Penjualan mobil di Indonesia kembali melemah pada Maret 2026. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo menunjukkan distribusi dari pabrik ke dealer, alias wholesales, turun 24,6 persen menjadi 61.271 unit dibandingkan bulan sebelumnya.
Tekanan serupa juga terlihat di pasar retail. Pengiriman dari dealer ke konsumen akhir turun 14,8 persen menjadi 66.637 unit dari 78.239 unit pada Februari.
Wholesales turun tajam di hampir semua merek besar
Toyota masih memimpin pasar wholesales, tetapi ikut terdampak penurunan. Pengirimannya tercatat 17.984 unit, lebih rendah dari 22.522 unit pada bulan sebelumnya.
Daihatsu berada di posisi kedua dengan 8.916 unit, disusul Mitsubishi dengan 5.190 unit. Honda menempati urutan keempat dengan 4.129 unit, sementara Jaecoo mencatat kenaikan tipis menjadi 3.035 unit dan masuk lima besar.
Berikut gambaran ringkas lima merek teratas di wholesales:
- Toyota: 17.984 unit
- Daihatsu: 8.916 unit
- Mitsubishi: 5.190 unit
- Honda: 4.129 unit
- Jaecoo: 3.035 unit
Pola ini menunjukkan pasar sedang melambat pada awal kuartal kedua. Kondisi tersebut membuat pengiriman unit dari pabrikan ke jaringan dealer ikut menyesuaikan diri dengan permintaan yang lebih hati-hati.
Retail sales juga melambat, BYD salip Honda
Pada penjualan retail, Toyota tetap berada di posisi pertama dengan 19.538 unit. Angka itu memang masih paling tinggi, tetapi turun dari 22.812 unit pada Februari.
Daihatsu menempati posisi kedua dengan 11.115 unit. Mitsubishi Motors naik ke peringkat ketiga dengan 5.311 unit, sedangkan Suzuki ada di posisi keempat meski mencatat penurunan cukup dalam dari 9.035 unit menjadi 4.490 unit.
Sorotan terbesar datang dari BYD yang mencatat kenaikan retail sales. Merek asal Tiongkok itu naik dari 3.596 unit menjadi 4.153 unit dan berhasil menyalip Honda yang membukukan 4.080 unit.
Urutan lima besar retail sales adalah sebagai berikut:
- Toyota: 19.538 unit
- Daihatsu: 11.115 unit
- Mitsubishi Motors: 5.311 unit
- Suzuki: 4.490 unit
- BYD: 4.153 unit
Honda berada di urutan keenam, tepat di bawah BYD. Pergeseran ini menjadi salah satu indikator bahwa persaingan di pasar otomotif nasional makin dinamis, termasuk di segmen kendaraan elektrifikasi.
Mengapa penjualan turun
Ketua I Gaikindo, Jongkie D Sugiarto, menjelaskan bahwa penurunan penjualan pada periode ini dipengaruhi oleh singkatnya hari operasional di Maret 2026. Faktor kalender seperti ini kerap berdampak pada aktivitas distribusi, produksi, dan penjualan di industri otomotif.
Dalam praktiknya, jumlah hari kerja yang lebih sedikit dapat menahan volume pengiriman kendaraan. Di saat yang sama, konsumen juga cenderung menunda pembelian ketika pasar menunjukkan sinyal perlambatan.
Persaingan merek makin ketat
Data Maret 2026 juga memperlihatkan perubahan peta persaingan di industri otomotif. BYD yang terus menambah volume penjualan menegaskan bahwa pasar mobil listrik mulai mengambil ruang lebih besar di Indonesia.
Di sisi lain, merek-merek mapan seperti Toyota, Daihatsu, Mitsubishi, Honda, dan Suzuki masih mendominasi volume utama. Namun, penurunan di beberapa nama besar menunjukkan bahwa tekanan pasar belum mereda dan kompetisi harga, produk, serta strategi distribusi akan tetap menjadi faktor penentu dalam beberapa bulan ke depan.
Pergerakan penjualan pada Maret 2026 memberi sinyal bahwa industri otomotif nasional masih menghadapi tantangan permintaan. Meski beberapa merek tetap kuat di posisi teratas, lonjakan BYD dan turunnya volume wholesales serta retail menandakan pasar sedang mencari keseimbangan baru di tengah perubahan perilaku pembeli dan kondisi operasional yang lebih pendek.
