
Kementerian Lingkungan Hidup resmi menganugerahkan predikat Green Leadership Utama CEO kepada Nandi Julyanto, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia atau TMMIN. Penghargaan ini menegaskan peran kepemimpinan korporasi dalam mendorong keberlanjutan lingkungan sekaligus memperkuat kontribusi industri otomotif terhadap target nasional pengendalian perubahan iklim.
Pencapaian tersebut juga berkaitan erat dengan kinerja TMMIN dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan atau PROPER. Perusahaan meraih PROPER Emas dan PROPER Hijau untuk fasilitas produksinya di Karawang dan Sunter, yang menjadi indikator bahwa praktik operasional perusahaan dinilai konsisten dengan prinsip industri hijau.
Green leadership dan arah industri hijau
Green Leadership menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan penghargaan lingkungan di level tertinggi. Dalam konteks PROPER, kepemimpinan perusahaan tidak hanya dinilai dari kepatuhan lingkungan, tetapi juga dari kemampuan menyusun strategi yang memberi dampak nyata bagi ekosistem dan masyarakat sekitar.
Nandi Julyanto menyebut penghargaan itu sebagai dorongan untuk memperkuat standar lingkungan di seluruh fasilitas perusahaan. Ia menegaskan komitmen TMMIN untuk terus berkontribusi pada target nasional terkait lingkungan dan perubahan iklim melalui langkah yang terukur dan berkelanjutan.
Program Kijangku jadi bukti kontribusi nyata
Dalam ajang PROPER, TMMIN mengajukan Program Kijangku sebagai inisiatif yang menggabungkan konservasi alam, efisiensi energi, dan pemberdayaan masyarakat. Program ini juga menyasar persoalan abrasi di Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, yang menjadi salah satu wilayah pesisir dengan tekanan lingkungan cukup besar.
Melalui pendekatan kolaboratif, perusahaan menggandeng warga untuk memulihkan pesisir lewat rehabilitasi mangrove dan pemanfaatan limbah ban bekas menjadi Alat Pemecah Ombak atau APO. Langkah ini menunjukkan bahwa solusi lingkungan dapat dirancang dari kombinasi teknologi, partisipasi masyarakat, dan pemanfaatan material sisa secara lebih produktif.
Berikut beberapa capaian utama Program Kijangku yang disebut dalam keterangan resmi:
- Membentuk 14,96 hektar area konservasi mangrove.
- Mencapai survival rate mangrove hingga 98,6 persen.
- Melindungi 4,3 hektar tambak ikan dari dampak abrasi.
- Menjaga 27 hektar sawah agar tetap produktif.
- Memberi manfaat bagi 76 keluarga pesisir di wilayah terdampak.
Capaian tersebut memperlihatkan bahwa program lingkungan dapat memberi efek berlapis, bukan hanya pada ekologi, tetapi juga pada ekonomi lokal dan ketahanan mata pencaharian warga. Di wilayah pesisir, perlindungan lahan dan rehabilitasi mangrove sering menjadi faktor penentu bagi keberlanjutan aktivitas pertanian dan perikanan.
Apresiasi untuk konsistensi manufaktur berkelanjutan
Penghargaan yang diterima TMMIN diberikan sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi perusahaan dalam menerapkan prinsip industri hijau di tengah berbagai tantangan operasional. Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT TMMIN, mengatakan PROPER 2026 menjadi bukti bahwa produksi berkualitas tinggi dapat berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan.
Pernyataan itu sejalan dengan arah transformasi industri manufaktur yang kini semakin menekankan efisiensi energi, pengurangan emisi, dan pengelolaan limbah yang lebih bertanggung jawab. Dalam praktiknya, pendekatan seperti ini tidak lagi dipandang sebagai tambahan, melainkan bagian dari strategi bisnis jangka panjang.
Fokus TMMIN ke mobilitas hijau
Ke depan, TMMIN menegaskan dukungan terhadap visi Indonesia Emas 2045 melalui pengembangan mobilitas hijau. Arah ini juga selaras dengan visi global Toyota dan kebijakan pemerintah menuju ekonomi rendah karbon, yang menempatkan sektor industri sebagai bagian penting dari transisi energi dan pembangunan berkelanjutan.
Langkah TMMIN menunjukkan bahwa penghargaan lingkungan bukan hanya hasil penilaian administratif, tetapi juga cerminan strategi perusahaan dalam merespons tantangan iklim, konservasi sumber daya, dan pemberdayaan masyarakat secara bersamaan. Dalam lanskap industri otomotif yang semakin kompetitif, penguatan kepemimpinan hijau menjadi salah satu indikator penting bagi reputasi dan daya saing jangka panjang.
Source: otomotif.katadata.co.id








