Royal Enfield Flying Flea C6 Meluncur, Retro Klasik Bertemu Motor Listrik 20 Hp

Royal Enfield resmi membuka babak baru di segmen kendaraan listrik lewat Flying Flea C6, motor listrik bergaya retro yang tetap mempertahankan ciri desain klasik khas pabrikan asal India itu. Model ini hadir sebagai motor listrik pertama Royal Enfield dan langsung menarik perhatian karena menggabungkan tampilan vintage, fitur modern, serta strategi harga yang agresif.

Kehadiran Flying Flea C6 menunjukkan bahwa Royal Enfield tidak hanya mengejar elektrifikasi, tetapi juga berupaya menjaga identitas merek yang selama ini lekat dengan gaya hidup, bukan sekadar alat transportasi. Di pasar yang semakin ramai oleh motor listrik baru, pendekatan ini bisa menjadi pembeda penting bagi konsumen yang mencari karakter desain sekaligus teknologi praktis.

Desain klasik dengan sentuhan modern

Flying Flea C6 tampil dengan bahasa desain yang khas dan mudah dikenali. Bagian depan memakai girder fork yang memberi nuansa jadul, lalu dipadukan dengan roda 19 inci dan ban Ceat EnergyRide untuk mendukung penggunaan harian di jalan perkotaan.

Proporsinya juga dibuat ramah untuk mobilitas dalam kota. Tinggi joknya 823 mm dan ground clearance mencapai 207 mm, sehingga motor ini tetap nyaman dikendarai di berbagai kondisi jalan tanpa terlihat terlalu tinggi atau sulit dikendalikan.

Secara visual, Royal Enfield menjaga ciri retro, tetapi tidak mengorbankan kesan modern. Lampu LED, detail bodi yang rapi, dan panel digital membuat Flying Flea C6 tampil sebagai motor listrik gaya hidup yang tetap relevan dengan kebutuhan pengguna masa kini.

Performa dan jarak tempuh

Di balik tampilan klasiknya, Flying Flea C6 membawa paket teknis yang cukup menarik. Motor ini menggunakan baterai lithium-ion berkapasitas 3,91 kWh yang menghasilkan tenaga 15,4 kW atau setara 20 hp, serta torsi instan 60 Nm.

Bobotnya yang hanya 124 kg menjadi salah satu nilai jual utama. Angka ini penting karena bobot ringan biasanya membuat motor listrik lebih lincah saat dipakai merayap di kemacetan, berpindah jalur, atau diparkir di area sempit.

Untuk kebutuhan harian, Royal Enfield mengklaim motor ini mampu menempuh jarak hingga 154 km berdasarkan standar IDC. Jarak tersebut cukup kompetitif untuk komuter perkotaan, terutama bagi pengguna yang membutuhkan kendaraan untuk perjalanan rumah-kantor, aktivitas harian, atau penggunaan santai di akhir pekan.

Waktu pengisian juga tergolong praktis. Berdasarkan data yang dibagikan, pengisian dari 20 persen ke 80 persen memerlukan sekitar satu jam, sementara pengisian penuh sampai 100 persen memakan waktu 2 jam 16 menit.

Fitur keselamatan dan teknologi

Royal Enfield membekali Flying Flea C6 dengan lima mode berkendara, yaitu City, Rain, Highway, Sport, dan Custom. Kehadiran mode ini memberi fleksibilitas lebih kepada pengendara untuk menyesuaikan karakter tenaga dengan kondisi jalan dan cuaca.

Sistem keselamatannya juga dibuat lebih modern. Motor ini menggunakan dual-channel ABS dan traction control berbasis lean angle, fitur yang biasanya lebih sering ditemukan pada motor dengan orientasi premium.

Pada sisi teknologi, Flying Flea C6 dibekali layar TFT 3,5 inci touchscreen yang terhubung dengan navigasi Google dan konektivitas smartphone. Fitur ini memperkuat identitas motor listrik modern yang bukan hanya bergantung pada performa, tetapi juga pengalaman berkendara yang terintegrasi dengan perangkat digital.

Motor ini juga memiliki kompartemen dengan wireless charging, sehingga mendukung kebutuhan mobilitas pengguna yang aktif. Kehadiran pencahayaan LED menambah kesan futuristik tanpa menghilangkan nuansa klasik yang menjadi daya tarik utamanya.

Harga dan skema Battery-as-a-Service

Di India, Flying Flea C6 resmi dipasarkan dengan harga ₹2,79 lakh atau sekitar Rp51,6 juta. Royal Enfield juga menawarkan skema battery-as-a-service (BaaS) yang membuat harga unit turun menjadi ₹1,99 lakh atau sekitar Rp36,8 juta karena baterai tidak dibeli secara penuh di awal.

Skema BaaS memungkinkan konsumen membayar biaya langganan baterai secara berkala. Model ini dapat menekan biaya awal kepemilikan, terutama bagi pembeli yang ingin masuk ke ekosistem motor listrik tanpa harus menanggung harga baterai sekaligus.

Berikut ringkasan data utama Flying Flea C6:

  1. Kapasitas baterai: 3,91 kWh lithium-ion
  2. Tenaga dan torsi: 15,4 kW atau 20 hp / 60 Nm
  3. Jarak tempuh: hingga 154 km standar IDC
  4. Bobot: 124 kg
  5. Pengisian daya: 20 persen–80 persen sekitar 1 jam
  6. Harga India: ₹2,79 lakh
  7. Harga dengan BaaS: ₹1,99 lakh

Peluang di pasar motor listrik

Flying Flea C6 dijadwalkan mulai dikirim ke konsumen pada akhir Mei 2026 dan tersedia dalam dua warna, Flea Green serta Storm Black. Dengan pendekatan desain yang kuat, spesifikasi yang ringkas, dan harga yang relatif kompetitif, model ini berpotensi menarik perhatian konsumen yang selama ini menunggu motor listrik dengan karakter berbeda.

Jika Royal Enfield membawa strategi yang sama ke pasar lain, termasuk Indonesia, Flying Flea C6 bisa menjadi salah satu motor listrik bergaya retro yang paling diperhitungkan di segmen lifestyle. Kombinasi bobot ringan, fitur modern, serta skema BaaS memberi ruang bagi model ini untuk bersaing di tengah tren elektrifikasi yang makin cepat berkembang.

Source: www.zigwheels.co.id
Terkait