701 Pengemudi Sadar Ditangkap Di Georgia, Satu Pria 0,00 Tetap Dipenjara Semalam

Kasus penangkapan pengemudi yang ternyata sober di Georgia memicu sorotan baru terhadap praktik penegakan DUI di jalan raya. Berdasarkan laporan yang diperoleh Channel 2 Action News Atlanta dari catatan publik, sedikitnya 701 orang di negara bagian itu tetap ditangkap atas dugaan DUI meski hasil tes menunjukkan nol alkohol, nol narkoba ilegal, dan nol obat resep dalam tubuh mereka.

Temuan itu tidak hanya menyangkut kesalahan administratif biasa, tetapi juga menimbulkan pertanyaan serius tentang akurasi penilaian petugas di lapangan. Dalam sejumlah kasus, keputusan penangkapan dibuat setelah pemeriksaan sobriety test di pinggir jalan, lalu hasil laboratorium justru membuktikan pengemudi tersebut tidak تحت pengaruh zat apa pun.

Data yang Menggambarkan Besarnya Masalah

Georgia Bureau of Investigation atau GBI mencatat lebih dari 10 persen dari 6.875 sampel darah yang diuji sepanjang 2025 tidak menemukan alkohol, obat terlarang, atau obat resep. Angka itu penting karena menunjukkan bahwa sebagian kasus DUI yang masuk ke proses pemeriksaan lanjutan berakhir tanpa bukti intoxication sama sekali.

Laporan ini juga menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak selalu terjadi pada kasus yang samar atau borderline. Dalam banyak contoh, pengemudi yang kemudian terbukti bersih tetap dikenai penangkapan dan harus melewati proses hukum, setidaknya sampai analisis darah keluar dan membantah dugaan awal petugas.

Kasus Lenny Daniel dan McClain Fineran

Salah satu kasus yang menonjol adalah Lenny Daniel, warga Smyrna berusia 65 tahun. Setelah dihentikan polisi di Kennesaw, ia meniup angka 0.00 pada tes napas, namun tetap ditangkap karena petugas menilai tes sobriety di lapangan mengindikasikan penggunaan narkoba.

Daniel sempat menghabiskan malam di sel sebelum hasil tes darah menunjukkan tidak ada alkohol maupun narkoba dalam tubuhnya. Kasus ini menjadi contoh bagaimana pengamatan di lokasi bisa menghasilkan keputusan yang tidak sejalan dengan bukti medis.

Kasus lain menimpa McClain Fineran, mahasiswa berusia 19 tahun. Setelah mobilnya menabrak kendaraan yang sedang parkir di area parkir, ia justru menghubungi polisi sendiri untuk melaporkan kejadian tersebut. Meski tes napas menunjukkan 0.00, polisi di Rome menahannya dengan dugaan gangguan akibat ganja, sebelum hasil darah kembali bersih.

Mengapa Field Sobriety Test Dipertanyakan

Mantan petugas Roswell sekaligus instruktur DUI, Joshua Ott, menilai tes sobriety di pinggir jalan memiliki tingkat false-positive yang tinggi ketika dipakai untuk mendeteksi narkoba. Ia menyoroti bahwa prosedur tersebut memang dirancang untuk menilai alkohol, tetapi tidak selalu akurat untuk membedakan tanda fisik lain yang bisa disebabkan kelelahan, stres, kondisi medis, atau gangguan non-zat.

Sebuah studi Universitas California, San Diego pada 2023 memperkuat kekhawatiran itu. Penelitian tersebut menemukan bahwa petugas salah mengidentifikasi 49 persen peserta sober dalam kelompok plasebo sebagai orang yang mengalami gangguan setelah tes lapangan dilakukan.

Data itu menunjukkan risiko besar ketika petugas terlalu bergantung pada observasi subjektif tanpa alat pembanding yang memadai. Dalam praktiknya, kesalahan pembacaan gejala di jalan dapat berujung pada penangkapan, penahanan, biaya hukum, dan stigma sosial bagi pengemudi yang sebenarnya tidak bersalah.

Perbandingan dengan Negara Bagian Lain

Perdebatan tentang penangkapan DUI terhadap pengemudi sober tidak hanya terjadi di Georgia. Di Tennessee, masalah serupa juga menarik perhatian karena banyak kepolisian setempat belum melengkapi mobil patroli dengan breathalyzer portabel, sehingga petugas lebih sering bergantung pada field sobriety test dan penilaian visual.

Namun, situasi Georgia dinilai lebih sulit dibenarkan karena sejumlah hasil laboratorium menunjukkan benar-benar tidak ada zat terlarang dalam sampel darah. Artinya, masalahnya bukan sekadar keterbatasan alat di lapangan, tetapi juga kemungkinan overreliance pada interpretasi petugas saat memutuskan siapa yang harus ditangkap.

Fakta Penting dari Laporan Georgia

  1. Sedikitnya 701 pengemudi ditangkap atas dugaan DUI meski hasil tes menunjukkan kondisi sober.
  2. GBI memeriksa 6.875 sampel darah pada 2025, dan lebih dari 10 persen di antaranya menunjukkan hasil negatif untuk alkohol, narkoba ilegal, dan obat resep.
  3. Lenny Daniel meniup 0.00, ditangkap karena dugaan narkoba, lalu hasil darahnya bersih.
  4. McClain Fineran juga meniup 0.00 setelah kecelakaan kecil di area parkir, namun tetap ditahan sebelum hasil tes darah keluar.
  5. Studi UC San Diego pada 2023 menemukan tingkat salah identifikasi mencapai 49 persen pada peserta sober dalam kelompok plasebo.

Sorotan terhadap kasus-kasus ini diperkirakan akan memperbesar tekanan pada kepolisian Georgia untuk memperbaiki prosedur DUI, terutama saat petugas harus membedakan gangguan akibat alkohol, narkoba, dan kondisi lain yang tampak serupa di jalan. Bagi pengemudi, laporan ini menjadi pengingat bahwa hasil tes lapangan tidak selalu menjadi penutup cerita, karena bukti laboratorium kerap menjadi faktor yang menentukan benar atau tidaknya tuduhan DUI.

Source: www.carscoops.com
Terkait