Jakarta memasang target tinggi untuk cabang bola tangan setelah kepengurusan baru ABTI DKI Jakarta periode 2026-2030 resmi dilantik. Fokus utamanya bukan hanya menjaga dominasi di level nasional, tetapi juga memperluas prestasi hingga ajang internasional.
Target mempertahankan gelar juara umum pada PON 2028 menjadi tantangan utama bagi kepengurusan yang dipimpin Joshua Franklin. Ambisi itu berangkat dari capaian Jakarta yang merebut dua medali emas, dari nomor putra dan putri, pada PON Aceh-Sumut 2024.
Target mempertahankan juara umum
Joshua Franklin bersama jajaran pengurus dilantik pada Rabu, 22 Juli 2026, di Balai Agung, Balai Kota Jakarta Pusat. Kepengurusan baru ini akan bekerja bersama pengurus kota dari Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, serta Kabupaten Kepulauan Seribu.
Menurut Joshua, kolaborasi antarpengurus menjadi fondasi untuk membangun olahraga prestasi. Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan Pengurus Besar agar prestasi Jakarta dapat membawa nama Indonesia di tingkat internasional.
“Bersama Pengurus Kota dari Jakbar, Jakpus, Jaksel, Jaktim, Jakut serta Kab Pulau Seribu kita akan membangun olahraga prestasi,” ujar Joshua. Ia menyatakan seluruh unsur organisasi dan penggiat olahraga perlu bergerak dalam arah yang sama.
| Ajang | Prestasi Jakarta | Fokus Kepengurusan Baru |
|---|---|---|
| PON Aceh-Sumut 2024 | Juara umum dengan emas putra dan putri | Menjaga capaian prestasi |
| PON 2028 | Empat nomor bola tangan dipertandingkan | Mempertahankan juara umum |
Prestasi pada PON Aceh-Sumut 2024 menjadi modal penting bagi Bola Tangan Jakarta untuk menghadapi persaingan berikutnya. Jakarta saat itu mengawinkan medali emas nomor putra dan putri, sekaligus mengamankan status juara umum.
Situasi pada PON 2028 akan berbeda karena jumlah nomor bola tangan bertambah menjadi empat. Penambahan nomor tersebut membuka peluang prestasi lebih besar, namun juga menuntut kesiapan pembinaan yang lebih merata.
Soliditas pengurus jadi penopang
Joshua menyebut pengurus provinsi, pengurus kota, dan para penggiat bola tangan akan terus bergerak untuk meningkatkan prestasi. Ia yakin soliditas organisasi dapat membantu Jakarta menambah pencapaian yang telah diraih sebelumnya.
“Kita terus berkolaborasi dan meningkatkan prestasi. Di PON 2028 ini, ABTI DKI bekerja keras untuk mempertahankan gelar juara umum di PON,” kata Joshua.
Pelantikan kepengurusan tersebut turut dihadiri Asisten Kesejahteraan Rakyat Ali Maulana Hakim, Wakil Ketua DPRD DKI Wibi Andrino, Kadispora DKI Andri Yansyah, serta Ketua Umum KONI DKI Jakarta Hidayat Humaid. Sejumlah pengurus cabang olahraga di Jakarta juga hadir dalam agenda itu.
Hidayat Humaid menyatakan KONI DKI Jakarta akan terus mendukung cabang olahraga dalam menjalankan pembinaan. Ia menilai komitmen kepengurusan baru di bawah Joshua menjadi alasan untuk optimistis terhadap masa depan bola tangan.
“Saya yakin bola tangan akan terus berprestasi. Apalagi komitmen kepengurusan baru di bawah Joshua terus bergerak,” ujar Hidayat seperti dikutip sport.detik.com.
Dukungan pembinaan dan koordinasi lintas wilayah akan menjadi pekerjaan penting menuju PON 2028. Dengan empat nomor yang akan dipertandingkan, kepengurusan ABTI DKI Jakarta kini dihadapkan pada tugas menjaga standar juara sekaligus mengejar peluang medali yang lebih luas.
