan efisiensi jarak tempuh. Dengan baterai LFP, model ini juga mengikuti arah pengembangan kendaraan listrik yang menekankan daya tahan dan stabilitas penggunaan harian.
Farizon SV masuk segmen penumpang
Selain V8E, Farizon juga menampilkan SV sebagai opsi van penumpang. Model ini memiliki panjang 5.999 mm, lebar 1.980 mm, tinggi 2.500 mm, serta jarak sumbu roda 3.850 mm.
Kapasitas kabinnya mencapai 16 kursi, sehingga cocok untuk kebutuhan angkutan penumpang yang mengutamakan ruang besar. Farizon SV dibekali baterai 82.883 kWh, motor listrik 230 ps, dan torsi 336 Nm.
Fitur keselamatan ikut jadi sorotan
Farizon SV tampil dalam warna Stone White dan membawa sejumlah fitur keselamatan yang menjadi perhatian di segmen kendaraan penumpang. Fitur tersebut antara lain three-point belt, driver seat belt alarm, copilot seat belt alarm, back row three point belt, TPMS, one-start stop, automatic door locking, overspeed alarm, AVAS, ABS, dan EBD.
Daftar fitur itu menunjukkan pendekatan yang tidak hanya fokus pada tenaga penggerak listrik, tetapi juga pada aspek perlindungan penumpang. Di segmen kendaraan komersial, kombinasi efisiensi, keselamatan, dan kapasitas angkut menjadi faktor yang sering menentukan minat pembeli.
Posisi Farizon di pasar Indonesia
Kehadiran dua model ini memperlihatkan strategi Farizon untuk masuk ke pasar Indonesia lewat dua jalur sekaligus, yakni kendaraan barang dan kendaraan penumpang. Langkah itu penting karena kebutuhan pasar kendaraan komersial di Indonesia sangat beragam, mulai dari logistik perkotaan hingga transportasi penumpang berkapasitas besar.
Giicomvec 2026 menjadi panggung yang tepat bagi merek baru seperti Farizon untuk menunjukkan teknologi dan spesifikasi produknya secara langsung. Dengan fokus pada kendaraan niaga berbasis energi baru, Farizon tampaknya ingin mendorong transisi armada bisnis menuju opsi yang lebih hemat energi dan lebih ramah lingkungan.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap kendaraan listrik komersial, model seperti V8E dan SV memberi gambaran arah persaingan baru di pasar mobil niaga Indonesia. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada kesiapan ekosistem, strategi distribusi, dan respons pelaku usaha terhadap kendaraan yang menawarkan efisiensi sekaligus penurunan emisi.
Source: www.cnnindonesia.com








