Geely Bikin Pengisian Baterai 9 Menit, BYD Masih Tertinggal?

Geely kembali menarik perhatian pasar mobil listrik lewat teknologi pengisian daya ultra-cepat yang diklaim mampu mengisi baterai dari 10 persen ke 70 persen hanya dalam 4 menit 22 detik. Jika ditarik hingga 97 persen, prosesnya masih selesai dalam 8 menit 42 detik, sehingga pengisian penuh berada di bawah 10 menit.

Pencapaian ini menempatkan Geely dalam persaingan langsung dengan produsen lain yang juga agresif mengembangkan pengisian kilat untuk baterai BEV. Di saat sebagian besar pengguna EV masih menilai waktu isi daya sebagai hambatan utama, angka yang ditawarkan Geely memberi gambaran bahwa jarak antara kebutuhan pengisian dan kenyamanan penggunaan harian mulai makin tipis.

Teknologi baru yang dipasang pada lini Lynk & Co.

Geely menyematkan teknologi ini pada model dari sub-brand Lynk & Co., yang berada di bawah payung perusahaan yang sama. Artinya, inovasi ini tidak hanya berhenti di level riset, tetapi sudah masuk ke produk yang ditujukan untuk konsumen.

Dalam pengujian yang dilaporkan, performa pengisian tersebut menjadi sorotan karena hasilnya dianggap lebih cepat dari banyak sistem fast charging yang saat ini beredar. Pengisian super cepat seperti ini sangat penting bagi pengguna yang membutuhkan waktu tunggu singkat saat melakukan perjalanan jauh atau mobilitas tinggi di perkotaan.

Perbandingan dengan teknologi pesaing

Geely menyebut capaian itu melampaui Megawatt Flash Charging milik BYD. Teknologi BYD diklaim mampu mengisi daya dari 10 persen ke 70 persen dalam 5 menit, sedangkan untuk mencapai 97 persen membutuhkan 9 detik lebih lama dibandingkan hasil Geely.

Keduanya memakai pendekatan teknologi yang sangat agresif untuk mengurangi waktu berhenti di stasiun pengisian. Namun, seperti biasa pada mobil listrik, performa di atas kertas tetap bergantung pada dukungan perangkat keras, baterai, dan jaringan pengisian yang tersedia.

Faktor yang menentukan hasil pengisian super cepat

Hasil pengujian Geely itu tidak muncul dalam kondisi sembarang. Untuk mendapatkan angka tersebut, dibutuhkan stasiun ultra-fast charging dengan teknologi terbaru yang juga dimiliki oleh Zeekr, sub-brand lain di bawah Geely.

Meski teknologinya menjanjikan, keberhasilan tersebut masih bergantung pada ekosistem yang terbatas. Berikut faktor utama yang membuat hasil pengisian bisa sangat cepat:

  1. Stasiun pengisian harus mendukung daya ultra-tinggi.
  2. Mobil yang digunakan harus kompatibel dengan sistem pengisian tersebut.
  3. Infrastruktur di lokasi harus siap menopang arus besar secara stabil.
  4. Jaringan stasiun harus tersedia luas agar bisa dipakai secara massal.

Jaringan stasiun pengisian masih menjadi tantangan

Geely disebut sudah memiliki sekitar 2,1 ribu stasiun pengisian di China dan berencana menambah jumlahnya. Angka itu terlihat besar, tetapi tetap berada di bawah BYD yang sudah memiliki 5 ribu stasiun dan menargetkan 20 ribu stasiun hingga akhir tahun ini.

Persaingan ini menunjukkan bahwa teknologi pengisian cepat tidak cukup hanya unggul di data pengujian. Tanpa jaringan yang luas, pengguna tetap akan menghadapi keterbatasan akses saat membutuhkan pengisian cepat di luar kota besar.

Dampak bagi pasar mobil listrik

Bagi pasar EV, pengisian di bawah 10 menit dapat menjadi nilai jual yang sangat kuat. Waktu isi daya yang singkat bisa mengubah persepsi konsumen yang selama ini masih ragu beralih dari mobil bensin karena khawatir soal lamanya pengisian baterai.

Namun, tantangan berikutnya terletak pada skalabilitas. Teknologi seperti ini masih perlu pembuktian lebih luas, terutama untuk memastikan apakah bisa digunakan lintas model dan lintas merek secara aman serta efisien. Jika jaringan stasiun dan kompatibilitas kendaraan berkembang, persaingan Geely dan BYD bisa ikut mendorong standar baru untuk pengisian daya mobil listrik di pasar global.

Exit mobile version