Chery Group memasuki 2026 dengan strategi yang lebih agresif di pasar otomotif global. Produsen asal Tiongkok itu mencatat penjualan bulanan tertinggi pada Maret 2026, sebanyak 240.678 unit, naik 12,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kinerja tersebut memperlihatkan bahwa Chery tidak hanya mengejar volume penjualan, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai pemain teknologi kendaraan energi baru. Pada saat yang sama, perusahaan menyiapkan peluncuran model baru untuk pasar internasional dan mengarahkan perhatian besar pada elektrifikasi, hybrid, serta inovasi perangkat berkendara cerdas.
Dua Model Baru Jadi Sorotan di Ajang Besar China
Chery dijadwalkan memperkenalkan dua model anyar dalam rangkaian Auto China 2026 dan Chery International Business Summit pada 22–28 April di China. Agenda itu menjadi titik penting karena perusahaan ingin menunjukkan produk terbaru sekaligus arah strategi globalnya.
Hingga kini, Chery belum membuka detail lengkap dua model tersebut. Namun, bocoran yang beredar di media sosial mengarah pada kemungkinan hadirnya model plug-in hybrid dengan dukungan teknologi CSH atau Chery Super Hybrid.
Langkah ini sejalan dengan upaya Chery memperkuat citra sebagai produsen otomotif berteknologi tinggi. Perusahaan juga menempatkan empat pilar utama dalam strategi mereknya, yaitu Strength, Vision, Warmth, dan Technology.
Menurut informasi yang beredar, Chery ingin menghadirkan produk yang bukan hanya kompetitif dari sisi harga, tetapi juga punya nilai teknologi dan kualitas yang lebih tinggi. Pendekatan ini penting untuk pasar global yang kini makin selektif terhadap efisiensi energi dan fitur keselamatan.
Fokus Teknologi Energi Baru Makin Menguat
Selain model baru, Chery juga menyiapkan peluncuran strategi teknologi baru dan proposisi nilai merek baru pada 24 April di Beijing Auto Show 2026. Momentum ini diperkirakan menjadi panggung untuk menegaskan arah pengembangan kendaraan energi baru yang lebih beragam.
Dalam konteks pasar global, Chery tidak bergerak sendirian. Produsen mobil Tiongkok lain seperti Changan dan Geely juga mempercepat langkah ke kendaraan listrik hibrida atau HEV. Tren ini mulai menantang dominasi merek Jepang, terutama Toyota, di segmen hybrid dunia.
Data Asosiasi Mobil Penumpang China menunjukkan ekspor kendaraan listrik dan hibrida Tiongkok melonjak 140 persen pada Maret 2026, mencapai 349.000 unit. BYD menyumbang sekitar sepertiga dari total itu, sementara Geely dan Chery menjadi dua eksportir besar berikutnya.
Tren tersebut memperlihatkan bahwa pasar luar negeri kini menjadi ruang pertumbuhan penting bagi produsen mobil Tiongkok. Kenaikan harga bahan bakar global ikut mendorong minat konsumen pada kendaraan hemat energi, baik hybrid maupun listrik murni.
Exeed EX7 Ikut Menguatkan Portofolio Global Chery
Di bawah payung Chery, sub-brand Exeed juga menyiapkan langkah ekspansi lewat model EX7. SUV premium itu disebut sebagai versi global dari Exlantix ET yang disesuaikan untuk pasar di luar China.
Model ini menarik perhatian karena membawa teknologi Electronic Mechanical Brake atau EMB yang diklaim pertama di dunia. Sistem tersebut bekerja dengan sinyal listrik, bukan sistem hidrolik konvensional, dan dikembangkan selama tiga tahun untuk mengejar respons pengereman yang cepat dan presisi.
Berikut sejumlah data utama Exeed EX7 yang disorot dalam rilis dan bocoran informasi yang beredar:
- Platform E0X 800V untuk pengisian daya cepat.
- Varian BEV dengan baterai 97,6 kWh dari CATL.
- Jarak tempuh BEV 682–726 km berdasarkan siklus CLTC.
- Varian EREV dengan jarak tempuh lebih dari 1.300 km.
- Tenaga AWD hingga 353 kW dari dual motor.
Kabinnya juga diposisikan sebagai penawaran premium. Mobil ini disebut memakai layar utama 30 inci, wireless charging, digital cluster, jok kulit, panoramic sunroof, Zero Gravity Seat, dan 31 speaker Boya.
Pasar Hybrid dan Listrik Jadi Medan Utama
Peralihan Chery ke teknologi HEV dan kendaraan energi baru tidak lepas dari dinamika pasar global. Di satu sisi, ekspor mobil listrik dan hybrid Tiongkok terus naik. Di sisi lain, pasar domestik mereka justru belum sepenuhnya pulih.
Penjualan kendaraan listrik dan hibrida di Tiongkok tercatat turun 14 persen pada Maret 2026 menjadi 848.000 unit. Itu menjadi penurunan ketiga berturut-turut dan juga penurunan kuartal pertama pertama sejak 2020.
Meski demikian, kendaraan energi baru masih lebih kuat dibanding mobil bermesin pembakaran internal di pasar domestik. Kondisi ini membuat Chery tetap punya ruang untuk tumbuh, terutama jika model-model barunya mampu menjawab kebutuhan efisiensi, kenyamanan, dan daya jelajah pengguna di pasar internasional.
